TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Prof. Suteki: Pengesahan UU Cipta Kerja Terkesan Buru-Buru dan Dipaksakan



TintaSiyasi.com-- Guru Besar dan Pakar Hukum Prof. Dr. Suteki, M.Hum. menilai pengesahan UU Cipta Kerja terkesan dipaksakan. “Ada kesan dipaksakan saat UU ini harus disahkan, sementara masih banyak pasal yang kontroversial dan prosedur yang cacat formil,” tuturnya pada acara  Focus Group Discussion: Cabut Omnibus Law, UU Cipta Kerja, Ahad (11/10/2020) di kanal YouTube Rayah TV. 

Menurutnya, sejak diserahkan ke DPR oleh pemerintah pada Februari 2020, yang berarti baru sekitar 8 (delapan) bulan?, telah dilakukan pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja sebanyak 64 kali rapat. "Jika dibandingkan AS membentuk UU sejenis, pembahasan hingga pengesahan butuh waktu 5 (lima) tahun, tentu masih terlalu singkat waktu yang telah dimanfaatkan oleh pemerintah dan DPR," sanggahannya.

Ia menganggap, kesannya terlalu buru-buru jika dalam waktu yang singkat ini lembaga legislator ini untuk menyetujui pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja pada tanggal 8 Oktober 2020 yang lalu.

"Bukankah lebih baik menunda hingga legitimasi UU ini cukup baik untuk seluruh stakeholders?" tandasnya.

Menurutnya, tidak aneh jika muncul aksi penolakan dari berbagai kalangan bahkan tuntutan untuk mencabut UU ini. "Legitimasi UU Omnibus Law Cipta Kerja sungguh dipertanyakan," pungkasnya.[] Liza Burhan

Posting Komentar

0 Komentar