Prof. Suteki Bongkar 'Zombie Hukum' dalam UU Omnibus Law Cipta Kerja

Foto: Tangkapan layar Prof. Suteki dalam Webinar Nasional


TintaSiyasi.com-- Guru Besar UNDIP (Universitas Negeri Diponegoro), Pakar Hukum dan Masyarakat, Prof.Dr. Suteki SH., M,Hum., memandang apa yang pernah diuji oleh MK (Mahkamah Konstitusi) terkesan dijadikan zombie hukum dalam pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja. 

“Anehnya apa yang pernah diuji, bahkan dibatalkan oleh MK terkesan dijadikan zombie hukum dalam UU Omnibus Law Cipta Kerja ini," tuturnya dalam acara Webinar Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Widyagama Malang yang bertajuk Undang-undang Cipta Kerja: Beban atau Berkah bagi Rakyat?, Rabu (28/10/2020) secara daring di kanal YouTube Universitas Widyagama Malang.

Menurutnya, soal pengusahaan air dan listrik dapat dijadikan contoh zombie hukum ini. Ia ungkapkan dua hal itu termasuk jenis usaha yang menguasai hajat hidup orang banyak, maka harus dikuasai oleh negara. "Hal itu tidak boleh dikuasai oleh swasta apalagi asing, bahkan oleh daerah sekalipun," tandasnya.

“Akan tetapi, di UU CLBK (Cipta Lapangan Bisnis Kerja) sebutan yang biasa digunakan untuk menyebut UU Ciptaker ini pengusahaan oleh swasta, koperasi, masyarakat tetap diberi ruang, bahkan untuk listrik bisa dilakukan secara unbundling, terpisah pengusahaanya,” tambahnya. 

Ia mengingatkan, ini berbahaya buat kesejaheteraan rakyat dan menjauhkan prinsip negara sebagai pengurus.

Ia juga menerangkan, UU Omnibus Law adalah sebuah peraturan yang bisa diartikan sebagai aturan yang ditujukan untuk penyederhanaan kompleksitas UU menjadi satu (one for everything). Bahkan menurutnya, bisa disebut sebagai produk "politik" yang berkarakter bulldozer hukum. 

"Jika disesuaikan dengan Pasal 1 ayat 3 UUD NRI (Negara Republik Indonesia) 1945, Indonesia mendeklarasikan dirinya sebagai negara hukum bukan negara kekuasaan sehingga logikanya hukumlah yang harus mengendalikan, membatasi kekuasaan bukan kekuasaan yang mengendalikan hukum," pungkasnya.[] Liza Burhan

Posting Komentar

0 Komentar