Penghinaan Nabi Muhammad Berulang karena Tidak Ada Perisai Umat Islam



TintaSiyasi.com-- Majalah mingguan satire Charlie Hebdo di Perancis kembali melakukan penghinaan kepada Nabi Muhammad Saw. Hal tersebut menuai protes dari umat Islam di dunia. Direktur Pamong Institute Wahyudi Al Maroky angkat bicara, penghinaan terus berulang karena tidak adanya negara sebagai perisai (baca:khilafah) bagi umat Islam saat ini.

"Saat ini tidak ada satu negara pun yang menjadi perisai umat Islam, karena negara-negara bangsa yang dipimpin oleh presiden, entah itu raja, perdana menteri dan lainnya tidak ada yang bisa melindungi umat Islam, dan ajaran-ajaran Islam pun dilecehkan tidak ada yang merespon," ujarnya dalam acara Bincang Bersama Wahyu, Ahad (25/10/2020) di kanal Youtube Jakarta Qolbu Dakwah.

Ia menilai kejadian yang berulang itu bukan berarti tanpa adanya kesengajaan dari pelaku. Namu memang ada niat jahat dari pelaku baik secara pribadi maupun lembaga bahkan negara untuk mengulang penghinaan itu. Menurutnya hal ini menunjukkan peradaban mereka adapah peradaban yang hina karena suka menghina.

"Seandainya negara itu tidak suka menghina orang lain atau menghina orang lain, tentu dia akan melarang rakyatnya untuk melakukan itu. Tapi dengan dalih kebebasan berekspresi, mereka menghina orang lain," ungkapnya.

Menurutnya, hal itu terjadi karena memang karakter mereka memiliki watak-watak hina yang akhirnya melahirkan peradaban hina.

"Itu ada persoalan besar karena Eropa itu memiliki peradaban yang suka menghina Islam, menghina Nabi Muhammad Saw, menghina ajaran Islam, itu sudah melekat di benak mereka, watak menghina ini setidaknya diinspirasi karena memang peradaban yang suka menghina," pungkasnya.[] Rasman 

Posting Komentar

0 Komentar