TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Pemuda Harapan Umat Menuju Kebangkitan Hakiki


Ada yang berbeda dengan demo yang dilakukan oleh masyarakat pada kamis (8/10) lalu. Bukan hanya para buruh dan mahasiswa melainkan terdapat penambahan personil dari kalangan milenial. Jika ditelisik dari sosmed akan ditemukan banyak generasi tik tok yang mengabadikan momen tersebut. Dari sini kita melihat, pengesahan undang-undang Omnibus Law Ciptaker berhasil membangunkan jiwa para pemuda yang  telah lama mati suri.

Para kawula muda dengan lantang ikut menyuarakan keadilan bagi rakyat. Menolak pengesahan undang-undang yang syarat manfaat bagi para kapitalis. Memang, sudah sewajarnya para pemuda kritis dengan segala kebijakan-kebijakan penguasa yang merugikan rakyat. Di pundak mereka rakyat meggantungkan harapan. Namun dibalik semangat yang digelorakan oleh para pemuda muncul dugaan bahwa ada pihak-pihak yang membiayai gerakannya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto mengaku mengetahui pihak-pihak yang membiayai aksi demo tersebut. “Sebetulnya pemerintah tahu siapa behind demo itu. Kita tahu siapa yang menggerakan, kita tahu siapa sponsornya. Kita tahu siapa yang membiayainya,” ucapnya, (finance.detik.com,8/10/2020).

Airlangga juga mengatakan pihak yang disinyalir sebagai sponsor aksi demo penolakan UU Omnibus Law Ciptaker memiliki ego sektoral yang tinggi. Mereka tidak memikirkan nasib massa yang turun ke jalan. Mengingat saat sekarang ini sedang diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Klaim Airlangga terkait sponsor aksi demo mahasiswa jelas saja menuai kontroversi. Jika klaim tersebut benar adanya, bisa dibayangkan betapa murah dan rapuhnya suara kaum intelektual negeri ini. Dimana para intelektual muda yang seharusnya menjadi tumpuan umat malah gerakannya disetir oleh “sponsor” dan gerakannya bisa dibeli oleh pihak yang mempunyai kepentingan. 

Namun jika klaim tersebut hanya hoax penguasa, jelas semakin memperpanjang catatan buruk rezim dalam memutarbalikkan fakta. Ditambah dengan upaya rezim dalam memasung dan mengerdilkan peran kaum intelektual sebagai pembela rakyat.

Padahal sejatinya para pemuda adalah ujung tonggak perubahan bangsa dan dunia, yang sudah semestinya memperjuangkan jiwa dan raganya untuk kemaslahatan umat. Karena pemuda sepatutnya bergerak menuju perubahan mendasar yang mampu membawa umat pada kebangkitan hakiki. 

Tentu saja kebangkitan yang ingin diraih hanya bisa dicapai dengan adanya para pemuda yang bergerak atas dasar iman dan takwa semata. Dimana target utama mereka adalah meneruskan perjuangan dalam menegakkan kehidupan Islam dan membangun peradaban Islam sebagaimana pada masa keemasan islam.

Siapa yang tak kenal dengan Mush’ab bin Umair, pemuda berperawakan gagah, rambut klimis, pakaian modis dengan harga fantastis pada masanya yang dipuja kaum hawa. Namun dengan ketakwaannya beliau meninggalkan harta dunia dan menjadi duta pertama yang dikirim Rasulullah untuk menyiarkan Islam ke Madinah.

Tumbuh sebagai anak dari orang yang berkecukupan tidak membuat Mush’ab bin Umair terlena dengan dunianya. Mencari kebenaran dan memutuskan menjadi seorang muslim adalah hal yang tidak mudah. Ketika penolakan itu datang dari keluarga dan sanak saudara terutama sang ibu yang selama ini begitu menyayanginya.

Bahkan tak jarang sang ibu menekan, menyakiti, menindas hingga mengusirnya dari rumah agar Mushab bin Umair mau meninggalkan Islam. Namun Mush’ab tetap berpegang teguh dengan agamanya. Semua ancaman dan hilangnya kemewahan hidup tidak membuatnya berbalik arah dalam perjuangan dakwah islam.

Dengan spirit agama Islam yang tertanam kuat dalam jiwa Mush’ab, ia memilh hidup apa adanya dan hanya mengharap kenikmatan kehidupan sesungguhnya kelak. Keadaan yang menghimpit tidak menggoyahkan perjuangan dakwahnya. Dengan kecerdasan dan kesungguhan usaha, ia membuktikan kepercayaan Rasulullah. 

Mush’ab berhasil menyiarkan Islam di Madinah. Mengubah masyarakat yang jahiliah menjadi masyarakat beradab dengan aturan-aturan Islam. Sehingga disana berdirilah daulah Islam pertama yang dipimpin langsung oleh Rasulullah saw.

Kisah Mush’ab bin Umair adalah salah satu bukti bahwasanya para sahabat rasul yang usianya masih muda justru menjadi penggerak perubahan guna menegakan agama Allah. Para pemuda yang tidak goyah keimanan dan keteguhannya hanya karena iming-iming materi, kehormatan dan kemewahan. Serta senantiasa menegakkan kalimat-kalimat Allah dan memerangi kemungkaran.

Dan bukan hal yang mustahil Mush'ab-Mush'ab lainnya akan kembali bermunculan di tengah-tengah umat. Dimana kaum pemuda Indonesia menjadi bagian dari bisyarah Nabi yang berjuang dengan gigih menyebarkan dakwah Islam. Pemuda idaman semacam ini adalah mereka yang menjadikan setiap langkah hidupnya senantiasa diliputi keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Kemudian mereka pulalah yang menjadi barisan terdepan dalam membangun kembali peradaban Islam dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah yang berdasarkan manhaj kenabian.[]

Oleh: Trisna, Aktivis Muslimah

Posting Komentar

0 Komentar