Pemimpin Pembebek Lahir dari Bobroknya Demokrasi



Pemimpin adalah orang yang mengemban tugas dan tanggung jawab untuk memimpin dan dapat menjadi figuritas yang berpengaruh. Pemimpin bisa bermakna luas, artinya setiap diri adalah pemimpin. Seorang laki-laki bisa menjadi pemimpin dalam sekup keluarga, RT, RW, desa, camat, dan seterusnya.

Seorang pemimpin bertanggung jawab terhadap siapa yang dipimpinnya. Ia wajib mengurusi dan melayani sebaik mungkin, bahkan seorang pemimpin harus rela berkorban baik waktu, tenaga, dan waktu. Bahkan, kecintaan terhadap yang dipimpinnya harus lebih tinggi dari pada dirinya.

Namun di zaman sekarang, pemimpin seperti ini sulit dijumpai. Memimpin  seolah tidak ada rasa tanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. Melayani berdasarkan kepentingan dengan materi sebagai materi. Semua serba materi, kalau tidak ada maka tidak jalan. 

Memang benar, pemimpin zaman sekarang tidak melayani rakyatnya dengan baik. Sebab pemimpin-pemimpin ini lahir dari sistem demokrasi yang menjadi kendaraan para kaum kapitalis untuk mencengkeram, dengan tujuan agar leluasa untuk merampok dan merampas sumber daya alam suatu negeri. 

Kapitalisme secara sistematis merampok dengan leluasa tanpa disadari rakyat. Wajar, kapitalis menanam pemimpin-pemimpin pembebek, yang penurut  untuk mengikuti tuanya. Pemimpin yang tidak mau berfikir dan hanya menuruti keinginan hawa nafsunya.

Perilaku membebek adalah seburuk-buruk perilaku bahkan lebih buruk dari binatang ternak. Sebab mempunyai akal namun tidak dipakai. Mempunyai mata, telinga, tangan, dan indra yaang lain namun tidak dipakai sebagai mana mestinya. Allah SWT berfirman dalam Surat Al A'raf ayat 79.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَـقَدْ ذَرَأْنَا لِجَـهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَا لْاِ نْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اٰذَا نٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَا ۗ اُولٰٓئِكَ كَا لْاَ نْعَا مِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ

"Dan sungguh, akan Kami isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 179)

Bagaimana pun, demokrasi akan melahirkan pemimpin bebek. Karena sistem ini telah di buat sedemikian rupa demi eksistensi imperialisme barat untuk mencengkeram negeri-negeri lain terutama muslim.

Oleh karena itu, jika negeri muslim ingin bangkit, maka buang sistem demokrasi yang terus-menerus melahirkan pemimpin pembebek yang memberi leluasa para kaum kapitalis menjarah sumber daya alam atas nama investasi dan hutang. Pemimpin yang lebih mementingkan kaum pemodal dari pada rakyat demi menjadi penjilat ketiak tuannya.

Lalu, ambil dan tegakkan sistem dari Sang Khaliq Allah SWT yakni khilafah Islamiyyah, yang menjalankan aturan dari pencipta secara kaffah. Dari sistem inilah akan melahirkan pemimpin yang tegas, bijksana, dan mementingkan rakyatnya. Sebab, dirinya dibekali ketakwaan kepada Allah SWT dan memiliki tanggung jawab. Pemimpin yang menjalankan kekuasaan dalam rangka mengabdi kepada Allah SWT. Wallahua'lam bishowwab.[]

Oleh: M. Azzam Al Fatih

Posting Komentar

0 Komentar