TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

My Body My Choice, Kebebasan di Luar Koridor Islam




Tintasiyasi.com-- Di hadapan sekitar 40 Muslimah Kota Depok dan sekitarnya, Pemerhati Remaja, Wendy Lastwati, mengungkapkan "My body my choice"(tubuhku pilihanku) terinspirasi dari fakta kaum milenial yang selalu berekspresi di luar koridor Islam.

My body my choice terinspirasi dari fakta milenial yang selalu mau berpakaian atau menjadi diri sendiri di luar koridor Islam, seperti bebas berekspresi, bebas menentukan orientasi seksual, bebas berpakaian dan semacamnya," ujar aktivis Muslimah Depok, dalam acara Kajian Muslimah Oke Millenials: My Body My Choice, Yay or Nay? Ahad (4/10/2020) via Zoom Meeting Online di Depok. 

“Bahkan, mereka pun berlindung di dalam kata-kata, ‘Nerakaku urusanku, bukan urusanmu. Urus saja nerakamu sendiri’,” tambahnya.

Menurut  aktivis Muslimah yang kerap disapa Kak Wendy ini menegaskan bahwa my body my choice berasal dari ide feminisme mengenai hak tubuh seseorang secara pribadi. Ia pun menjelaskan, tak terlepas dari kebebasan berekspresi yang beranggapan bahwa semua orang bebas menunjukkan ekspresinya, baik dalam berpakaian atau berpendapat. 

“Salah satunya adalah kebebasan hak, yakni kebebasan itu memperbolehkan orientasi seksual orang lain. Entah itu LGBTQ, fetish, cross dresser atau cross hijaber. Fenomena ini banyak terjadi dan menjadi sesuatu hal yang merebak di masyarakat meskipun itu salah,” tandasnya.

Menurutnya, kebebasan berpendapat atau berekspresi merupakan satu kesatuan dalam dunia demokrasi dan menjadi satu dalam ide sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan). "Mereka akan berpendapat bahwa hidup itu bebas, agama hanya cukup di masjid. Hal ini jelas keliru dalam Islam, karena Islam turut serta mengatur segala hal dalam kehidupan," bebernya.

Kak Wendy pun menegaskan, boleh saja bebas berkehendak, tapi bukan berarti bebas bermaksiat, karena semuanya harus berlandaskan aturan Allah SWT. "Bebas berpakaian bukan berarti bebas memakai baju seksi di tempat umum, tetapi bebas menentukan warna pakaian dan tetap menutup aurat. Karena aurat wanita adalah perhiasaan yang indah,” bebernya.

Tiga Pilar Penjagaan dalam Islam

Ia juga menegaskan bahwa Allah selalu menjaga hamba-Nya dari jalan yang salah. Menurutnya, termasuk pemahaman 'my body my choice'. Ia mengelompokkan menjadi 3 pilar penjagaan dalam Islam yakni: Pertama, pilar individu yaitu ketakwaan individu dan keluarga melalui pembinaan dalam keluarga. 

“Ketika orang tua tidak mengajarkan Islam, maka anak-anak darinya tidak akan mengenal keindahan Islam. Sementara anak yang diajarkan Islam akan merasakan keindahan Islam. Karena itulah ketakwaan dibentuk dalam keluarga. Pilar Individu sangat penting sabagai benteng diri,” katanya.

Kedua, pilar masyarakat yaitu ketakwaan masyarakat dalam amar maruf nahi munkar. “Berjamaah dalam kebaikan, mengaji dan mengaji berjamaah akan menambah ketakwaan dalam masyarakat. Dalam Islam, masyarakat merupakan satu tubuh, ketika ada yang sakit, semua akan ikut sakit. Sama halnya dengan satu maksiat yang dibiarkan, maka semua akan berdosa,” jelasnya

Ketiga, pilar negara yaitu dakwah dan sanksi. “Ketakwaan negara tercermin dalam pemimpinnya. Kalau pemimpinnya bertakwa, tak akan ada hal-hal buruk dibiarkan. Negara akan melakukan dakwah sendiri melalui pendidikan, pendidikan adalah hal dasar untuk menanam pemahaman kepada umat. Negara juga akan membiarkan dakwah secara masif. Ada sanksi yang akan berlaku apabila terdapat maksiat di dalam negara,” pungkasnya. []

Reporter: Fajria Anindya Utami
Editor: IMM


Posting Komentar

0 Komentar