TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Ustaz MIY: Omnibus Law seperti Dokter yang Salah Diagnosis dan Salah Terapi



TintaSiyasi.com-- Cendekiawan Muslim Ustaz Muhammad Ismail Yusanto (MIY) menilai UU Omnibus Law ini seperti dokter yang salah diagnosis dan salah terapi.

"Omnibus Law ini seperti dokter salah diagnosis, salah terapi. Double kesalahan," tuturnya dalam Live Focus Group Discussion ke-11: Lintas Elemen Tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, Serius? Sabtu (17/10/2020) di kanal You Tube Pusat Kajian dan Analisa Data.

Menurutnya, UU ini bertujuan menciptakan investasi padahal tidak ada masalah dengan investasi. "Investasi kita tidak ada masalah, namun kenapa pertumbuhan ekonomi kita menurun? Ternyata di sana ada dua masalah besar yaitu korupsi dan birokrasi kita tidak efisien," ujarnya.

Berdasarkan data yang ada, menurut Ismail, investasi tidak terlalu buruk. "Bahkan data tahun 2019 realisasi investasi itu lebih dari 809 triliun. melampaui target 792 triliun.  
Artinya tidak ada masalah. Masalah kalau di bawah target," ungkapnya.

Selanjutnya, Ismail menilai UU ini disahkan untuk membuka lapangan kerja. "Saya kira, memang benar kita perlu lapangan pekerjaan. Kita punya data menurut BPS hingga Februari 2020 ada 137,9 juta angkatan kerja. Dari jumlah itu, 131 diantaranya itu disebut atau masuk kategori pekerja. Artinya tempat pengangguran terbuka itu hanya kurang dari 5%. Hanya penting dicatat, di antara sekian banyak angkatan kerja itu mayoritasnya 74 juta atau 56 % itu pekerja di sektor informal," terangnya.

Namun, menurut Ismail dari sekian banyak angkatan kerja itu, hampir 30% bekerja di sektor pertanian. "Anehnya, Mengapa kebijakan pemerintah justru merugikan para petani?" tanyanya.[] Achmad Mu'it

Posting Komentar

0 Komentar