TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Mewaspadai Bahaya Laten Komunisme


Pengkhianatan G 30 S PKI adalah judul film dokudrama propaganda Indonesia tahun 1984. Film ini disutradarai dan ditulis oleh Arifin C. Noer, diproduseri oleh G. Dwipayana, dan dibintangi Amoroso Katamsi, Umar Kayam, dan Syubah Asa. Film ini menggambarkan peristiwa kudeta yang didalangi oleh Partai Komunis Indonesia atau PKI. (www.wikipedia.org)

Film ini menggambarkan masa menjelang kudeta dan beberapa hari setelah peristiwa tersebut. Dalam kala kekacauan ekonomi, enam jenderal diculik dan dibunuh dengan sadis oleh PKI dan jenazah mereka dikuburkan dalam satu lubang yang sekarang kita kenal dengan nama lubang buaya.

Film ini juga menampilkan pergantian rezim pemerintahan Indonesia dari Presiden Soekarno ke Soeharto menurut versi pemerintahan Orde Baru. Film ini menggambarkan gerakan G30S PKI sebagai gerakan kejam yang telah merencanakan setiap langkah dengan terperinci. Menggambarkan sukacita dalam penggunaan kekerasan yang berlebihan dan penyiksaan terhadap para jenderal seolah menunjukkan bahwa PKI ini bukan manusia.

Selain para Jenderal, PKI juga membunuh tokoh agama, para santri, umat Islam lainnya yang sedang melaksanakan sholat subuh. Dengan kata lain masyarakat biasa menjadi sasaran pembunuhan berdarah demi kudeta oleh partai kejam ini.

Sejak itu, rakyat Indonesia tetap sepemikiran dalam memandang peristiwa bersejarah tersebut, yakni bahwa Komunisme adalah ideologi yang berbahaya. Ideologi ini tidak mengakui adanya Tuhan. Sering bertindak kejam, sadis, tidak berperikemanusiaan dan menyengsarakan umat manusia. Semua orang trauma terhadap G 30 S/PKI. Karena itu Komunisme layak untuk diberantas hingga ke akar-akarnya.

Dasar Pemikiran Komunisme

Komunisme memang secara nyata memusuhi agama bahkan menganggap agama sebagai candu berawal dari dasar pemikiran mereka yakni materialisme yang menganggap segala sesuatu yang ada di alam ini adalah berasal dari materi atau benda dan akan kembali kepada materi.

Menurut mereka materi ada dengan sendirinya dan tidak ada yang menciptakan. Maka tak ada yang disebut pencipta atau Al Khaliq dan yang diciptakan atau makhluk. 

Hal-hal yang bersifat imaterial atau non material atau yang tidak nampak wujudnya dianggap tidak ada termasuk bagi mereka Tuhan adalah hal yang imaterial. Mereka lupa bahwa manusia memiliki keterbatasan dan sangat bergantung kepada yang lain. Keterbatasan pasti membutuhkan Dzat yang tak terbatas, Dzat yang maha kuasa itulah pencipta alam semesta yaitu Allah Swt.

Semua yang ada di dunia ini  memiliki keseimbangan dan keteraturan harmonisasi dan keindahan yang sangat luar biasa yang tidak mungkin terjadi serba kebetulan. Semua terjadi karena ada sang Maha pengatur sekaligus sang Maha Pencipta atau Al Khaliq Al Mudabbir.

Namun anehnya banyak dari kita tidak sadar jika kehidupan kita  sesungguhnya masih jauh dari keharmonisan keteraturan dan keadilan karena aturan hebat dari Sang Pencipta dan Pengatur tidak kita laksanakan. Karena negara kita menerapkan kapitalisme sekuler yaitu kehidupan yang memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga segala kesempitan hidup ini menimpa kita.

Kapitalisme Juga Berbahaya Bagi Kehidupan

Jika ada rame-rame masalah  G 30 S PKI seharusnya kita juga menolak kehidupan sekulerisme. Pandemi berkepanjangan, korupsi yang masih merajalela, pencurian aset negara, kesehatan mahal, keadilan yang tajam kebawah tapi tumpul keatas dan sebagainya masih terdapat di negeri ini. Semua itu karena diterapkannya sistem kapitalis sekuler di negeri ini.

Kapitalisme adalah ideologi yang merajai sebagian besar negara di dunia. Dengan akidah sekuler (pemisahan agama dengan kehidupan) kapitalisme berhasil melenggang di negeri ini. Hampir seluruh aturan berpijak dari kapitalisme. Meski dinafikan, berbagai macam kebijakan telah menunjukkan arah yang demikian.

Sebut saja pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA). Eksploitasi secara besar-besaran dan menyerahkan kepengurusannya kepada asing adalah bukti swastanisasi SDA. Ini adalah ciri ideologi kapitalisme dalam mengelola SDA. Sebagaimana yang terjadi pada Freeport, Blok Tangguh, Blok Cepu, dll. Bahkan, pengelolaan infrastruktur pun dikelola swasta. Maka, dalam ideologi kapitalisme seluruh pengelolaan akan diserahkan pada swasta.

Ideologi kapitalisme, meskipun bertentangan dengan mayoritas agama penduduk ini, pemahamannya tetap diadopsi. Isu kebebasan berekspresi, kebebasan berperilaku, kebebasan kepemilikan, telah menjadi tren tersendiri.

Alhasil muncullah beragam kerusakan. Mulai dari pencemaran lingkungan, rusaknya moralitas bangsa (seks bebas, narkoba, aborsi, tawuran), kemiskinan yang terstruktur, rusaknya akidah masyarakat, hingga goyahnya perekonomian negeri akibat riba.

Namun, kerusakan-kerusakan yang terjadi bukan justru menjadi bahan introspeksi, malah mengokohkan kedudukan kapitalis di negeri ini.

Jika sejarah PKI yang begitu kejam selalu diingat karena pembunuhan dan kebengisan mereka, maka pasti ada kenangan indah yang senantiasa menghiasi peta sejarah dunia kan?

Kegemilangan Khilafah Tak Terbantahkan

Khilafah telah meluaskan dakwah Islam ke ujung dunia timur hingga Nusantara. Pantas pula diingat bahkan dipatri kuat karena kebaikan dan keberkahannya.

Pengakuan atas kegemilangan khilafah pun telah dinyatakan oleh banyak tokoh. Bahkan tokoh non-Muslim sekalipun. Mereka memuji kehidupan indah di bawah naungan Islam.

Para khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa bagi kehidupan dan kerja keras mereka. Para khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapapun yang memerlukan dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti itu belum pernah tercatat dalam sejarah setelah zaman mereka.
(Will Durant, sejarahwan barat, penulis story of Civilization)

Tidak hanya itu, dalam menyebarkan keberkahannya untuk menerapkan syariat Islam, khilafah telah memberi bantuan pada Irlandia sekitar tahun 1847. Bantuan itu dikirimkan ke Irlandia saat terkena musibah kelaparan hebat yang membuat satu juta penduduknya meninggal dunia.

Presiden ke-8 Irlandia yang menjabat pada tahun 1997 hingga 2011 terkait bantuan itu ia berkata Sultan Ottoman atau Khilafah Utsmani telah mengirimkan 3 buah kapal yang penuh dengan bahan makanan melalui pelabuhan- pelabuhan Irlandia. 

Bangsa Irlandia tidak pernah melupakan inisiatif kemurahan hati ini. Ingatan indah kegemilangan ini takkan lekang oleh waktu yang seharusnya banyak kita sebarkan tentang kebaikan dan kegemilangan khilafah.

Dilansir dari republika.co.id (27/2/2020) bahwa pengunjung Museum Dublin dapat menemukan peringatan dan informasi tentang bantuan tak terlupakan dari Turki Ottoman ini, tetapi sebuah plakat di dinding sebuah bangunan pusat Drogheda, diresmikan pada 1995 oleh Wali Kota Alderman Godfrey dan Duta Besar Turki untuk Irlandia, Taner Baytok, berbunyi, "The Great Irish Famine tahun 1847 - Untuk mengenang dan mengakui kemurahan hati rakyat Turki terhadap rakyat Irlandia."

Selama kunjungan 2010 ke Ankara, Presiden Irlandia saat itu Mary McAleese menyatakan terima kasih rakyat Irlandia atas bantuan tersebut, mengatakan bahwa orang-orang Drogheda telah "memasukkan ke dalam lambang mereka lambang indah Anda sendiri, bulan sabit indah dan bintang, dan mereka ada di sana hingga hari ini. "

Seseorang memang dapat melihat lambang bulan sabit Turki dan bintang di seluruh kota. Dan yang paling terkenal di lambang tim sepak bola lokal, Drogheda United.
Terlepas dari plakat rasa terima kasih di pusat kota, bulan sabit dan bintang diukir pada batu dan dilukis di dinding.

Hanya Islam

Jika pada faktanya baik Sosialisme-Komunisme maupun Kapitalisme sama-sama berbahaya, lalu mengapa kita tidak segera berpaling pada ideologi (mabda) Islam yang nyata-nyata bersumber dari sang Pencipta, Allah SWT, dan telah terbukti selama berabad-abad menjadi rahmatan lil alamin? Apalagi Allah SWT telah berfirman:

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Inilah jalan-Ku yang lurus. Karena itu ikutilah oleh kalian jalan itu dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan lain yang dapat menyimpangkan kalian dari jalan-Nya. Demikianlah Allah memerintahkan hal itu kepada kalian agar kalian bertakwa (QS al-Anam: 153).[]

Oleh: Nabila Zidane, Forum Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban

Posting Komentar

0 Komentar