TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Menumbuhkan 'Habit' Berjilbab Bukan Pemaksaan



Baru baru ini ramai diperbincangkan mengenai adanya pandangan bahwa anak-anak yang dipakaikan jilbab sejak dini oleh orangtuannya adalah sebuah bentuk “paksaan”, sehingga akan membuat si anak tidak dapat memilih apa sebenarnya yang ia kenakan. Hal ini bermula dari cuitan akun twitter @dw_indonesia pada tanggal 25 sept 2020. Salah satu narasumber dalam sebuah konten videonya menyampaikan bahwa anak-anak harusnya dibiarkan menjadi siapapun dan apapun, tanpa ia harus khawatir akan merasa menjadi ekslusif dan berbeda dengan apa yang dipakainya (jilbab) sontak saja pembahasan ini menuai berbagai reaksi dari masyarakat. Ada yang pro dan kontra. Lalu seperti apakah harusnya seorang muslim menanggapi hal ini.

Kewajiban menutup aurat dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 59: “ Hai Nabi, katakankan kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang beriman: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Menutup aurat adalah kewajiban semua muslimah yang sudah baligh. Yaitu menutup rambutnya dengan kerudung dan menutupi tubuhnya dengan jilbab. Walaupun pada kenyataanya, masih banyak muslimah yang sudah baligh masih belum mau menutup auratnya. Lalu kenapa anak kecil yang bahkan belum baligh harus dikenakan kerudung atau sudah dipakaikan jilbab, padahal hukum wajib belum jatuh pada diri mereka.

Hal tersebut semata-mata merupakan salah satu usaha orangtua mengenalkan sejak dini mengenai kewajiban berjilbab, serta membiasakan untuk menggunakannya. Jika sudah dibiasakan sejak dini, akan lebih mudah bagi seorang perempuan ketika kelak ia sudah baligh untuk menutup auratnya. Mengajari anak perempuan untuk berjilbab akan sekaligus memperkenalkannya pada agama dan menumbuhkan kesadaran agar mencintai Sang Pencipta, mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. 

Jilbab (busana muslimah) adalah identitas muslimah, yang membedakan secara tegas antara perempuan beriman dengan perempuan lainnya. Muslimah yang menutup aurat akan medapat pahala, karena ia telah melaksanakan perintah Allah SWT.

Manusia pada dasarnya memiliki kebebasan, minimalnya ia akan bebas untuk berfikir dan berkhayal. Ia akan bebas menentukan apa yang diinginkannya dan apa yang akan dilakukannya. Namun adakalanya kebebasan seseorang dibatasi, sehingga dirinya terpaksa melakukan sesuatu yang sesungguhnya tidak disukai. Contohnya seorang pelajar SMA diwajibkan menggunakan seragam dan bersepatu hitam ketika bersekolah, padahal bisa saja pelajar tersebut ingin menggunakan baju kaos biasa yang nyaman dan  ia tidak mau menggunakan sepatu dengan warna hitam, inginnya menggunakan sepatu warna lain yang ia ia sukai. Namun dengan aturan yang diterapkan sekolah maka pelajar tersebut terpaksa harus menggunakan seragam dan sepatu hitam walaupun ia tidak menyukainya. 

Aturan dan batasan seorang muslim dalam memilih apa yang akan ia lakukan adalah Syariat, yaitu aturan dari Allah SWT yang semua bersumber dari Al-Quran dan hadist. Lalu bagaimana agar anak tidak merasa bahwa ia dipaksakan untuk mengenakan jilbab. 

1). orang tua haruslah menjadi teladan, orangtua sangat berpengaruh bagi anak, karena biasanya anak akan mengikuti apa yang dilakukan orangtuanya. Sebagai orangtua bisa mencontohkan bagaiman menggunakan jilbab dengan baik dan benar. 

2). Biasakan membelikan baju pakaian muslimah atau panjang yang tetap akan nyaman ia gunakan beraktivitas. Biasakan agar anak untuk selalu berpakaian rapi dan sopan. 

3). Membiasakan anak jika ingin pergi keluar dari rumah, baik itu ketika pergi besama keluarganya ataupun hanya sekedar bermain bersama temannya untuk menggunakan jilbabnya. 

4). Tidak memaksanya, ketika anak sedang memakai jilbabnya dan ingin membukanya karena gerah, sebaiknya kita tidak memaksanya agar ia tidak melepasnya. Biarkan ia melepasnya, namun ketika ia sudah merasa nyaman maka kita mulai mengingatkannya lagi untuk menggunakannya. Tentunya dengan bahasa yang baik tidak memaksa. 

5). Dengan bertambahnya usia, tanamkan pemahaman bahwa berjilbab adalah wajib bagi muslimah.

Membiasakan anak berjilbab memang harus sejak dini. Agar menjadi kebiasaan dan menumbuhkan kesadaran dalam menutup aurat dapat terbawa hingga anak dewasa. Semua itu dimulai dari orangtuanya, bagaimana ia akan istiqomah dalam mendidik dan menanamkan aqidah dan akhlaq pada anak. Ketika masih kecil anak akan mudah orangtua bimbing dan arahkan, ditunjukan mana yang baik dan tidak. Semakin Karena jika anak mulai dewasa anak akan mulai sulit diarahkan, sehingga jika kita tanamkan aqidah sejak dini maka itu akan menjadi pondasi kuat membentuk karakternya ketika sudah dewasa. Wa allahu a’alam bisshawab.[]

Oleh: Dewi Lina Aprianti

Posting Komentar

0 Komentar