TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Mayat Hidup Demokrasi




Demokrasi adalah mayat, dia ada tapi tidak hidup
Demokrasi harus segera dikubur dalam
Supaya bau busuknya tidak mencemari kehidupan

Bilangnya dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat
Tapi sukanya menyokong dan membela konglomerat
Demokrasi adalah mayat
mengikutinya membuat sekarat

Kebutuhan rakyat menjadi melarat
Pendidikan kesehatan seolah berat
Hidup tertatih tatih melawan gelap
Karena bingung tak bisa bersikap
 
Omnibus law melenggang menyeramkan
Hati mencelos utamanya para karyawan
Pekerja dan buruh yg merasa dipinggirkan
Karena tuan cukong telah berpesan
Sungguh demokrasi omong kosong dan bertuan 

Si dia mengajak bersabar 
Tetap berbaik sangka dan tidak gusar
Biarkan hidup mengalir bagai air
Lupa bahwasanya air selalu mengalir ke rendahan
Kezaliman merajalela dalam keseharian, oleh jaman rusak sistem buatan
Akal lemah terbatas dan kurang

Tapi anehnya masih banyak yg memperjuangkan
membela dan mempertahankan
Bilangnya ini sistem yang universal
Bisa diterima semua kalangan
Dan selalu menjaga perbedaan

Tak peduli itu hanya pepesan kosong yang tak menjanjikan
Kecuali kesengsaraan dan murka Tuhan
Adanya hanya menduakan-Nya 
Dengan berkata agama tak perlu turut campur dalam kehidupan
Nyatanya kerusakan terjadi di mana mana
Tak terbendung dan tak terelakkan

Bilangnya kita harus bermusyawarah karena demokrasi
Bukan karena ajaran Islam
Bilangnya kita harus toleransi karena itu demokrasi
Bukan karena perintah Tuhan
Kita harus begini dan begitu karena norma
Bukan karena agama mengajarkan
Lama lama kita bilang tak butuh agama
Karena norma sebagai kaca penilaian

Demokrasi keterlaluan dan tidak ada kenyataan
Jangan tertipu dan tersilau mensakralkan
Campakkan dan buang jauh dari kehidupan
Karena sudah saatnya kembali pada aturan Islam
Yang berasal dari Dzat Yang Maha Penyayang
Yang mengerti hakikat kebahagiaan

Oleh: Rahmi Ummu Atsilah

Posting Komentar

0 Komentar