TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Khilafah Melindungi Remaja dari Seks Bebas



Seorang ibu pingsan setelah mengetahui anaknya terjaring razia satpol P kota Tangerang. Sang ibu syok, tak menyangka bahwa anaknya menjual diri. Ia ingin membantah hal tersebut. Namun barang bukti berupa alat kontrasepsi dari tas putrinya tak terbantahkan (bogor.tribunnews.com, 05/10/2020).

Bersama si anak, Satpol-PP Kota Tangerang menggrebek 11 pasangan remaja yang diduga berbuat mesum di hotel RedDoorz di kawasan Parung Serab, Ciledug (detik.com, 05/10/2020). Karena covid, Satpol-PP langsung menyerahkan remaja-remaja tadi kepada orang tuanya untuk dibina.

Potret generasi saat ini memang sangat memprihatinkan. Berbohong mengerjakan konten YouTube bersama teman, ternyata melacurkan diri. Ada lagi yang sudah dilarang, tapi tetap membangkang dan menjual diri. Mereka membentuk komunitas, kenal di aplikasi MiChat, janjian ketemu di hotel, mengatur strategi untuk melayani pelanggan. Benar-benar miris.

Masa depan seperti apa yang akan dibangun oleh generasi berotak mesum? Setiap sudut negeri akan menjadi lokalisasi terbuka melampiaskan nafsu bejat manusia. Kondisi seperti ini jelas takkan mampu mengantarkan manusia menuju peradaban gemilang.

Baik dan rusaknya generasi dipengaruhi oleh sistem hidup yang melingkupinya. Sekulerisme, memisahkan antara agama dan kehidupan merupakan asas dari sistem hidup manusia saat ini. Sistem demokrasi kapitalisme menancapkan asas ini untuk mengatur urusan manusia.

Jaminan kebebasan dalam sistem demokrasi berpotensi merusak manusia. Agama ditinggal di atas sajadah, di dalam masjid, di lingkaran tasbih. Ketika beraktivitas, manusia berbuat sekehendak hati dengan standar manfaat. Parahnya, orientasi materi menjadi goal hidup manusia di sistem demokrasi kapitalisme ini.

Walhasil, manusia membuat aturan hidup sendiri. Aturan hidup yang tak mampu menyelesaikan problem hingga tuntas. Tersebab keterbatasan akal manusia dalam menjangkau hakikat.

Problem seks bebas di kalangan remaja pun tak pernah bisa selesai. Faktor ketakwaan individu yang kurang, semakin minimalis dengan kurangnya kontrol dari masyarakat. Dan diperparah oleh aturan tak tegas dari negara.

Operasi razia menunggu laporan dari masyarakat. Terkadang sukses, terkadang bocor hingga tak menjaring satupun pelaku. Ketika terjaring, hanya dibuat surat keterangan untuk dibina di panti sosial atau dikembalikan kepada orang tua. Alasannya masih di bawah umur. Padahal sudah bisa hamil dan menghamili, alias baligh. Tak ada efek jera, tak tuntas mengusut akar masalah.

Bertebarannya konten pornografi pornoaksi. Dibukanya akses penyaluran nafsu seksual, membuat manusia miskin iman akan terjebak dalam lembah prostitusi. Media massa tetap mengorbitkan artis dengan track record pezina, membuat remaja ingin mengikuti jejak sang artis yang bertaburan kekayaan. Lengkap segala hal yang membuat remaja terpuruk.

Khilafah sebagai Solusi

Membangun peradaban gemilang dimulai dengan menyiapkan generasi pengisi peradaban. Perlu ada perubahan sistem yang fundamental untuk menyelamatkan generasi.

Asas sekuler yang rusak diganti dengan aqidah Islam yang mengembalikan manusia pada hakikat penciptaannya. Baik secara individu, masyarakat ,maupun negara.

Satu-satunya negara yang mau menjadikan Islam sebagai asas hanyalah Khilafah. Khilafah akan menciptakan suasana keimanan di dalam negeri dengan penerapan Islam secara kaffah di setiap sistem kehidupan.

Sistem pendidikan di negara Khilafah bertujuan membentuk manusia yang berkepribadian Islam. Menanamkan aqidah dengan kuat sehingga terbentuk pola pikir dan pola sikap yang utuh dan stabil. Pribadi yang meletakkan tujuan hidupnya hanya untuk Ridha Allah.

Tsaqofah Islam, sains dan teknologi, juga skill hidup diberikan lengkap oleh sistem pendidikan khilafah. Berbekal pendidikan di sistem khilafah, secara individu telah mumpuni. Khilafah memberikan fasilitas pendidikan secara lengkap dengan pelayanan yang murah bahkan gratis.

Khilafah juga memberikan apresiasi luar biasa kepada penulis. Tentu karya tulis yang bermanfaat bagi kehidupan. Jenis apresiasinya ditentukan oleh Khalifah. Pernah ada Khalifah yang memberi emas seberat buku yang telah dikarang.

Ini akan memberikan suasana belajar dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Hingga tak sempat para pelajar membuang waktu percuma bahkan mengisi dengan kegiatan unfaedah.

Sistem sosial dalam negara khilafah, diatur sebagaimana syariat mengatur pergaulan manusia. Diupayakan agar perempuan dan laki-laki tidak bercampur baur kecuali pada kondisi yang diperbolehkan oleh Syara'. Ketika berada di ruang publik, laki-laki dan perempuan wajib menjaga pandangan dan menutup aurat. Khusus wanita, ditambah dengan jilbab.

Sistem informasi dan teknologi difungsikan untuk mendakwahkan Islam dan memberi informasi yang benar kepada masyarakat. Mendakwahkan kebesaran dan keagungan Islam dan Khilafah. Tak dibuka akses untuk berita hoax dan aplikasi unfaedah serta video merusak akal. Ini akan memutus mata rantai pikiran mesum karena tak ada pemicu eksternalnya.

Sistem ekonomi Islam memastikan khilafah mengatur prinsip kepemilikan yang diijinkan oleh Syara'. Kepemilikan individu yang didapat dengan bekerja, mewajibkan khilafah menyediakan lapangan pekerjaan yang layak dan manusiawi pada warga negara. Sehingga para kepala rumah tangga bisa dengan tenang mencari nafkah serta mencukupi kebutuhan rumah tangganya.

Jika pun setelah bekerja tetap tak mencukupi, negara akan membuka keran zakat dari yang mampu untuk disalurkan kepada fakir dan miskin. Hukum zakat dalam Islam adalah wajib. Maka negara juga telah menyediakan sanksi bagi yang tak membayar zakat.

Adapun kepemilikan umum, seperti sumber daya alam, jalan, laut, sungai, dan hutan. Negara akan mengelola untuk dapat bermanfaat bagi masyarakat. Dikelola dan dikembalikan dalam bentuk penyediaan layanan publik yang manusiawi serta gratis. Diantaranya adalah fasilitas kesehatan, pendidikan, transportasi, infrastruktur, dan energi.

Sudah sedemikan lengkap jaring pengaman sosial dari khilafah. Sehingga jika ada yang seks bebas atau berzina dengan alasan motif ekonomi, tentu takkan dibenarkan. Dan sudah dibuat benteng sedemikian kokoh di segala sistem kehidupan untuk mencegah terjadinya seks bebas. Maka, jika ada yang melanggar lagi akan diberi sanksi yang tegas dari khilafah.

Sistem sanksi dalam Islam mempunyai efek mencegah dan menebus. Mencegah orang lain untuk melakukan kemaksiatan yang sama. Menebus dosa akhirat atas kemaksiatan yang dilakukan. Bagi pelaku seks bebas, akan didera atau dicambuk sebanyak 100 kali di depan khalayak ramai tanpa ada rasa toleransi atas kemaksiatanya.

Demikian apiknya syariat Islam dalam bingkai khilafah mencegah perilaku seks bebas. Ini yang akan mencegah remaja dari kerusakan dan mengantarkannya menjadi generasi gemilang pengisi peradaban mulia. Wallaahu a'lam. []

Oleh: Yasmin Ramadhan
(Komunitas Muslimah untuk Peradaban)a

Posting Komentar

0 Komentar