TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Ketua Serikat Buruh: UU Cipta Kerja tidak Pro Buruh




TintaSiyasi.com-- Dianggap pemerintah terburu-buru mengesahkan UU Cipta Kerja Omnibus Law, Ketua Serikat Buruh periode 2001-2020 Kholifah menilai UU tersebut tidak pro buruh. “Jelas UU Cipta Kerja ini sudah tidak berpihak pada buruh,” ujarnya dalam Forum Grup Discussion BMIC  Jember dengan tema“Sah! Omnibus Law Cipta Kerja, Bukti Hipokrit Demokrasi”, Senin (12/10/2020) secara daring.

Kholifah bersama Serikat Buruh jauh sebelumnya sudah melakukan demonstrasi secara nasional, tetapi aspirasi dari aksi mereka tidak pernah didengar. “UU Cipta Kerja lahir dengan dalih untuk investasi dan lapangan kerja. Nah hal itu yang seperti apa? Padahal, dalam UU 2013 tentang ketenagakerjaan masih efektif dijalankan?,” ungkapnya.

Menurutnya, jika dalam UU 2013 tentang ketenagakerjaan saja sudah banyak dilakukan penyelewengan. Ia mempertanyakan, alasan pemerintah membuat UU Ketenagakerjaan yang baru (baca: UU Cipta Kerja) yang  tidak jelas antara subyek dan programnya. 

“Justru hal ini menjadi masalah baru antara pengusaha dan buruh, dengan disahkanya UU Cipta Kerja ini, bahkan tenaga kerja asing akan mudah masuk dalam perusahaan,” bebernya.

Menurutnya, UU lahir bukan untuk buruh akan tetapi untuk pengusaha yang menguntungkan para investor. Ia mengatakan, dalam UU Cipta Kerja ini PHK (Pemutusan Hukum Kerja) bisa dilakukan sepihak oleh perusahaan jika buruh mendapatkan kesalahan. 

“Jika sebelumnya ada peringatan terlebih dahulu ada SP1, SP2, dan SP3. Jka UU yang baru ini langsung masuk SP3 tanpa melalui rentetan, bahkan juga tidak ada sanksi pidana bagi perusahaan," pungkasnya.[]


Reporter: Ani Zahra
Editor: Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar