TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Ketua LBH Pelita Umat Ungkap Bahaya dari Lembaga yang Bakal Terbentuk dari UU Omnibus Law

Foto: Ketua LBH Pelita Umat Chandra Purna Irawan, S.H. M.H. 


TintaSiyasi.com-- Ketua LBH Pelita Umat Chandra Purna Irawan, S.H. M.H. ungkap skenario berbahaya dari lembaga baru yang nantinya terbentuk dari UU Omnibus Law bab X Ciptaker yang baru disahkan DPR. 

"Berdasarkan Bab 10 tentang investasi, RUU Omnibus Law ini akan melahirkan lembaga baru yang berbadan hukum, lembaga baru tersebut bernama Lembaga Pengelola Investasi (LPI)," tuturnya kepada TintaSiyasi.com Selasa, (6/10/2020).

Investasi pemerintah pusat yang dilakukan oleh LPI bersumber dari aset negara, aset badan usaha milik  negara, dan/atau sumber lain yang sah. "Aset negara dan aset badan usaha milik negara yang dijadikan investasi pemerintah pusat pada lembaga dipindahtangankan menjadi aset lembaga yang selanjutnya menjadi milik dan tanggung jawab LPI," ungkapnya.

Karena itu, lanjut Chandra, terdapat adanya potensi hilangnya hak pengelolaan negara atas aset-aset dan kekayaan negara dengan berubahnya kata 'aset negara' menjadi 'aset lembaga' dan kata 'kerugian negara' menjadi 'kerugian lembaga'. "Jika aset negara yang dipindahtangankan oleh LPI, aset tersebut tidak lagi disebut sebagai aset negara, tetapi aset lembaga (LPI)," bebernya.

Apabila LPI tidak dapat mengelola investasinya atau mengalami kerugian atau pun mengalami kejadian luar biasa yang menyebabkan kerugian, negara dapat berpotensi kehilangan aset-asetnya. "Apabila kerugian tersebut hanya disebut kerugian lembaga, maka negara berpotensi kehilangan hak penguasaan terhadap aset-aset tersebut," tandasnya.

"Maka hal tersebut dapat dinilai bertentangan dengan UUD 1945," pungkasnya.[] Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar