TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Kejahatan PKI Itu Nyata, Mengapa Diingkari?



Pernyataan Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang mengaku mengendus kebangkitan PKI, terus menuai kontroversi. Salah satunya, ketua DPP Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago mengatakan ada hal membahayakan bagi negara dibanding ketakutan Gatot Nurmantyo terhadap PKI gaya baru.

Menurutnya,  saat ini yang membahayakan negara  adalah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang ingin mengganti Pancasila. (Gelora. co, 27/9/2020)

Hal ini dikatakan Irma menanggapi isu kebangkitan PKI gaya baru sebagaimana disampaikan Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo menjelang peringatan pengkhianatan G30S PKI, 30 September.

"Pertama saya mau bilang bahwa saat ini yang berbahaya bagi bangsa dan negara ini adalah ormas-ormas yang ingin mengganti pancasila," kata Irma kepada jpnn. com, Sabtu (26/9).

Walaupun tidak secara eksplisit menyebut nama ormas. Namun ia mengatakan ormas-ormas tersebut sama berbahayanya dengan PKI, karena dengan mengganti Pancasila berarti juga tidak mengakui Bhinneka Tunggal Ika. Saat ini hampir tidak ada lagi negara yang menganut sistem komunis kecuali Korea Utara dan China.

Selain itu, dilansir Pikiran Rakyat (28/9) Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean juga melontarkan sindiran keras terhadap pihak-pihak yang masih mempercayai isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI), dalam hal ini kemungkinan besar sindiran tertuju pada salah satu deklarator KAMI, Gatot Nurmantyo.

Secara gamblang, ia pun menyebut bahwa PKI merupakan masa lalu dan tinggal sejarah, bahkan pengungkapan sejarah PKI pun masih tidak jernih. 

"PKI masa lalu dan tinggal sejarah. Itupun tidak jernih sejarahnya hingga sekarang, apakah kudeta pada Penguasa atau kudeta pada Pancasila," cuit Ferdinand dalam akun Twitter miliknya, seperti dilihat PikiranRakyat-Cirebon. com pada Senin, 28 Senin 2020.

Untuk itu, ia meminta masyarakat lebih peduli pada ancaman nyata saat ini adalah kaum intoleran seperti Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan Hizbut Tahrir (HT).

"Hanya orang bodoh bebal yang lebih takut dan kuatir pada masa lalu yang sudah mati daripada masa depan yang nyata-nyata terancam oleh kaum intoleran HT, ISIS, ALQAEDA," pungkasnya menutup kicauan.

Amat disayangkan, para politisi tersebut gampangnya menjustifikasi dan membuat pernyataan yang bertentangan dengan realitas sejarah. Seolah siapa saja yang punya pandangan dengan mereka adalah bodoh. 

PKI tidak akan mati terkubur oleh sejarah, namun  ideologi mereka trus berkembang. Cina bukanlah sosialis  semu, namun merangkul kapitalisme untuk  mencengkram dunia. Menabur jerat utang dan mendikte negara-negara agar masuk perangkap mereka.

Pahami bahwa, ideologi  yang kokoh musti diusung oleh negara seperti Cina dan Korea tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka jelas ada dan sifat dari sebuah ideologi pasti berkembang, tapi rezim hari ini tidak memahami ancaman tersebut malah, merangkul dan menyambut mereka dengan karpet merah di negeri ini.

Mustinya,  para politisi  intropeksi diri, pandailah melihat mana teman dan mana lawan. Mana yang patut dimusuhi dan mana yang musti  dirangkul. Bukan mencurigai dan menakut-nakuti dengan ormas-ormas  yang jelas keberadaannya dan diakui oleh pemerintahan yang sah. Itu jelas fitnah.

Maka, jangan lagi menabuh genderang, apalagi menyebut-nyebut nama HT. Mereka diakui dan bukanlah ormas yang bertentangan dengan Pancasila, juga tak patut membandingkannnya dengan komunis yang jelas terlarang dalam konstitusi negara ini.

Jika ingin membuat perbandingan tunjukkan dengan cara yang tepat. Apel vs apel, bukan apel vs Parasit. Menghukumi sesuatu musti jelas fakta dan datanya, juga perlakukan dengan cara yang adil. Jika ingin membela PKI jangan fitnah ormas-ormas yang legal dan sudah sesuai Pancasila.

Apalagi menghukumi bahwa ormas tersebut ingin mengganti ideologi Pancasila dan tidak mengakui Bhineka Tunggal Ika. Ini sungguh menggelitik, apalagi menyebutkan, HT. Apakah ormas ini pernah melakukan kerusuhan, korupsi, jual aset negara, menipu rakyat, kongkalingkong dengan musuh negera? 

Oleh karena itu, stop fitnah dan tuduhan yang tidak mendasar yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan di negara ini. Sebab HT hanyalah berjuang untuk membangkitkan kembali umat Islam dari kemerosotannya yang sangat parah; membebaskan umat dari ide-ide, sistem, serta perundang-undangan   dan hukum-hukum yang tidak berasal dari Islam; serta membebaskan kaum Muslim dari kekuasaan dan dominasi negara-negara imperialis juga ideologi yang bertentangan dengan Islam,  seperti Komunis. 

Mereka hanya berdakwah untuh meraih Ridho Ilahi,  sesuai dengan firman Allah,  Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyerukan  kebaikan  (Islam) serta melakukan amar makruf  dan nahi mungkar. Merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran [2]: 104). 

Wallahu'alam bis showab.[]

Oleh: Zenia Rumaisya
(Institut Kajian Politik dan Perempuan)


Posting Komentar

0 Komentar