TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Islam adalah Ideologi yang Mengatur Seluruh Kehidupan




TintaSiyasi.com-- Menanggapi pengesahan UU Cipta Kerja Omnibus Law yang menimbulkan penentangan dari berbagai pihak, Ketua Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa Dr. Ahmad Sastra, M.M. menyebutkan bahwa pengelolaan negara semestinya diatur dengan Islam karena Islam memiliki aturan-aturan yang sempurna untuk mengatur seluruh aspek kehidupan.

"Islam adalah sempurna, maka aturan-aturannya meliputi seluruh aspek kehidupan termasuk ketenagakerjaan, pendidikan dan sosial budaya. Itu karena Islam memberikan kesempurnaan aturan. Dalam konteks ini, Islam adalah sebuah ideologi yang mengatur kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara," tuturnya dalam acara Forum Grup Diskusi #7: Menimbang Dampak Omnibus Law, Sabtu (10/10/2020) di kanal YouTube Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa.

Menurutnya, pengelolaan negara jika menyimpang dari aturan-aturan Allah maka yang akan terjadi adalah kehancuran demi kehancuran. "Maka dalam Forum Doktor ini hadir di tengah masyarakat Indonesia semata-mata demi cinta kami kepada negeri ini karena Allah. Jadi, Allah sudah menurunkan aturan-aturan di dalam kehidupan. Bahkan kehidupan yang paling kecil sampai kehidupan bernegara," ujarnya.

Ia menilai tidak tepat kemudian mempersoalkan apakah Pancasila itu ideologi atau bukan karena faktanya memang dia tidak melahirkan sebuah sistem aturan yang terukur. "Tetapi kapitalisme adalah jelas sebuah ideologi karena sistem ini melahirkan aturan-aturaņ di semua aspeknya. Ciri sebuah ideologi itu adalah sistem pemikiran yang melahirkan sistem aturan, bahkan mengatur sebuah negara. Kemudian dia punya energi untuk disebarkan ke seluruh dunia. Itulah ciri-ciri sebuah ideologi," jelasnya.

Menurutnya, kapitalisme adalah sebuah ideologi yang dipelopori oleh Amerika. Tidak ada BUMN, semua diserahkan kepada swasta. Soal kepemilikan ini, kapitalisme sangat berkaitan erat dengan membebaskan kepemilikan. "Sumber daya alam ini boleh dimiliki oleh individu yang disebut privatisasi. Privatisasi ini atas nama investasi. Ini adalah bahasa saja. Bahasa-bahasa indah," bebernya.

Ia beserta anggota Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa juga selalu mengingatkan kepada masyarakat dan negeri ini bahwa negeri ini sesungguhnya adalah terjajah. "Bahkan sejak zaman dahulu, sejak rezim-rezim terdahulu itu sebenarnya terjajah," pungkasnya.[] Achmad Mu'it

Posting Komentar

0 Komentar