Dr. Fahmi Lukman: Pentingnya 'Intellectual Honesty'



TintaSiyasi.com- Direktur of Institute Islamic of Analysis and Development INQIYAD Dr.Fahmi Lukman, M.Hum menilai pentingnya intellectual honesty bagi seorang intelektual dalam merespon penghapusan ajaran Islam radikal dan pengarusutamaan islam moderat dalam mata pelajaran agama oleh Kementerian Agama.

"Diskusi ini penting sebagai respon kita terhadap kondisi yang terjadi, dan berharap pembahasan ini tetap menggunakan satu poin yang penting yaitu intellectual honesty atau kejujuran intelektualitas," tuturnya dalam acara Live FGD: Penghapusan Ajaran Islam Dalam Mata Pelajaran Agama, Ada Apa? Sabtu (10/7/2020), di kanal Youtube Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa.

Menurutnya, kejujuran intelektualitas yaitu memandang Islam dan sejarah Islam pada masa yang lalu dengan cara pandang yang baik dan benar, dan bukan dengan cara pandang kapitalisme, sekularisme, liberalisme dan isme-isme yang lain.

"Konten-konten yang sebenarnya itu ajaran dari agama Islam tentu saja harus disajikan dengan cara yang baik dan benar, dengan sudut pandang tetap Islam bukan sekularisme maupun liberalisme. Sebab jika berubah dalam memandang ajaran Islam, kita khawatir dalam menerjemahkan Islam  cenderung nanti menjadi salah," ujarnya.

Ia menilai orang yang menggabungkan antara semua aspek dan kemudian memberikan solusi terhadap problematika masyarakat adalah seorang intelektual. "Jadi, intelektual adalah orang yang mencoba membentuk lingkungannya dengan gagasan-gagasan analistis dan normatifnya, " jelasnya.

Dalam menyikapi aspek-aspek yang digagas oleh kementerian agama, menurutnya bukan menghilangkan tentang ajaran jihad dan ajaran-ajaran yang baik di dalam Islam. Bukan itu yang dia lihat di dalam perubahan tersebut. Tapi yang diubah itu adalah kontennya, sementara aktivitas itu masih ada.

"Tetapi, ketika itu dikemas dalam cara pandang sekularisme, pluralisme dan liberalisme, maka tentu ajaran Islam yang sangat mulia akan sangat besar dimaknai berbeda," pungkasnya.[] Achmad Mu'it

Posting Komentar

0 Komentar