Direktur Inqiyad: Tinggalkan Kapitalisme, Terapkan Islam!


Tintasiyasi.com-- Direktur Institute Islamic of Analysis and Development (Inqiyad), Dr. Fahmi Lukman, M.Hum., mengajak seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia untuk meninggalkan sistem demokrasi kapitalisme yang melahirkan UU Omnibus Law dan mengambil Islam sebagai solusi dalam memecahkan problematika umat.

"Tinggalkan kapitalisme! Karena saya sebagai seorang Muslim, maka saya akan menyatakan bahwa solusinya adalah Islam," tuturnya dalam acara Live FGD FPMPB ke-8: Omnibus Law dalam Pandangan Ideologis, Membaca Ulang Masa Depan Bangsa, Sabtu (24/10/2020), di kanal Youtube Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa.

Ia menilai Islam bukan sekedar agama yang mengurus ibadah ritual, zikir, doa, shalat, shaum dan haji. Tapi menurutnya, Islam punya konsepsi di dalam mengatur kehidupan dan konsepsi adalah aqidah Islam. 

"Konsepsi itu berlandaskan keimanan kepada Allah Swt yang mengikat setiap orang. Setiap orang dipandu perilakunya oleh nilai-nilai Islam. Karena setiap orang akan dimintai pertanggungjawabannya. Bukan sekedar di dunia tetapi juga di akhirat," ujarnya.

Menurutnya, kalau seorang hakim atau jaksa memutuskan dan menuntut hukum kemudian curang dan melakukan abuse of power, maka bisa jadi di dunia dia lolos, tetapi jangan lupa setiap manusia pasti akan mati. "Setelah kematian itulah, Allah Swt mengatakan, bahwa setiap manusia akan membaca kitab amalannya masing-masing. Dan Allah akan menghisab setiap manusia tersebut tadi. Nah, disitu ada kehidupan abadi yang berikutnya," terangnya.

Lanjut Fahmi, termasuk juga para wakil rakyat, ketika dia memutuskan sesuatu yang dipengaruhi kepentingan pribadi atau kepentingan kelompok tertentu atau kepentingan yang tidak memihak rakyat, maka para wakil rakyat itu akan mati dan dimintai pertanggungjawaban. 

"Aqidah Islam akan memandu kita untuk jujur, lurus dan konsisten membela yang benar, yang halal, meninggalkan yang haram dan kemaksiatan," ujarnya.

Selain itu, menurutnya Islam memiliki underlying system yakni cara agar sistem itu diberlakukan. Islam memiliki sistem ekonomi, sosial, politik dan sistem yang mengatur masyarakat dan negara.

"Oleh sebab itu, saya menawarkan Islam sebagai nilai ideologi, bukan sebatas aqidah tetapi juga ada underlying system yang dijalankan oleh pemimpin amanah yang terikat dengan nilai-nilai yang terdapat dalam Islam," pungkasnya.[] Achmad Mu'it

Posting Komentar

0 Komentar