TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Cendekiawan Muslim Menilai UU Cipta Kerja Lebih Mengakomodasi Kepentingan Pemilik Modal



TintaSiyasi.com-- Pengesahan UU Cipta Kerja menuai penolakan berbagai kalangan masyarakat, Cendekiawan Muslim Ustaz Ismail Yusanto menilai UU Cipta Kerja memang lebih mengakomodasi kepentingan pemilik modal.

"Jelas sekali bahwa UU ini memang dibuat untuk lebih mengakomodasi kelompok pemilik modal," ujarnya dalam Diskusi Online Media Umat "Omnibus Law: Sungguh Cilaka", Ahad (11/10/2020) di Kanal Youtube Media Umat. 

Ia menganggap pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja ini melanggar UU No.12 tahun 2011 tentang mekanisme pembentukan peraturan perundang-undangan, karena hingga saat disahkan UU itu bahkan belum selesai dibahas tim perumus.

"Nah, bila demikian kita melihat sebenarnya ini adalah bukti yang sangat nyata telah menganulir pasal yang sebenarnya sangat berpihak kepada kepentingan bangsa dan negara menyangkut PKP2P," ungkapnya.

Menurutnya, hal wajar kalau kemudian publik mengambil kesimpulan bahwa UU Cipta Kerja dibuat untuk kepentingan oligarki pendukung rezim. "Melihat poin-poin yang sangat memudahkan pihak pengusaha tadi itu saya kira sangat beralasan gitu," bebernya.

Lebih lanjut, Ismail mengatakan hal ini menjadi alarm yang sangat berbahaya, karena kedaulatan yang disebut-sebut berada di tangan rakyat sudah tidak ada lagi.

"Demokrasi kedaulatan di tangan rakyat itu telah bergeser menjadi korporatokrasi (kedaulatan di tangan pemilik modal) yang itu akan membawa negara kita itu menjadi apa yang disebut corporatocrationstate," ujarnya.

Menurutnya, jika hal ini dibiarkan maka cita-cita negara untuk melindungi seluruh tumpah darah rakyat hanyan akan menjadi angan-angan belaka.[] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar