TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Buku Karya Felix Siauw Dipersekusi, Ada Apa?


Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah mengkritik keluarnya intruksi Dinas Pendidikan dari Kepulauan Bangka Belitung, yang mewajibkan para siswa SMA/SMK untuk membaca dan merangkum buku karya Felix Siauw berjudul Muhammad Al Fatih 1453. Karena penulisnya adalah tokoh HTI, ormas yang sudah dibubarkan oleh pemerintah. Menurutnya wajar instruksi ini menjadi kontroversi. Sebab gampang sekali diduga oleh orang banyak, bahwa buku ini merupakan bagian propaganda terselubung dari pengusung ideologi Khilafah.

Masih banyak tokoh masa lalu yang bisa diteladani dan lebih wajib dibaca oleh para siswa. Seperti Pangeran Diponegoro, Teuku Umar, Ir. Soekarno, KH. Hasyim Asy'ari, dan lainnya. Dia pun mengingatkan para ASN untuk mentaati UU Nomor 5 Tahun 2014, tentang kewajiban taat dan patuh pada Pancasila. (republika.co.id, 3/10/2020)

Padahal instruksi itu bertujuan untuk meningkatkan minat tulis dan baca generasi muda dan masyarakat daerah Babel dinilai masih rendah minat baca dan tulisnya.

Sultan Muhammad Al Fatih sendiri adalah tokoh yang berhasil menaklukkan konstantinopel pada saat usianya masih 21 tahun. Al Fatih bahkan sudah diangkat menjadi Sultan ketika usianya baru menginjak 12 tahun. 

Al Fatih memiliki pasukan khusus yang hafiz alquran dan didik dengan displin ilmu. Al Fatih mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, sains, matematika serta menguasai berbagai macam bahasa seperti Bahasa Yunani, Latin, Persia, dan Bahasa Arab.

Istimewanya lagi beliaulah yang dikabarkan Nabi Saw. sebagai panglima terbaik, dan pasukannya pasukan terbaik. 

“Sesungguhnya akan dibuka Kota Konstantinopel, sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin saat itu, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan perang saat itu.” (HR. Imam Ahmad 4/235, Bukhori 139).

Beliaulah yang berhasil meraih bisyarah Rasulullah Saw setelah ratusan tahun berlalu. Bukankah buku luar biasa ini dapat menginspirasi generasi Muslim negeri ini disaat mereka sekarang kering kerontang akan adanya sosok idola?

Namun hanya karena membaca nama penulis bukunya yaitu Felix Siauw, maka buku ini langsung dianggap berisi propaganda khilafah, padahal bisa jadi mereka yang melarang belum membaca buku tersebut secara utuh.

Khilafah Ajaran Islam

Khilafah itu ajaran Islam, hal ini jelas tersebut di buku materi pelajaran Madrasah Aliyah kelas 12 yang pernah diterbitkan resmi oleh Kementerian Agama. Hukumnya fardhu kifayah, lalu setelah puluhan tahun materi itu diajarkan kenapa sekarang dipersoalkan?

Sesuatu yang sangat aneh khilafah yang jelas merupakan bagian dari ajaran Islam begitu ditakuti malah disetarakan dengan komunisme, sementara sekularisme termasuk di dalamnya kapitalisme dan sosialisme yang jelas dinyatakan haram oleh fatwa MUI justru dibiarkan saja.

Rezim Memperturuti Agenda Barat

Kita semua tau narasi radikalisme sering dikaitkan dengan Khilafah. Padahal segala persoalan yang tengah menimpa negeri ini, misalnya pandemi yang tak kunjung berakhir, hutang(riba) negara yang semakin menggunung, kasus korupsi, peningkatan kriminalitas, maraknya pornoaksi dan pornografi, aborsi, LGBT, apakah semua itu terjadi karena khilafah? 

Isu radikalisme ini tak lebih memperturuti agenda Barat setelah tak sepenuhnya berhasil menghentikan laju kebangkitan Islam melalui isu War on terrorism lalu barat meluncurkan agenda world on radicalism. Harapannya melalui isu ini, kelompok-kelompok ataupun juga tokoh Islam yang konsisten memperjuangkan Islam kaffah termasuk khilafah bisa dijerat, Inilah yang saat ini terjadi.

Jadi agendanya tak lain adalah untuk menghentikan laju kebangkitan Islam. Karena mereka paham betul bila hal itu dibiarkan, mereka tidak akan bisa lagi melancarkan berbagai kepentingan politik dan ekonomi mereka di negeri-negeri Muslim.

Negeri Muslim yang mengikuti syariah kaffah pasti tidak akan mudah ditundukkan dan akan selalu bersikap kritis terhadap sepak terjang Barat di negeri-negeri Muslim. Tentu saja itu bukanlah hal yang mereka kehendaki. Barat melalui antek-anteknya di negeri Muslim akan berusaha keras menghalangi kebangkitan Islam.

Maka janganlah berhenti dan membiarkan negeri ini semakin dicengkeram asing. Hendaklah ada di kalangan umat Islam khususnya para Ulama hanif untuk senantiasa menyeru(menasehati) kepada pemerintah bahwa kekuasaan sifatnya sangatlah sementara. Sekuat apapun kekuasaan itu walaupun didukung oleh negara asing(adidaya) sekalipun, cepat atau lambat akan berakhir dan apabila kekuasaan itu digunakan untuk menindas Islam dan umatnya, lantas jawaban apa yang akan dikatakannya nanti di hadapan Allah?

Bagi para pejuang syariah dan khilafah, yakinlah bahwa hidup yang terbaik adalah hidup yang didedikasikan untuk Islam. Oleh karena itu, jangan berhenti berjuang meski halangan terus menghadang karena dakwah dari dulu hingga sekarang pasti ada penghalang. Semoga kemuliaan hidup di dunia dan akhirat akan dianugerahkan Allah Swt kepada kalian para pejuang syariah dan khilafah aamiin.[]

Oleh: Nabila Zidane, Forum Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban

Posting Komentar

0 Komentar