TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Bangkitlah Generasi Penakluk Roma!


Undang-Undang Cipta Kerja baru saja disahkan, dan hal ini menuai banyak protes dari semua pihak. Tidak hanya dari serikat buruh saja yang menggelar aksi potesnya, tetapi juga dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). Mereka berencana menggelar demonstrasi hari ini, Kamis (8/10)). “Rencananya tanggal 8 untuk aksi nasional,” ungkap Koordinator Media Aliansi BEM SI Rizky Ramadhani kepada CNNIndonesia.com, selasa (6/10). 

Rizky mengatakan mahasiswa bakal menyuarakan penolakan UU Cipta Kerja yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Slogan mosi tidak percaya juga akan disuarakan kepada pemerintah dan DPR. BEM SI berpandangan pengesahan omnibus law RUU Cipta Kerja menjadi UU adalah simbol matinya hati nurani para anggota dewan. Selain itu mahasiswa juga menilai pemerintah telah gagal menanggulangi pandemi covid-19 yang sudah mewabah selama lebih dari enam bulan ini. 

Pengesahan UU Cipta Kerja bukan hanya menandakan matinya hati nurani para wakil rakyat tersebut, tetapi juga semakin mengukuhkan bahwa pemerintah saat ini hanyalah sebagai ‘jongos’ dari para investor asing dan aseng. Dikarenakan poin-poin yang tercantum didalam undang-undang tersebut lebih memihak kepada para investor asing dibandingkan pekerja lokal atau anak bangsa sendiri.

Sebagai bagian dari anak bangsa, tentu saja hal ini bisa berdampak panjang bagi mereka. Nasib mereka di masa mendatang juga akan ditentukan dengan keberadaan Undang-Undang Cipta Kerja ini. Tidak hanya para buruh yang terdampak dengan disahkannya omnibus law ini, tapi juga para pendidik, guru atau dosen di negeri ini. 

Mahasiswa sebagai generasi penerus dan sebagai ujung tombak perubahan, diharapkan bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik untuk bangsa ini.
Mahasiswa yang selalu identik dengan seorang pemuda yang memiliki semangat dan cita-cita yang tinggi, penuh energi dan optimis, idealisme, dan senantiasa berfikir kritis. Maka dari itu tidaklah heran jika perubahan selalu berawal dari peran mereka.

Peran merekapun  dalam perkembangan dakwah Islam juga tidak diragukan. Bagaimana di awal dakwah Rasulullah Saw yang pertama kali menyambut seruannya adalah para pemuda. Sebut saja Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin Awwam masuk Islam disaat usianya masih 8 tahun, Thalhah bin Ubaidillah masuk Islam di usia 11 tahun, Ja’far bin Abi Thalib di usia 18 tahun, Al Arqaam bin Abil Arqaam di usia 12 tahun. 

Dan masih banyak lagi sahabat yang terkategori pemuda di saat mereka masuk Islam.
Contoh pemuda hebat lainnya didalam Islam adalah Usamah bin Zaid yang di usia 18 tahun sudah menjadi panglima perang menghadapi romawi. Umar bin Abdul Aziz usia 22 tahun menjadi gubernur Madinah. Imam Syafi’I usia 15 tahun sudah menjadi seorang mufti, dan Muhammad Al Fatih di usia 22 tahun sudah menjadi sultan bahkan dua tahun setelahnya mampu menaklukkan Konstantinopel. 

Pemuda adalah aset bangsa  sehingga bisa dikatakan maju dan mundurnya sebuah bangsa dilihat dari kiprahnya para pemuda. Melihat potensi yang sangat besar itu musuh Islam semaksimal mungkin mereka berupaya selalu menggiring para pemuda muslim untuk menjauhi Islam itu sendiri. Membuatnya alergi, menjadi minder, bahkan phobia dengan agamanya sendiri. Mereka merusak para pemuda dengan menggunakan 4F, yaitu food, fashion, fun, dan film. Dan mayoritas pemuda di negeri ini terjebak dengan hal tersebut, sehingga mereka menjadi jumud dan kehilangan jati dirinya. 

Sekaranglah saatnya pemuda harus bangkit, terlebih lagi pemuda Islam. Jangan lengah dan lalai, gunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Rasulullah Saw telah memperingatkan tentang pentingnya masa muda, dalam hadisnya beliau berpesan, “Tidak tergelincir dua kaki seorang hamba pada hari kiamat, sampai Allah menanyakan empat hal; umurnya, untuk apa selama hidupnya dihabiskan, masa mudanya bagaimana dia menggunakannya, hartanya darimana dia mendapatkan dan untuk apa dihabiskan, dan ilmunya apakah dia amalkan atau tidak.” (HR. Tirmidzi).

Dalam hadis yang lain, rasulullah juga bersabda “Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu.”(HR.Al-Hakim). Pesan yang sangat jelas disampaikan oleh Rasulullah Saw untuk para pemuda untuk tidak menyia-nyiakan waktu yang ada. Usia muda adalah usia yang produktif dan penuh dengan energi, sehingga harus digunakan sebaik-baiknya. 

Peran pemuda untuk sebuah perubahan dari dulu hingga kini tidak bisa ditampikkan, sebagai ‘agent of change’ tentu saja peran mereka sangat dibutuhkan. Sebagai wasilah kebangkitan bagi sebuah sebuah negeri yang sedang terpuruk dan sakit dikarenakan penerapan sistem yang batil. Karena pemuda merupakan fase untuk memberi dan mencurahkan segenap tenaga dan kemampuan untuk memikul segala beban. Oleh karena itu yang menggengam erat panji-panji dakwah dan risalah sejak terbitnya Islam adalah para pemuda. “Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhannya, dan Kami beri mereka bimbingan lebih banyak lagi.” (QS. Al-Kahfi:13).

Mulai saatnya sekarang para pemuda bangkit dan berbenah, songsong era baru dengan penuh keyakinan dan kebanggaan memegang teguh prinsip-prinsip Islam untk menghadapi kehidupan. Sehingga bukan hanya bumi pertiwi yang akan sejahtera, tetapi juga seluruh dunia akan turut sejahtera dibawah naungan Islam kaffah dan semoga semuanya akan segera terwujud di waktu yang tidak lama lagi. Aamiin Allahumma Aamiin.[]

Oleh: Anjar Rositawati S.Pd
(Aktivis Muslimah & Pemerhati Sosial dan Generasi)

Posting Komentar

0 Komentar