Bahaya! Virus Sodom Gerogoti Aparatur Negara?



Mencengangkan aparatur negara terdampak bahaya LGBT ( Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender). Gerakan terselubung LGBT telah nyata merusak  masyarakat luas tanpa memandang status sosial, termasuk dalam kasus Serka RR yang terjadi di Semarang.

Pengadilan Militer II-10 Semarang menjatuhkan vonis pemecatan dinas terhadap Serka RR karena terbukti melakukan hubungan seks sesama jenis atau yang kini dikenal dengan LGBT. Serka RR juga dipenjara 8 bulan karena tidak mematuhi perintah atasan yang melarang anggota TNI menjadi homoseksual.(detik.com 21/10)

Penyimpangan seksual yang marak di ranah aparatur negara amatlah disayangkan. Militer  yang memiliki peran strategis dalam pertahanan negara tak luput dari penyimpangan seksual LGBT.

Hal ini bisa terjadi karena lemahnya ketaqwaan individu dan sistem sekuler yang memisahkan agama dan kehidupan. Wajar, jika sangat mudah mereka terjerumus ke hal-hal negatif dan tidak sesuai dengan nilai agama.

Karena pentingnya negara dalam menjaga kewarasan rakyat dan terlebih lagi aparatur negara dari pengaruh buruk virus kaum sodom, negara harus berperan lebih agar mampu melindungi semua warga negaranya dari kekuatan besar yang merong-rong kekuatan militer dengan diterapkannya hukuman yang tegas.

Perilaku seksual seperti kaum nabi Luth ini  adalah tindakan yang keji, Allah ta’ala berfirman :

"Sesungguhnya kalian. mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampaui batas". [Al-A’raaf: 81].

Secara fitrahnya manusia memiliki gharizah nau' atau adanya rasa suka terhadap lawan jenis, suatu yang menyalahi fitrah jika laki-laki berhubungan seks dengan laki-laki.

Dengan maraknya perilaku kaum sodom bisa mematikan generasi, karena manusia dalam  kehidupannya tidak bisa berkembang biak untuk regenerasi. Dalam Islam justru sebaliknya Allah menyukai seorang hamba yang memiliki banyak keturunan.

Terlebih lagi kaum pelangi mengundang azab dan bencana bagi seluruh masyarakat dan Allah melaknat pelaku penyuka sesama jenis na'udzubillah.

Laki-laki sejatinya menjadi pemimpin (qowwam) untuk keluarganya, semangat dakwah dan membela agamanya, menjadi garda terdepan gagah menyuarakan ketidak adilan.

Sistem sekuler tidak mampu membendung tumbuh subur penyimpangan seks LGBT, justru menjadi sarang untuk menghancurkan individu bahkan meluluhlantakkan kekuatan negara.

Dalam Islam hukuman tegas bagi pelaku LGBT membuat jera bagi pelakunya, sehingga mereka tidak diberi celah untuk masuk dan memperluas jaringan.

Menjatuhkan dari tempat tinggi sampai mati adalah hukuman bagi pelaku LGBT, jika sanksi ini diterapkan maka akan membuat jera bagi pelaku.

Maka sistem Islam harus dilakukan dan diterapkan, sehingga solusi komprehensif untuk menyelesaikan masalah penyimpangan seksual dapat ditekan. Wallahu'alam.[]

Oleh: Amah Muna
Sahabat Muslimah Kendal

Posting Komentar

0 Komentar