TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Analis Politik Islam: Ngotot New Normal Biar Ekonomi Berjalan Walau Nyawa Rakyat Taruhannya



TintaSiyasi.com-- Analis Politik Islam Achmad Muit menanggapi resesi yang mengancam Indonesia, "Maka saat ini, ketika terjadi resesi, industri banyak yang tutup. Akibatnya penghasilan pajak menurun. Itulah sebabnya pemerintah tetap ngotot new normal biar ekonomi bisa berjalan walaupun nyawa rakyat sebagai taruhan," tuturnya pada Talkshow Resesi Mengancam Kita?!Terus Apa Solusinya?, Jumat (04/09/2020), di You tube At Tafkir Channel.

Menurutnya, Indonesia dianggap belum mengalami resesi ekonomi karena kontraksi pertumbuhan PDB baru terjadi di satu kuartal. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 2,97 %. Sedangkan pada kuartal II minus
5,32 %. "Artinya Indonesia belum dikatakan resesi. Karena resesi adalah ketika pertumbuhan ekonomi dilaporkan minus dua kuartal berturut-turut atau lebih," jelasnya.
 
"Solusi Islam saat terjadi wabah maka daerah tersebut langsung lockdown. Daerah yang di-lockdown dilakukan tes massal sehingga bisa diketahui secara pasti mana yang terinfeksi, mana yang tidak," bebernya.

Ia memaparkan, bagi yang terinfeksi segera dirawat atau diisolasi mandiri, sementara bagi yang tidak terinfeksi bisa melakukan aktivitas sosial seperti biasa. "Dengan cara seperti ini, sektor ekonomi tidak akan terganggu dan resesi tidak akan terjadi," tegasnya.

Disamping itu, ia menambahkan, saat pendapatan negara Islam berasal dari sumber daya alam. "Jadi ketika terjadi krisis, negara mempunyai cadangan dana yang besar dalam menanggulanginya. Seperti menjamin seluruh kebutuhan warga selama masa pandemi," ungkapnya.

Berbeda dengan negara saat ini, menurutnya yang menerapkan sistem ekonomi kapitalis, pendapatan negara sebagian besar berasal dari pajak. "Sumber pajak terbesar dari sektor swasta. Maka saat ini, ketika terjadi resesi, industri banyak yang tutup. Akibatnya penghasilan pajak menurun," pungkasnya.[] Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar