TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Ajengan Yuana: UU Omnibus Law Ini Buah dari Sistem Kapitalisme



TintaSiyasi.com-- Mudir Khadimus Sunnah Bandung Ajengan Yuana Ryan Tresna  mengungkap UU Omnibus Law adalah buah dari penerapan sistem kapitalisme.

"Oleh karena itu yang terjadi hari ini adalah buah dari sistem kapitalisme, dalam bidang ketenagakerjaan sudah dari awalnya bermasalah ditambah lagi dengan Omnibus Law ini makin memberatkan, begitu, makin menyengsarakan, makin merugikan, jadi tambah lagi masalahnya jadi kompleks," tuturnya dalam acara Kabar Malam di Youtube Khilafah Channel, Rabu (7/10/2020).

"Sekarang kan negara lepas tangan, buruh diserahkan kepada pada kapitalis, semuanya berangkat dari kebutuhan minimum buruh," tambahnya.

Menurutnya, sistem pengupahan itu adalah jasa dan tenaga itu menjadi pertimbangan. Kemudian ia menjelaskan, kebutuhan hidup dari buruh dan seluruh rakyat itu menjadi tanggung jawab negara. "Hari ini, tanggung jawab negara itu kan lepas, sehingga buruh dibebankan kepada perusahaan," tegasnya lagi.

Ia memaparkan, dalam penetapan sistem pengupahan bukan lagi berdasarkan prinsip-prinsip yang tadi disebutkan yakni mempertimbangkan terkait dengan tenaga dan jasa yang diberikan oleh buruh, namun berangkat dari kebutuhan minimum dari buruh kan begitu.

"Maka disusunlah UMR (Upah Minimum Regional) dan UMK (Upah Minimum Kota/Kabupaten) seorang pekerja dengan asumsi-asumsi. Maka munculah besaran UMR atau UMK di setiap kabupaten atau kota yang berbeda-beda dan regulasi tadi itu mengikat para buruh," jelasnya.

Ia menegaskan, sebenarnya masalahnya kompleks sekali, karena hari ini berada dalam situasi yang tidak Islami. "Kita tidak bisa melakukan perombakan satu sisi saja, misalnya perburuhan kita kembalikan kepada sistem Islam, enggak bisa! Kenapa enggak bisa? Karena, negara tidak memberikan jaminan kepada kehidupan buruh itu masalahnya. Jadi kompleks, masalah buruh ini terkait dengan variabel yang lain," pungkasnya.[] Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar