TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Ulama' Pewaris Nabi, Jangan Disakiti!



Umat Islam Indonesia kembali berduka dengan musibah yang di alami ' ulama' karismatik Syekh Moh Ali Jaber yang ditusuk orang tak dikenal saat mengisi tausiah di Masjid di Masjid Falahudin, Jalan Pamin, Kota Bandar Lampung pada Minggu (13/9/2020). Beliau terluka di lengan kanan (OKENEWS, 13/9/2020)

Sungguh menyedihkan, Indonesia dengan mayoritas penduduk beragama Islam, justru ulama' pencerah umat ditusuk oleh seorang pemuda yang tak beradap.   Kasus serupa bukan yang pertama kali,  pun pernah terjadi pada takmir masjid yang dianiaya pemuda. Unjung-ujungnya si penganiya dikabarkan karena gangguan jiwa. Akhirnya bebas dari saksi hukum.

Begitu pun pemuda yang menusuk Syaikh Ali Jaber, disampaikan mengalami gangguan jiwa selama empat  tahun. Sebagaimana pengakuan ayanya. Padahal jejak digitalnya pada tahun 2018 atau dua tahun yang lalu masih aktif di sosmed. Bahkan pengakuan warga sekitar tempat ia tinggal di pelaku normal-normal saja. 

Kondisi ini menjadi tambahan bukti nyata bahwa keberadaan rezim penguasa abai terhadap keselamatan rakyatnya terkhusus  ulama'. Dengan mudahnya kasus segera usai hanya dengan pelaku yang dianggap gangguan jiwa. Tentu ini berbeda 180 derajat ketika yang mengalami aniya adalah pihak non muslim atau sarana mereka. Dengan cepat isu radikalisme yang menjurus pada pelaku kelompok Islam didengungkan.

Kondisi ini harus segera diatasi dengan tegas oleh aparat penegak hukum. Terlebih ulama' adalah pelita umat. Sebagaimana dalam hadist, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ

“Ulama adalah pewaris para nabi.” (HR At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda radhiallahu ‘anhu)

Di belakang ulama' ada barisan Umat. Jika keselamatan sang panutan tidak terjamin jangan salahkan umat jika semakin tidak percaya dengan kapasitas rezim dalam memegang amanah pemimpin. Tak mampu melindungi para ulama'.

Maka beberapa hal yang butuh dilaksanakan sebagai usaha perventif maupun kuratif, agar kejadian tersebut tidak terjadi berluang. Diantaranya:
Aparat kepolisian memberikan jaminan keamanan bagi tokoh ulama'.
Negara dan aparat butuh lebih objektif dan bertanggungjawab dalam mengusut hingga mendalam atas tiap kejadian politik di tengah umat 

Negara pun harus hadir 
penjamin penegak keadilan hukum. Agar tidak terkesan memihak pada kelompok yang dipihak pendukung rezim. Dan mengabaikan pada kelompok yang kritis terhadap rezim untuk membela hak warga. Sebagaimana diketahui Syaikh Ali adalah ulama' yang pernah bergabung dalam barisan 212 bela Al-Qur'an dan ulama'. 

Memang untuk solusi tuntas tentu butuh solusi jangka panjang yang  akan menjamin  umat maupun ulama".   Dan Islam telah menetapkan kewajiban jaminan keamanan dan keselamatan pada Institusi Khilafah. Dengannya sanksi yang berfungsi sebagai pencegah maupun penebus dosa dijalankan. 

Betapa sanksi terhadap pelaku yang mengakibatkan pada kerusakan salah satu anggota badan akan dikenaikan diyat (denda) yang setimpal. Dengan keadilan hukum dan saksi maka kriminalitas dalam negara khilafah bisa terminimalkan. Allahu a'lam bi shawab.[]

Oleh: Yuyun Rumiwati

Posting Komentar

0 Komentar