TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

The Good Looking yang Amazing




Paras nan rupawan, memiliki intelektualitas tinggi, akhlak yang mulia dilengkapi dengan kemampuan hafalan Alquran yang banyak (hafiz al-Quran) sungguh menjadi dambaan setiap umat. 
Inilah istilah good looking yang lagi viral. 

Namun apa jadinya jika wajah good looking dinarasikan sebagai biang penyebar radikalisme. 
Hal inilah yang menjadi bahasan Menteri Agama yang tiada henti mengkambinghitamkan Islam. Menyakiti umat Islam bahkan selalu menyerukan pernyataan yang kontroversi hingga membuat kegaduhan di tubuh kaum muslim.

Hal inilah yang  dilontarkan oleh Kemenag dalam Webinar yang diselenggarakan oleh chanel YouTube kemenpan/RB, yang mengangkat tema “Strategi Menangkal Radikalisme pada Aparatur Negara Sipil.

“Dengan penampilan good looking, mereka mampu menarik simpati dari para jamaahserta pengurus masjid, sehingga dipercaya menjadi imam serta menjadi bagian dari pengurus masjid. Para penghafal al Quran akan merekrut rekan-rekannya yang berfaham radikal untuk masuk menjadi pengurus masjid. Lalu masuk teman-temannya, dan masuk ide-ide yang kita takutkan”. (detiknews.com 07/09/2020)

Entah ada apa yang ada dibenak Menag menarasikan generasi good looking sebagai orang yang membawa paham radikalisme.

Jika kita menengok ke belakang bahwa tudingan buruk terhadap Islam dan syariatnya selalu dikonotasikan negatif. Para pejuang syariah dan khilafah senantiasa dituding sebagai biang kerusakan,kericuhan bangsa ini. 

Para agen Barat yang ketakutan terhadap tegaknya hukum syariat Islam dalam bingkai khilafah menjadikan isu radikalisme bagian opini mereka.

Bahkan saking takutnya orang yang good looking pengemban dakwah syariah dan khilafah tidak diperbolehkan jadi ASN. Bahkan pemerintahan pun menginstruksikan untuk tidak menerima peserta yang memiliki pemikiran atau ide yang mendukung paham khilafah, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hal ini disampaikan oleh Fachrul dalam webinar Strategi Menangkal Radikalisme Pada Aparatur Sipil Negara di kanal youtube Kemenpan RB, Rabu (cnn.indonesia 02/09/2020).

Bahkan Menteri Agama Fachrul Razi akan menerapkan program sertifikasi penceramah bagi semua agama mulai bulan ini. Ia menyatakan pada tahap awal bakal ada 8.200 orang akan mendapatkan sertifikasi penceramah.

"Kemenag bentuk program penceramah bersertifikat. Akan kami mulai bulan ini. Tahap awal kami cetak 8200 orang," kata Fachrul dalam webinar 'Strategi Menangkal Radikalisme Pada Aparatur Sipil Negara' di kanal Youtube Kemenpan RB, Rabu (2/9)

Isu radikalisme terus digoreng setelah sebelumnya isu terorisme tidak laku ditengah masyarakat. Berbagai isu negatif digulirkan dengan tujuan ingin menjauhkan umat Islam dari ajarannya.

Bagi penguasa yang pro Barat radikalisme menjadi alat untuk membungkam siapapun  yang mendakwahkan Islam kafah. 

Namun perlu dipahami bahwa masyarakat saat ini sudah cerdas. Masyarakat justru sudah bisa membedakan berbagai upaya yang dihembuskan untuk menghantam Islam. Mereka juga paham bahwa para pendakwah yang  good looking bukanlah biang kerusakan bangsa ini. 

Justru yang menjadi biang kerusakan adalah sistem sekularisme yang telah mengoyak-ngoyak bangsa ini. Memecah belah dengan berbagai jargon receh yang terus menghantam hingga jiwa masyarakat muslim hilang ikatan akidahnya. Saling mencurigai, mendiskriminasi terhadap ulama yang getol mendakwahkan Islam kafah. 

Good looking itu amazing

Bagi seorang muslim ketaatan kepada Allah dan RasulNya menjadi hal utama. Memiliki kepribadian Islam baik pola pikir dan pola sikap. 

Menghiasi dirinya baik secara tsaqofah maupun akhlaknya menjadi keharusan. 
Mereka akan terus mengasah, menempa dirinya agar sesuai dengan yang Allah mau. Cara pandang Islam 
menjadi hal penting ketika menyikapi sesuatu. Al-quran menjadi sebuah panduan , mahir bahasa Arab sebagai bahasa umat Islam menjadi suatu keharusan yang  bahasa Alquran. 

Anak-anak aktivis Islam ataupun pendakwah, yang memiliki paras good looking  berusaha untuk hafidz quran menjadi sesuatu hal yang wajar apalagi disebutkan dalam hadis orang yang hafidz quran kelak akan memakaikan orang tuanya jubah dari cahaya. Sebuah cita-cita yang amazing bukan? 

Dalam hadis disebutkan, dari Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah saw.bersabda,

“Siapa yang membaca Alquran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini? Dijawab “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Alquran”. (HR. Al Hakim)

Dari hadis di atas tentu menjadi suatu hal yang wajar. Cara pandang pejabat, penguasa yang anti Islam sajalah sehingga anak-anak good looking dinarasikan penyebar radikalisme. Bahkan Rasulullah dan para sahabat juga memiliki good looking. Artinya jika mencurigai yang good looking sama artinya melecehkan Islam. 

Cara pandang Barat yang terus mengotori pikiran penguasa di rezim saat ini yang menghendaki  agar umat Islam semakin terpuruk. Mereka para agen Barat yang meminjam tangan penguasa tiada henti untuk melecehkan Islam beserta pengembannya. 

Oleh karenanya penampilan good looking tidaklah keliru bahkan menjadi suatu keharusan. Karena hal ini menjadi cerminan mereka yang mengemban dakwah Islam. 

Sudah saatnya bagi seorang muslim untuk terus menghiasi dirinya agar good looking dengan panduan alquran dan as sunah. 
Karena good looking itu amazing. Wallahu a'lam bishshawab.[]

Oleh: Heni Andriani
Ibu Pemerhati Umat

Posting Komentar

0 Komentar