+
YUK JOIN di TINTA INTENS 4

Sudah Semestinya Berterima Kasih kepada Ustaz Ismail Yusanto dan HTI



Sudah belasan tahun saya mewawancarai Ustaz Ismail Yusanto terkait berbagai problematika negeri ini dan dunia. Semua jawabannya berbasis akidah dan syariat Islam, menyentuh akar permasalahan, diuranyai dalam sudut pandang Islam yang ideologis sehingga sangat solutif untuk dilaksanakan untuk kebaikan seluruh rakyat Indonesia bahkan dunia. Begitu juga ceramah-ceramahnya maupun berbagai buku yang ditulisnya menunjukkan benang merah yang sama. 

Jadi bila ada pihak yang melaporkannya dengan alasan “turut campur dalam perkumpulan dengan maksud melakukan kejahatan yang membahayakan keamanan negara” dan yang menjadi korbannya adalah “masyarakat Indonesia”, tentu saja itu berangkat dari halusinasi yang berbasis kedengkian yang akut sekali. 

Tak ayal lagi, saya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia sangat berkeberatan dikatakan sebagai korban. Justru saya sangat berterima kasih dengan dakwah Ustaz Ismail dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) karena telah memberikan gambaran Islam yang utuh, solutif atas berbagai masalah kehidupan manusia baik secara individu, kelompok, negara dan hubungan luar negeri.  

Mestinya aparat tak perlu memproses laporan tak berdasar ini, bahkan harusnya berterima kasih juga kepada Ustaz Ismail maupun HTI. Ustaz Ismail maupun HTI hanya mendakwahkan solusi Islam yang murni digali dari akidah dan syariat Islam. Mana mungkin orang beriman dan bertakwa menuduh solusi Islam sebagai “kejahatan yang membahayakan keamanan negara”? Justru orang beriman dan bertakwa akan menyakini bila Islam diterapkan secara kaffah akan menjadi rahmat, bukan hanya bagi Indonesia tetapi juga dunia alias rahmatan lil ‘alamin. 

Maka bila semua solusi yang ditawarkannya ditegakkan negeri ini, tentu saja aparat tak akan serepot seperti sekarang. Karena semua kriminal dan problematika yang datang bertubi-tubi ---serta penyelesaiannya tak tuntas malah menimbulkan masalah baru--- lantaran tidak diterapkannya sistem dan hukum-hukum yang islami. 

Dan semua hukum-hukum Islam itu tak mungkin tegak secara kaffah tanpa ditegakkanya khilafah. Karena merupakan bagian dari ajaran Islam yang berfungsi menerapkan ajaran Islam lainnya, bahkan di buku mata pelajaran Fikih Madrasah Aliyah Kelas XII (2016) yang diterbitkan Kementerian Agama pun dinyatakan menegakkan khilafah hukumnya fardhu kifayah. 

Sedangkan, HTI merupakan bagian dari kaum Muslimin yang konsisten mendakwahkan Islam dari A sampai Z termasuk di dalamnya tentang kewajiban menegakkan khilafah. Adapun Ustaz Ismail Yusanto dengan penuh amanah menjalankan tugasnya sebagai juru bicara HTI. 

Siapa saja yang mempersekusi dan mengkriminalisasinya, disadari atau tidak, langsung atau tidak langsung, telah menistakan ajaran Islam dan para pengemban dakwah Islam, dengan kata lain telah menistakan agama Islam. Mustahil ada orang yang mengaku beriman dan bertakwa tetapi dengan penuh kesadaran malah menistakan ajaran agama yang diyakininya itu kecuali orang tersebut sudah tidak merasa beragama Islam lagi. Naudzubillahi min dzalik!

Setiap kaum Muslimin sudah semestinya bangkit membela ajaran agamanya sendiri dari penistaan dengan berbagai cara yang dibenarkan oleh Islam. Dan jangan lupa, mari kita semua berdoa dengan penuh keikhlasan,

“Ya Allah, selamatkanlah Ustaz Ismail Yusanto serta para pejuang syariah dan khilafah dari orang-orang yang hendak menzaliminya...  Aamiin... Aamiin... Yaa Rabbal 'Alamiin...”


Depok, 13 Muharram 1442 H | 1 September 2020 M


Oleh: Joko Prasetyo
Jurnalis

Posting Komentar

0 Komentar