TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Solusi Jitu Mengatasi Resesi Ekonomi



Akhirnya tahun baru 1442 H sampai , tentunya  Ada banyak harapan bagi kaum Muslimin akan terjadinya perubahan yang berarti di tahun ini. Meskipun disisi lain  realitas seluruh dunia sedang terpuruk akibat krisis.

Dunia digoncang dengan krisis kesehatan akibat adanya  Pandemi covid-19 yang sampai saat ini belum dapat di tuntaskan, selain itu resesi ekonomi global juga mengancam. Bahkan sebagian negara telah jatuh kejurang resesi akibat minusnya pertumbuhan ekonomi.

Mengutip The Guardin, (12/8/2020), Inggris mengalami resesi terparah sepanjang sejarah perekonomiannya. Badan Statistik nasional Inggris (ONS) melaporkan bahwa produksi bruto PDB)pada kuartal II tahun 2020 minus 20,4 persen. Sebelumnya Inggris mengalami minus 2,2 persen pada kuartal I tahun 2020.
Sementara Indonesia , hampir dipastikan akan mengalami resesi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 diprediksi masih minus 2 atau 1 persen, menyusul kontraksi ekonomi -5,32 persen dikuartal II ( dirilis oleh BPS, Rabu, 5/8/2020). Pertumbuhan negatif selama dua kuartal berutut-turut di tahun yang sama menjadi penanda resesi ekonomi.

Berbagai langka telah dilakukan oleh negara-negara yang menerapkan sistem kapitalis untuk menghadapi kondisi sulit ini. Namun seakan tak pernah terpikir akar penyebab terjadinya krisis tersebut, melansir dari Forbes (15/7/ 2020)  penyebab dari resesi global ini adalah  karena terjadi guncangan ekonomi yang mengganggu kinerja finansial yaitu utang yang berlebihan ,gelembung aset, inflasi yang tinggi dan deflasi yang tinggi.

Padahal  kalau dirunut, sebenarnya penyebab utama dari resesi global ini adalah diterapkannya kapitalisme yang menganut pasar bebas dan tidak adanya intervensi negara. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada empat hal yang menyebabkan terjadinya guncangan ekonomi tersebut. Pertama, diberlakukannya dolar sebagai pengganti mata uang emas. Kedua, diberlakukannya riba. Ketiga, transaksi yang digunakan dibursa dan pasar modal yaitu jual beli saham, obligasi dan komoditi tanpa adanya akad serah terima yang jelas. Keempat, Kebebasan dalam hal kepemilikan ( misal privatisasi hasil bumi).

Dan penyebab yang paling kursial  dari kerusakan kapitalisme  adalah saat pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang merupakan barang milik dan kebutuhan publik diprivatisasi oleh para pemilik modal yang bersekutu dengan pelaku korupsi. Karena itu  kekayaan alam yang seharusnya menjdai exit strategi bagi penanganan krisis dan resesi saat ini tidak bisa dimanfaatkan untuk kepentingan seluruh rakyat.

Karena itu, sejatinya kapitalisme tidak akan mampu menyelesaikan krisis, depresi ataupun resesi ekonomi. Pelemahan ekonomi, bahkan rumor politik pun sungguh mengguncangkan ekonomi. Apalagi saat kelemahan ekonomi fundamental – akibat deraan krisis bertubi-tubi secara berkala- berpadu dengan  pandemi yang merata di seluruh dunia.

Sistem ekonomi Islam menawarkan solusi ampuh untuk semua krisis ekonomi. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya krisis dapat dicegah, yaitu dengan menetapkan emas dan perak  sebagai mata uang sehingga tidak ada pendominasian mata uang tertentu (dolar). Islam  melarang riba, melarang penjualan komoditi sebelum dikuasai oleh penjualnya dan mengharamkan sarana penipuan dan manipulasi yang diperbolehkan dalam sistem kapitalis juga  melarang adanya kebebasan kepemilikan.

Atau kita dapat belajar dari Sejarah , pada masa Khilafah umar bin al-Khatab, umat Islam  pernah mengalami bencana krisis ekonomi,kelaparan dan kemarau panjang yang melanda pada tahun 18 H, hingga disebut sebagai tahun kelabu. 

Kemudian khalifah Umar bin al-khatab menempuh solusi dengan cara : 
pertama, sebagai pemimpin beliau memberi teladan , seperti tidak bergaya hidup mewah, lebih mendekatkan diri pada Allah SWT, menyeru untuk taubat nasuha dan meminta pertolongan semata-mata kepada Allah SWT, serta berusaha untuk menjalankan ketaatan kepada Allah  dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Kedua, memerintahkan untuk membuat posko –posko bantuan, petugas mendata jumlah  orang yang datang, orang yang sakit jumlah orang yang meninggal. Selain itu khalifah juga memenuhi kebutuhan makanan bagi rakyat yang membutuhkan. Yang tidak bisa datang,bahan makanan diantar ke rumahnya.

Ketiga, khalifah bersikap sigap dan tanggap dengan mobilisasi daerah-daerah di wilayah kekhilafahan Islam yang kaya dan mampu untuk memberi bantuan ketika pemerintah pusat sudah tidak mampu menutupi semua kebutuhan dalam rangka menyelesaikan krisis.

Keempat, Khalifah menghentikan sementara hukuman bagi pencuri karena syarat-syarat memberlakukan hukum tidak terpenuhi. Saat itu,orang mencuri karena lapar, semata-mata untuk menyambung hidup. Dan kelima,  Khalifah menunda pungutan zakat pada masa krisis dan memungutnya kembali setelah bencana berakhir. Akhirnya melalui kebijakan tersebut, bencana yang dialami kaum muslimin pada saat itu bisa diatasi. Hal ini membuktikan  bahwa  konsep Islam mampu mengatasi resesi ekonomi secara tuntas. 

Demikianlah Islam memberi solusi atas masalah ekonomi, mulai dari penawaran Sistem ekonomi Islam sampai kepada pembuktian sejarah yang meyakinkan. Sehingga mestinya tidak ada keraguan bagi kita  untuk mengambil konsep Islam yang sempurnah. Terlebih lagi Sistim ekonomi Islam  akan memberi kesejataraan yang menyeluruh bagi seluruh masyarakat (muslim dan non Muslim) selama dibawah naungan wilayahnya. Wallahu’alam Bishawab.[]

Oleh: Ummu Laila 
Ibu Rumah Tangga & Pemerhati Sosial

Posting Komentar

0 Komentar