TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Sertifikasi Da'i, Misi Sekulerisasi Kapitalis Barat




Kementerian agama berencana melakukan program sertifikasi Da'i mubaligh dan mubalighah,  sebagaimana di sampaikan oleh Menag Fachrul Razi beberapa hari yang lalu. Menurutnya, hal ini dilakukan untuk mencetak da'i yang mendakwahkan rahmatan Lil Alamin, yaitu da' i yang mendakwahkan Islam damai, cinta sesama dan toleran. 

Program sertifikasi Da'i ini juga melibatkan Lembaga Ketahanan Nasional, Badan pembinaan Ideologi Pancasila, Badan Nasiolal Penanggulangan Terorisme, Dan majelis Ulama Indonesia. Tentunya hal ini juga mendapat restu dari pemangku kekuasaan di negeri ini. 

Di lihat dari beberapa lembaga yang terlibat maka sangat nampak bahwa agenda tersebut untuk menyudutkan para aktivis Islam. Sebagaimana kita ketahui bahwa badan dan lembaga tersebut selalu membuat framing radikal yang dialamatkan kepada para aktivis Islam yang berdakwah ingin mewujudkan kembali kehidupan yang islami. Serta mensukseskan  sekulerisasi negeri berpenduduk muslim terbesar.

Hal ini juga dipertegas dengan tujuan dari sertifikasi Da'i yakni mendakwahkan ajaran Islam yang damai dan toleran. Mewujudkan Islam yang rahmatan Lil alamin versi barat yang kebablasan. yakni mencampurkan segala segala keyakinan menjadi satu, saling memberi ruang  peribadatan masing - masing, ajaran dia juga ajaran kita atau sebaliknya. Tentu hal ini suatu kesesatan dalam berfikir, sebab akan mempengaruhi keyakinan. 

Padahal kalau kita tidak sombong, maka dunia mengakui bagaimana Islam menunjung sikap toleran. Dalam kitab Al Qur'an maupun sejarah, Islam telah membuktikan bagaimana menjunjung toleransi. Bagaimana menghargai orang lain yang berbeda keyakinan tanpa harus mencampurkan. Praktek toleran yang pernah dipraktekkan oleh kekuasaan Islam pada masa lampau yakni meski berbeda keyakinan tetaplah dibiarkan beribadah sesuai keyakinannya bahkan di jamin dalam perlindungannya sama sepert muslim. Mereka juga dijamin kehidupan dan keamanannya.

Bahkan non muslim pun merasakan bagaimana Islam menjunjung toleransi yang tinggi. Sir thomas Walker arnold dalamThe preaching of islam, A history of propagation of the Muslim Faith mengakui besarnya Islam menjunjung toleransi. Sir Thomas mengungkapkan selama dibawah kekuasaan Islam, sekte Kristen dibiarkan hidup, berkembang dan diberi jaminan. Amat jarang terjadi persekusi, kekerasan dan penghinaan yang dilakukan muslim karena negara Islam sangat berperan menjaganya.

Bahkan sir Thomas mengakui ajaran Islam mengakui ajaran Islam tidak ada paksaan dalam agama bener diamalkan. 

Tapi, memang benar Islam sangat menjunjung toleransi, Karena memang tidak ada paksaan dalam beragama. Meskipun Allah SWT bisa menghendaki mereka untuk muslim. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surat Yunus ayat 99

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ لَاٰ مَنَ مَنْ فِى الْاَ رْضِ كُلُّهُمْ جَمِيْعًا ۗ اَفَاَ نْتَ تُكْرِهُ النَّا سَ حَتّٰى يَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَ
walau syaaa`a robbuka la`aamana mang fil-ardhi kulluhum jamii'aa, a fa angta tukrihun-naasa hattaa yakuunuu mu`miniin

"Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di Bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman?"
(QS. Yunus 10: Ayat 99)

Maka sikap toleransi barat yang mendorong adanya program sertifikasi Da'i jelas merupakan misi dari Sekulerisme kapitalis. Yang memisahkan agama dari kehidupan di mana agama tidak punya peran penting dalam urusan politik, ekonomi, Dan lainya. Agama hanya mempunyai peran ibadah mahdho saja. 

Asal muasal sekulerisme saat terjadi pergolakan pemikiran di Eropa, yang mana pihak gereja secara mutlak ingin mengurusi negara dalam arti suara paus mutlak suara Tuhan. Sehingga muncullah kesepakatan antara pihak gereja dan cendikawan bahwa gereja hanya mengurusi urusan peribadatan saja, sedang para cendikiawan mengurusi urusan negara.

Jadi sekulerisasi merupakan paham atau keyakinan orang - orang barat. Yang mana paham ini jalankan oleh para Kapitalis Untuk menjalankan misi imperialisme di dunia Islam. Mereka memberi kebebasan dalam beragama, berpendapat, dan bertingkah laku. 

Sebab para kapitalis paham bagaimana Islam akan bangkit, dan taatkala bangkit tentu menjadi penghalang para kapitalis untuk menjajah Islam dengan merampok sumber daya alam, meracuni pemikiran dan memurtadkan agama secara tidak sadar. Maka para Kapitalis akan terus menjalankan misinya dengan menekan dan memanfaatkan para bonekanya.

Oleh karena itu, seorang muslim sejati wajib melawan segala bentuk program yang menjadi misi sekulerisasi Kapitalis. Lawan dengan pemikiran, membongkar kebobrokan sistem Kapitalisme dan sampaikan bahwa hanya sistem islamlah yang dapat menentramkan dan membahagiakan seluruh manusia. Sebab Allah SWT menciptakan sistem Islam sebagai solusi untuk menyelesaikan problematika manusia. Sebagaimana yang terjadi pada masa kejayaan Islam memimpin peradaban dunia selama berabad-abad membawa manusia dalam kebaikan dan kebahagiaan. Wallahua'lam bishowwab. []


Oleh: M. Azzam Al Fatih

Posting Komentar

0 Komentar