TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Ketum FAKI: Luhut Memang Jadi Calo Sekaligus Centeng Kepentingan (Negara) Cina di Indonesia

Foto: Ketua Umum Front Anti Komunis Indonesia (FAKI), Edy Mulyadi . Sumber id.today.com


TintaSiyasi.com-- Begini tanggapan Ketua Umum Front Anti Komunis Indonesia (FAKI) Edy Mulyadi terkait pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang menyatakan alasan penggunaan tenaga kerja asing (TKA) asal Negara Cina dalam proyek strategis nasional (PSN) karena pendidikan penduduk lokasi rendah.

"Luhut memang jadi calo sekaligus centeng, kepentingan (Negara) Cina di Indonesia," tandasnya pada Tintasiyasi.com, Kamis (17/9/2020).

Menurut aktivis Islam yang sekaligus wartawan senior ini, ucapan Luhut tersebut telah menunjukkan pengkhianatannya terhadap kepentingan Republik Indonesia, "sebagai pejabat yang gajinya, fasilitasnya, semuanya dibiayai oleh rakyat, kok dia bisa menghina rakyatnya sendiri secara terbuka seperti itu," ujarnya.

Padahal menurutnya, telah banyak anak-anak Indonesia terbukti cemerlang dengan menjadi juara diajang olimpiade internasional di berbagai mata pelajaran.

Bahkan, ia menegaskan adanya kegagalan pemerintah mencerdaskan rakyat secara keseluruhan, bukan alasan siapa pun berhak menghina rakyatnya sendiri. "Bahwa pemerintah gagal mencerdaskan rakyat Indonesia, gagal mendidik sesuai amanat UUD itu betul, tapi itu tidak serta merta Luhut atau siapa pun boleh dan berhak menghina rakyatnya sendiri," bebernya.

Ia mengakui pendidikan di Indonesia jauh tertinggal dari negara-negara lain, sekolah belasan tahun, namun tidak menjamin bisa kerja ketika telah lulus.

Ia membandingkan ketika dulu suatu negara diatur dengan sistem Islam, tidak perlu sekolah belasan tahun, mereka sudah bisa kerja.

"Ini salah satu bukti kegagalan, tapi sekali lagi, itu tidak membuat Luhut atau siapa saja berhak dan boleh menghina rakyatnya sendiri," pungkasnya.[]

Reporter: Dewi Srimurtiningsih

Posting Komentar

0 Komentar