TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Rekonstruksi Pelajaran Sejarah untuk Kejayaan Negeri

Beberapa waktu lalu beredar draf sosialisasi Penyederhanaan Kurikulum dan Asesmen Nasional yang berisi tentang rencana perubahan pendidikan sejarah di SMA/SMK tertanggal 25 agustus 2020, di kalangan akademisi dan para guru yang kemudian menjadi polemik di masyarakat. 

Sebelumnya ramai diperbincangkan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menempatkan mata pelajaran sejarah sebagai mata pelajaran pilihan di SMA, bahkan menghilangkannya di SMK.

Terkait polemik tersebut  Kemendikbud membantah bahwa pihaknya akan menghapus mata pelajaran sejarah dari kurikulum pendidikan Indonesia, akan tetapi yang ingin dilakukan Kemendikbud adalah penyederhanaan kurikulum. (Medcom.id, Minggu 20/9).

Agaknya sudah menjadi tradisi baru bagi pejabat negeri ini, yang sistem pemerintahannya berlandaskan kapitalisme sekuler  untuk melempar isu tertentu lalu merevisinya setelah terjadi kegaduhan di masyarakat. Semula ingin menghapus mata pelajaran sejarah lalu menjadiknnya pilihan dan kemudian beralih ke penyederhanaan.

Meski akhirnya direvisi, masyarakat perlu faham bahwa rencana penyederhanaan kurikulum berefek tidak wajibnya pelajaran sejarah untuk SMA/SMK adalah berbahaya. Karena bisa menghilangkan ingatan bangsa dan  generasi saat ini tentang jasa Islam dan ulama bagi kemerdekaan negeri ini serta bisa menghapus sejarah tragedi kekejaman PKI, dan lain sebagainya. 

Perlu juga disadari bahwa sejarah memiliki arti penting bagi kemajuan suatu bangsa.Mempelajari sejarah membut siswa mengenal bangsanya.  Bangsa yang maju adalah bangsa yang mampu bangkit dari keterbelakangan. Jika bangsa ini mau bangkit semestinya bersiap merekonstruksi pelajaran sejarah. Bukan sembarang rekontruksi namun yang bebas kepentingan rezim yag berkuasa maupun tangan-tangan penjajah agar tidak kontraproduktif.

Semestinya sejarah tentang jejak Islam dan Khilafah di Nusantara diajarkan di sekolah-sekolah agar bangsa ini mampu menggapai kemajuan. Bukan malah ditutupi bahkan dimusuhi. Keterlibatan Islam dengan khilafah nya terbukti mampu memberikan sumbangsih besar bagi terusirnya penjajah Portugis dari negeri ini saat itu. Dan kebenara ini harus diungkap, bukan malah dikubur atau dikaburkan.Bangsa ini harus belajar bagaimana seharusnya menempatkan sejarah dan bagaimana cara khilafah mengajarkan sejarah.

Sejarah keagungan sistem khilafah tidak terbantahkan meski pernah pula berayun turun. Dalam buku Story of Civilization disebutkan “ Para khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka. Para khalifah itu juga menyediakan berbagai peluang untuk siapapun yang memerlukan dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam wilayah yag sangat luas. Fenomena seperti itu belum pernah tercatat (dalam sejarah) setelah zaman mereka”. 

Sejarah untuk diambil ibrohnya. Bangsa ini akan maju dan berjaya jika mau mengambil ibroh dari khilafah dan keagungan nya. Wallahu a’lam bishshowaab.[]

Oleh: Neneng Ummu Hasbian

Posting Komentar

0 Komentar