TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Presiden Tidak Dapat Disebut sebagai Ulil Amri

Ustaz Yuana Ryan Tresna, Mudir Khadimus Sunnah Bandung



TintaSiyasi.com-- "Presiden tidak dapat disebut sebagai ulil amri karena dia bukan pemimpin yang diangkat untuk menegakkan ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada RasulNya," tutur Ajengan Yuana Ryan Trena pada TintaSiyasi.com, Sabtu (12/09/2020).

Menurut Mudir Khadimus Sunnah Bandung tersebut, secara bahasa mungkin saja tetapi secara syari tidak memenuhi kaidah-kaidah atau prinsip-prinsip ulil amri di dalam Islam.

"Dia (presiden) memegang urusan tetapi tidak termasuk ulil amri yang syari menurut Islam. Bahwa secara bahasa dia adalah ulil amri yakni memegang urusan tetapi secara syari dia adalah bukan ulil amri yang dimaksud oleh syariat Islam," terangnya.

Ajengan Yuana juga menjelaskan bahwa ulil amri yang sah menurut Islam adalah Khalifah.

"Khalifah itu dibaiat untuk menjalankan syariat Islam, menjalankan hukum-hukum Islam di tengah-tengah masyarakat. Dia adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin di dunia yang fungsinya adalah menjalankan hukum Islam dan mengemban dakwah ke seluruh penjuru alam. Jadi Khalifah adalah ulil amri yang sah menurut Islam," tegasnya.[] 

Reporter: Achmad Mu'it

Posting Komentar

0 Komentar