Poliandri Seharusnya Tidak Terjadi

Di tengah pandemi yang masih berlangsung dan tidak tau kapan berakhirnya, kita dikejutkan dengan kabar dari Menteri PANRB Tjahjo Kumolo yang menyatakan bahwa ada kasus poliandri atau istri yang memiliki suami lebih dari satu yang terjadi pada kalangan ASN.”Saya juga pernah memutuskan perkara pernikahan tetapi ASN wanita yang mempunyai suami lebih dari satu. Ini fenomena baru, ini kan sesuatu hal yang repot kalau ada pengaduan dari suami yang sah dan didukung oleh pengaduan pimpinan. Ini tren baru, karena biasanya laporan yang masuk itu kasus poligami” ungkap Tjahjo. Menurutnya, kasus tersebut hanya salah satu contoh. Dia menyebut ada sekitar lima laporan kasus poliandri. Diungkapkan Tjahjo ketika memberikan sambutan peresmian Mal Pelayanan Publik (MPP) di Jalan Jendral Sudirman, Solo, Jawa Tengah, Jumat (28/8). (Republika)

Dulu kasus semacam ini merupakan sesuatu hal yang mustahil terjadi, tapi sekarang nyata terjadi di kalangan ASN yang seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Hal ini pun sesuatu yang tidak lazim karena sesuatu hal yang tidak biasa dan dianggap tabu dan melanggar nilai dan norma yang berlaku.

Di dalam Islam terkait dengan perkawinan satu orang wanita dengan beberapa orang laki-laki (poliandri), Islam sangat melarang. Larangan mengenai poliandri ditegaskan oleh Islam dalam QS. An-Nisa ayat 24 :

وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۖ كِتَابَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ

Artinya: “Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki na(Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu.” (QS. An-Nisa: 24)

Larangan dari Allah Swt. pastilah ada manfaat dan mudhorot di setiap larangan dan perintahnya. Contohnya adalah nasab, tali keturunan atau nasab dalam Islam disandarkan pada garis keturunan ayah, sehingga apabila terjadi poliandri maka akan sulit untuk menentukan garis keturunan dari anak yang dilahirkan. Hal ini nantinya juga akan berdampak pada sistem kewarisan terhadap anak dan suami-suami wanita manakala salah satu suami dari wanita tersebut meninggal dunia. Dengan demikian dapat diketahui bahwa poliandri dalam pandangan Islam sangat dilarang karena akan menimbulkan madlarat dalam hal nasab yang juga berdampak pada permasalahan kewarisan.

Kecarut marutan sekarang ini adalah buah ketidakpahaman masyarakat bagaimana hukum Islam mengatur sebuah perkara. Lebih parahnya tidak mau diatur dengan hukum yang sudah Allah tetapkan, hanya karena kecintaan dan kesenangan-kesenangan di dunia saja. Padahal Islam sudah mengatur dengan pasti apa yang boleh dan tidak, apa yang halal dan yang tidak. Apalagi sosok perempuan yang mulia di dalam Islam, perempuan haruslah cerdas dan berakhlak mulia karena dalam dirinya akan lahir ssososk-sosok penerus peradaban. Namun realita saat ini justru sebaliknya berbagai macam pemikiran yang tidak seharusnya ada dan terjadi. Hal ini terjadi karena jauhnya dari Islam malah cenderung memisaknan Islam dalam kehidupan bahkan saat ini ajaran Islam banyak dikriminalisasi. Untuk itu kembalilah kepada Allah kembalilah kepada Islam  sebelum murka Allah datang.[]

Oleh: Evalasari, S. Pd.
Sumedang

Posting Komentar

0 Komentar