TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Polemik Ganja sebagai Obat

Allah Subhanahu wata'ala menciptakan langit dan bumi beserta isinya dengan sangat sempurna yang didalamnya terdapat, hewan, manusia dan tumbuh-tumbuhan. Banyak potensi yang dapat digali dari tumbuh-tumbuhan salah satunya adalah pohon ganja yang sekarang ini lagi buming dikalangan para pejabat Negara.

Pasalnya para kalangan pemerintah ingin memproduksi pohon ganja sebagai obat-obatan. Dan ini jelas menjadi kontroversi di berbagai kalangan masyarakat umum, seperti yang kita ketahui bahwa ganja adalah sesuatu yang dilarang untuk dikonsumsi, karena ia termasuk sesuatu yang haram.

Seperti yang dilansir dari Kompas.com, 30 Agustus 2020  - Tanaman ganja menjadi kontroversi setelah Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkannya sebagai salah satu tanaman obat komoditas binaan.

Keputusan tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia (Kepmentan) Nomor 104 Tahun 2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menandatangani aturan tersebut pada 3 Februari 2020.

Rupanya, tanaman ganja yang merupakan jenis tanaman psikotropika selama ini telah masuk ke dalam kelompok tanaman obat sejak tahun 2006. Hal tersebut tercantum dalam Kepmentan Nomor 511 Tahun 2006.

Apapun alasannya tetap saja tidak akan dibenarkan jika ganja dijadikan sebagai bahan untuk obat-obatan walaupun tanaman ganja tersebut  sudah masuk kedalam kelompok tanaman obat sejak tahun 2006 apalagi penanaman ganja yang dibatasi hanya sekedar untuk pelayanan medis dan ilmu pengetahuan.

Tentu ini akan menjadikan masyarakatnya tidak memiliki rasa aman kalaupun pemerintah tetap ingin menjadikan ganja sebagi bahan obat-obatan. Seharusnya pemerintah harus lebih teliti lagi dalam mengambil keputusan yang menyangkut orang banyak.

Dengan ketidak hati-hatian dalam mengambil keputusan yang menyangkut orang banyak ini menunjukkan bahwa ketidakmampuan sistem sekuler dalam menjamin terwujudnya rasa aman sekaligus kemaslahatan bagi seluruh rakyatnya.

Dalam Islam banyak larangan yang terkait dengan ganja antara lain adalah.

Yang pertama ganja barang yang haram dijadikan obat

 Tanaman ganja yang dijadikan obat itu adalah haram, Walaupun tidak ada hadist yang meriwayatkan tentang keharaman ganja karena dijaman dahulu memang belum ada ganja tapi ganja ini bisa disamakan dengan sesuatu yang mirip baik dari sifat, maupun efeknya yang ada dalam Al-Qur'an dan hadits.

Seperti dikatakan dalam sebuah hadits

كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ

“Setiap yang memabukkan adalah haram.” (HR. Al-Bukhari no. 4087, 4088 bab ba’ts Mu’adz ilal yaman qobla hajjatil wada’, no. 5773, Muslim no. 1733).

Walaupun yang memakai ganja tidak sampai membuat pelakunya mabuk tapi, bagi para pemakai ganja ini akan menjadikannya lemah.

Seperti dalam sebuah hadits berikut.Dari Ummu Salamah, ia berkata,  Rasulullah Shallallahu Aalaihi wa Sallam melarang dari segala yang memabukkan dan mufattir (yang membuat lemah) (HR. Abu Daud no. 3686 dan Ahmad 6: 309).

Larangan yang kedua menjadikan keputusan yang berasal dari manusia menjadi patokan hidup

Walaupun ganja tersebut sudah masuk kedalam kelompok tanaman obat sejak tahun 2006 ini tidak menjadikan benar atau salahnya sebuah keputusan yang mereka ambil. Karena didalam Islam benar atau salahnya perbuatan itu sesuai dengan hukum Syara', jadi jika keputusan itu berasal dari akal manusia yang lemah dan serba terbatas tidak bisa dijadikan patokan dalam mengambil sebuah  keputusan dalam kehidupan, dan tentu saja perbuatan ini tidak dibenarkan dalam Islam.

Allah Subhanahu wata'ala berfirman. Yang artinya.

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (Q.S An-nisa; 65).

Larangan yang ketiga adalah pemanfaatan.

Ganja hanya sekedar untuk pelayanan medis dan ilmu pengetahuan. Ganja adalah bahan yang memang sudah diharamkan sedikit atau banyaknya bahan yang diambil dari ganja tersebut tetap saja haram, dan tidak dibenarkan jika bahan tersebut hanya untuk pemanfaatan dan hanya untuk orang-orang yang mengambil manfaat dari ganja tersebut.

Tidak ada Sistem yang mampu memecahkan segala urusan Umat selain Sistem Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan As-sunah, yang segala hukum-hukumNya Allah Subhanahu wata'ala langsung yang memberi, kita sebagi Hambanya hanya tinggal menjalankan. Wallahu A'lam Bish-shawwab.[]

Oleh: Yuslinawati
(Aktivis Dakwah Islam)

Posting Komentar

0 Komentar