Pelaporan Ustaz Ismail Yusanto Berangkat dari Halu Berbasis Kedengkian Akut

Foto: Ustaz Ismail Yusanto dan berkas laporan pihak tertentu. Sumber foto: suaraislam.id


TintaSiyasi.com-- Pihak tertentu yang melaporkan Ustaz Muhammad Ismail Yusanto (MIY) kepada pihak kepolisian dengan berbagai tuduhan fitnahnya dianggap berangkat dari halusinasi yang berbasis kedengkian yang akut. 

"Jadi bila ada pihak yang melaporkannya dengan alasan 'turut campur dalam perkumpulan dengan maksud melakukan kejahatan yang membahayakan keamanan negara' dan yang menjadi korbannya adalah 'masyarakat Indonesia', tentu saja itu berangkat dari halusinasi yang berbasis kedengkian yang akut sekali," tutur jurnalis Joko Prasetyo kepada TintaSiyasi.com, Selasa (1/9/2020).

Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, ia sangat keberatan dikatakan sebagai korban. Justru, Om Joy sapaan hangatnya, sangat berterima kasih dengan dakwah Ustaz Ismail dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) karena telah memberikan gambaran Islam yang utuh, solutif atas berbagai masalah kehidupan manusia baik secara individu, kelompok, negara dan hubungan luar negeri.  

"Mestinya aparat tak perlu memproses laporan tak berdasar ini, bahkan harusnya berterima kasih juga kepada Ustaz Ismail maupun HTI. Ustaz Ismail maupun HTI hanya mendakwahkan solusi Islam yang murni digali dari akidah dan syariat Islam," bebernya.

Om Joy memaparkan, sudah belasan tahun ia mewawancarai Ustaz Ismail Yusanto terkait berbagai problematika negeri ini dan dunia. Semua jawabannya berbasis akidah dan syariat Islam, menyentuh akar permasalahan, diuranyai dalam sudut pandang Islam yang ideologis sehingga sangat solutif.

"Mana mungkin orang beriman dan bertakwa menuduh solusi Islam sebagai 'kejahatan yang membahayakan keamanan negara'? Justru orang beriman dan bertakwa akan menyakini bila Islam diterapkan secara kaffah akan menjadi rahmat, bukan hanya bagi Indonesia tetapi juga dunia alias rahmatan lil ‘alamin," pungkasnya.[]

Reporter: Ika Mawar

Posting Komentar

0 Komentar