TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Pejuang Syariah Khilafah Selalu Salah?

Beberapa waktu lalu kriminalisasi kembali terulang terhadap pengusung syariah dan khilafah. Despiannor seorang ASN asal Kota Baru, Kalimantan Selatan. Ditangkap oleh aparat berwajib karena tuduhan menyebarkan paham syariah dan khilafah lewat media sosial. 

Tim penasehat hukum Despianoor, yang diketuai Janif Zulfiqar, S.H., S.I.P., M.Si. mengatakan, bahwa dakwaan kepada kliennya dianggap obscuur libel (kabur).

Berkenaan dengan ketentuan Pasal 143 ayat (2) huruf b dan ayat (3) KUHAP, maka tututan pada Despiannoor dianggap tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap, karena Jaksa Penuntut Umum tidak menguraikan secara cermat, jelas dan lengkap tentang tindak pidana yang didakwakan,” urai Janif di hadapan para wartawan yang mendatanginya usai persidangan.

Janif melanjutkan, bahwa jaksa juga keliru menerapkan hukum ketentuan Pasal 154 dan 155 KUHP tentang dugaan penghinaan kepada pemerintah, karena aturan tersebut telah dinyatakan tidak berlaku oleh Makhamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia, berdasarkan Putusan MK Nomor 06/PUU-V/2007, lantaran bertentangan dengan Pasal 28D dan 28E ayat 2 dan ayat 3 UUD 1945.

“Dengan tidak berlakunya kedua pasal ini, maka menyampaikan pendapat, baik berupa kritik atau apapun bentuknya yang ditujukan kepada penguasa (pemerintah), bukanlah tindak pidana,” tegas Janif membela Despianoor

Janif Zulfikar sebagai pengacara Despi menekankan, muslim mengajarkan soal khilafah dijamin dalam undang-undang. "Mendakwahkan khilafah termasuk menjalankan ibadah berdasarkan keyakinan agama Islam, ini dijamin konstitusi. Karena itu, siapapun yang menyudutkan khilafah maka maka dapat dikategorikan tindak pidana penistaan agama. (Kalsel.procal.co, 16/7/2020)

Tetap saja Despiannor harus menjalani sidang kedua pada tanggal 26/8/2020. Sidang kedua itu terasa berbeda, karena selain adanya kawalan puluhan aparat kepolisian, sidang kedua ini juga dihadiri puluhan ulama dari banyak daerah di Provinsi Kalimantan Selatan, dan juga kerabat yang memberikan dukungan kepada Despiannoor. Jika dia seorang pelaku kriminal tidak mungkin para Ulama memberikan dukungannya. (Shautululama.com, 26/8/2020)

"Selain itu, Despiannor di penjara mengajari para tahanan lain mengaji alqur'an. Berarti memang orang baik dia," Tutur Janif dalam wawancara di berita malam di tayangan live Youtube. Tidak ada yang salah bila seseorang memperjuangkan apa yang dianggapnya benar. Terlebih itu hal yang baik dimata agama. Sebagai negara hukum dan penganut demokrasi harusnya melalui tahapan hukum yang benar. Dakwaan yang jelas. 

Syariah dan khilafah bukanlah paham yang menyesatkan. Syariah adalah aturan islam yang Allah turunkan kepada manusia. Sumbernya jelas yaitu Al qur'an, as sunnah, ijma shahabat dan qiyas. Sedangkan Khilafah adalah ajaran islam. Banyak para ulama yang menjelaskan tentang wajibnya ada khilafah. 

Diantaranya Imam al-Mawardi menyatakan, “Imamah (Khilafah) diposisikan untuk menggantikan kenabian dalam hal memelihara agama dan mengurus dunia.” (Al-Mawardi, Al-Ahkam as-Sulthaniyyah, hlm. 3).

Dr. Mahmud al-Khalidi, dalam disertasinya di Universitas al-Azhar, Mesir, menyatakan, “Khilafah adalah kepemimpinan umum atas seluruh kaum Muslim di dunia untuk menerapkan syariah dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.” (Al-Khalidi, Qawâ’id Nizhâm al-Hukm fî al-Islâm, hlm. 226). 

Definisi ini sama dengan yang digunakan oleh Al-‘Allamah al-Qadhi Taqiyuddin an-Nabhani, (Lihat: An-Nabhani, Nizham al-Hukmi fi al-Islam, hlm. 34).

Karena merupakan istilah syariah, Khilafah adalah bagian dari ajaran Islam sebagaimana shalat, puasa, zakat, haji dan yang lainnya. Bahkan Nabi saw. memerintahkan agar umatnya tidak hanya memegang teguh sunnah beliau, tetapi juga sunnah Khulafaur Rasyidin. Nabi saw. bersabda: 

عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ المَهْدِيِيِّنَ مِنْ بَعْدِيْ، وَعَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ 

Kalian wajib berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku. Gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham. (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi).

Demokrasi asasnya adalah bebas mengemukakan pendapat. Tetapi tidak berlaku untuk umat islam yang menyampaikan kebenaran apalagi pejuang syariah dan khilafah. Ini menunjukkan bahwa demokrasi berasas ganda. Demokrasi adalah buah dari sistem sekular kapitalis hari ini. Dijadikan alat untuk menggebuk umat muslim. Sudah saatnya kita kembali pada sistem yang netral. Kebaikan tidak dianggap buruk dan sebaliknya. Sistem tersebut adalah sistem Islam.[]

Oleh: Meita Ciptawati
(Pemerhati Masalah Remaja)

Posting Komentar

0 Komentar