TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Pakar Parenting Ideologis Ungkap Alasan Seorang Ibu Tega Membunuh Anaknya



TintaSiyasi.com-- "Mungkin ibu stres ketika menghadapi anaknya yang diajari secara daring (dalam jaringan) ini hanya salah satu pemicu saja. Saya yakin motif yang lain itu ada. Artinya, mungkin si ibu ini sedang mengalami tekanan batin," tutur Pakar Parenting Ideologis Asri Supatmiati kepada TintaSiyasi.com, Sabtu (19/09/2020).

Menurutnya, sebagai seorang ibu banyak sekali faktor yang memicu stres, misalnya persoalan ekonomi, karena kurangnya nafkah lahir dari suami apalagi di era pandemi sekarang semuanya mengalami kesulitan. "Kurang uang belanja, kebutuhan dapur meningkat, pengaturan uang yang sulit dengan minimnya pendapatan. Itu adalah menjadi pemicu stres seorang ibu, "ujarnya.

Lebih lanjut, Asri menjelaskan bahwa hal ini mungkin juga dipengaruhi oleh faktor kepribadiannya. Hari ini banyak sekali kaum ibu yang mengalami stress atau depresi tetapi tidak menyadari bahwa ia mengalami gangguan mental berupa depresi itu. "Dan tidak banyak juga yang mau mengakui, saya ini stres, saya ini depresi, saya butuh pertolongan, saya butuh jalan keluar, itu banyak yang tidak menyadari, sakit mental seperti itu, sehingga ketika dia tidak sadar, sehingga menumpuk," tambahnya.

"Ketika ada pemicu masalah, meledaklah, pelampiasannya itu pada anak-anaknya," ungkapnya.

Menurutnya, hal itu terjadi karena anak ini adalah pihak yang tidak berdaya, tidak memiliki kekuatan untuk melawan orang tua dan anak juga berada di bawah kendali orang tua, berada di bawah kontrol ibunya. "Maka anak menjadi sasaran yang paling mudah dan paling gampang untuk pelampiasan stres depresi seorang ibu ini," bebernya.

Ia prihatin dan mengajak untuk mewaspadai banyaknya stress pada ibu yang bisa memicu perilaku-perilaku sejenis ini dan korbannya tidak lain adalah anak-anak. 

"Padahal, secara fitroh saya yakin gak ada seorang ibu atau orang tua yang tega untuk menghabisi nyawa anaknya. Gak ada ibu yang tega membunuh anaknya," sanggahnya.

Menurutnya, dari kasus ini kita bisa belajar tentang potensi terjadinya kriminalitas dari seorang ibu terhadap anak kandungnya bisa terjadi, jika faktor-faktor pemicu seperti persoalan ekonomi, kepribadian, atau masalah dengan suami tidak segera diatasi. "Jangan sampai nanti ada kasus-kasus seperti ini," pungkasnya.[]

Reporter: Ika Mawar dan Achmad Muit

Posting Komentar

0 Komentar