TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Mulia dalam Islam, Perempuan Butuh Khilafah



Di dunia ini tidak lah ada satu pun ideologi yang menempatkan perempuan dengan pandangan yang benar. Itu tidak dapat ditemukan kecuali ada pada Islam. Karenanya, hanya Islam dan Khilafah lah yang dapat menjadi berkah bagi perempuan. 

Ideologi selain Islam hanya lah bersumber dari akal manusia yang terbatas, dipenuhi dengan kelemahan dan keterbatasannya, lebih cenderung pada perasaan yang dikuasai hawa nafsu. Perempuan dieksploitasi hanya dipandang sebagai objek seksualitas belaka, dihargai sebatas materi dunia.

Islam yang bersumber dari Allah Swt, Pencipta manusia, Pengatur manusia. Dia lah Allah yang mengetahui setiap kebutuhan perempuan. Islam menempatkan perempuan sebagai kehormatan yang wajib dijaga.

Peradaban Kapitalisme saat ini tidak mampu mewujudkannya, dalam pusaran liberal sekulerisme perempuan semakin terpuruk bernasib tragis dibayangi ancaman kekerasan seksual.

Kebebasan berperilaku, memperturutkan hawa nafsu, diperburuk industri kapitalis yg menjadikan perempuan sebagai objektifikasi dan seksualisasi semakin menghancurkan martabat perempuan yg hanya dinilai secara materi.

Dunia dalam pusaran liberal sekulerisme benar-benar tidak mampu memberi rasa aman bagi perempuan. Dalam kungkungan sistem kapitalistik perempuan dihargai dengan taraf ekonominya, status sosialnya dan prestasi profesinya. Perempuan diberi kebebasan seluas-luasnya untuk meraih kesuksesannya, dengan cara apapun.

Bahkan, sistem kapitalistik ini tidak lagi menghargai peran utama perempuan sebagai pencetak generasi dan pengatur urusan rumah tangga. Peran ini dianggap pangkal munculnya diskriminasi perempuan. Akhirnya, kesetaraan gender menjadi solusi praktis kaum feminis.

Telah jelas Islam menempatkan kedudukan perempuan dan laki-laki adalah sama dihadapan Allah, yang membedakan hanya tingkat ketaqwaannya.

Hai manusia, sungguh Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan serta menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sungguh orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kalian. Sungguh Allah Mahatahu lagi Maha Mengenal (QS al-Hujurat [49]: 13)

Laki-laki dan perempuan secara fitrah terlahir berbeda, dengan hak dan kewajiban yang saling melengkapi, bukan saling mendahului. Tugas pokok dan fungsi perempuan sebagai ibu pencetak generasi dan pengatur urusan rumah tangga, berkontribusi besar dalam kebangkitan umat dan kesejahteraannya. Menjadi istri shalihah, ibu para mujahid, profesional di bidangnya dengan tidak meninggalkan kewajiban utamanya.

Tugas mulia itu hanya Islam yang mampu mewujudkannya. Islam memberikan tempat yang mulia dan istimewa bagi perempuan. Penerapan aturan Islam secara kaffah memiliki visi penjagaan dan perlindungan bagi peran dan fungsi perempuan. 

Khilafah akan menempatkan perlindungan atas martabat dan keamanan perempuan sebagai pilar utama kebijakan negara. Perempuan merupakan kehormatan yang wajib dijaga.

Khilafah melarang segala bentuk seksualisasi atau eksploitasi perempuan. Khilafah dengan sistem pendidikan dan sistem peradilannya memberantas praktik-praktik tradisional yang menindas. Khilafah menerapkan hukuman keras untuk setiap bentuk serangan terhadap perempuan, termasuk kekerasan dan kejahatan seksual. Perempuan mulia dengan Islam. Perempuan butuh Khilafah.[]

Oleh: Dewi Srimurtiningsih, Analis Mutiara Umat

Posting Komentar

0 Komentar