TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Membincang Inspirator Sejati untuk Generasi

Sempat ramai diberitakan media online, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, mengeluarkan pernyataannya yang mengharapkan tren K-Pop di Indonesia menjadi inspirasi anak muda.

Asal muasal viralnya pernyataan Wapres KH. Ma’ruf Amin ini bersala dari video yang diambil pada peringatan 100 Tahun Kedatangan Orang Korea di Indonesia, Minggu 20 September 2020. Pada pemberitaan tersebut dituliskan Wakil Presiden Ma’ruf Amin menilai tren K-Pop dan Drama Korea yang menjamur jadi potensi dan inspirasi bagi generasi muda Indonesia dalam membawa budaya Indonesia ke kancah internasional.

Adalah menjadi wajar adanya jika pernyataan beliau ini cukup menyita perhatian publik, terlebih dengan mengingat latar belakang beliau sebagai seorang kiai.

Sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap masa depan bangsa, tentu kita perlu menelisik lebih jauh mengenai kesesuaian pandangan ini terhadap masa depan generasi dan bangsa. Kalau kita cermati sisi lain dari keberhasilan K-Wave di dunia ini, maka kita akan saksikan sisi kelam yang sengaja di sembunyikan.

Pemuda adalah harapan masa depan umat. Berkualitas pemuda hari ini, penuh ketaatan, cerahlah masa depan suatu kaum. Buruk kondisi kaum muda hari ini, suramlah nasib bangsa tersebut di kemudian hari. Maka, seorang pemuda harus memiliki role model atau inspirator yang bisa menuntunnya menjadi pemuda berkualitas.

Nabi Muhammad SAW adalah manusia pilihan yang kisah hidupnya menjadi suri teladan umat Islam di seluruh dunia. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam surat Al-Ahzab ayat 21.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS Al Ahzab : 21).

Setiap sisi kehidupan Rasulullah bisa dipelajari mulai dari sejak beliau dilahirkan sampai Rasulullah wafat bisa diketahui dengan mendetail, bahkan ada para ulama yang menulis segala hal yang berkenaan dengan Rasulullah. Kehidupan beliau merupakan cermin bagi umatnya. Rasulullah adalah seorang pemimpin yang adil, jenderal yang pemberani, guru yang menjadi teladan, pedagang yang jujur, pengembala yang bertanggung jawab, ayah yang penyayang, suami yang setia, teman yang baik bagi pemuda.

Akhirnya kita bisa dapati pemuda-pemuda di era Rasulullah yang begitu menawan dengan karismatik yang begitu menggoda dan pesona kepahlawanan yang begitu luar biasa seraya mengerahkan seluruh jiwa dan raganya untuk kejayaan Islam. Mereka menjadi demikian karena didikan manusia mulia Rosulullah SAW.

Adalah Az Zubair bin Awwam. Ia adalah sosok pemuda teman diskusi Rasulullah, anggota pasukan berkuda, tentara yang pemberani, pemimpin dakwah Islam di zamannya dalam usia 15 tahun. Sementara Thalhah bin Ubaidillah, seorang pembesar utama barisan Islam di Makkah, singa podium yang handal, pelindung Nabi saat perang Uhud berkecamuk dengan tujuh puluh luka tusuk tombak, donator utama fii sabilillah, mendapat julukan dari Rasulullah: Thalhah si Pemurah, Thalhah si Dermawan di usianya yang masih sangat muda.

Selanjutnya Sa’ad bin Abi Waqash, seorang ksatria berkuda Muslimin paling berani di saat usianya baru menginjak 17 tahun. Ia dikenal sebagai pemanah terbaik, sahabat utama yang pertama kali mengalirkan darahnya untuk Islam, lelaki yang disebut Rasulullah sebagai penduduk surga. Serta masih banyak lagi yang lainnya.

Dan yang paling fenomenal lagi, ketika dulu Rasulullah pernah bersabda yang artinya:

“Kalain pasti akan membebaskan kota Konstantinopel, sehebat-hebat amir (panglima perang) adalah Amir –nya dan sekuat-kuat pasukan adalah pasukannya” (HR. Ahmad)

Setelah 825 tahun penantian tepatnya pada tanggal 29 Mei 1453 akhirnya kota itu jatuh juga ditangan kaum Muslimin dan benarlah sabda Rasululllah bahwa yang mampu menaklukkan kota itu adalah sebaik-baik panglima perang dan sebaik-baik pasukan. Dialah Muhammad Al-Fatih yang mampu menaklukkan kota Konstantinopel diusianya yang masih muda yaitu 21 tahun. Rahasianya adalah dengan kekuatan ruhiyah, kedekatan dengan Allah yang luar biasa. Dikenal dengan tidak pernah meninggalkan tahajjudnya.

Subhanallah, begitulah sejarah membuktikan karismatik pemuda-pemuda muslim zaman dulu. Sebuah bentuk prestasi yang begitu gemilang. Maka selayaknya generasi muda harus bersiap memperbaiki diri. Mengacu kepada inspirator sejati, bukan sekedar Hallyu yang minus prestasi hakiki. Sehingga layak membawa bangsa ini menjadi bangsa besar, sebagaimana para generasi islam pada abad-abad yang lalu. Wallhu a’lam bi ash showab.[]

Oleh: Ummu Hanif
(Pengamat Keluarga dan Sosial)

Posting Komentar

0 Komentar