TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Masihkah Tidak Percaya Jika Corona itu Ada?

Makhluk kecil bernama virus corona tak tampak mata. Hingga masih ada saja orang tak mempercayainya. Meski ada banyak korban berguguran di seluruh pelosok dunia. Namun masih saja ada yang menganggap bahwa itu hanyalah rekayasa.

Lantas banyaknya korban yang meninggal itu dianggap apa? Ribuan dokter ada diantaranya. Dokter yang menolong korban di garda depan, ternyata banyak yang meninggal dunia. Tak sanggup menangkis serangan corona yang sudah tersebar di seluruh penjuru dunia.

Menurut informasi terbaru, jumlah korban corona di seluruh dunia semakin tak terkendalikan. Pandemi yang menimpa dunia belum juga ada tanda-tanda berakhirnya. Korban yang terpapar justru semakin menggurita.

Dilansir oleh worldometers.info pukul 16.00 WIB, kasus Covid-19 di seluruh dunia hari ini per Kamis (24/9/2020) yakni mencapai 32.111.493 kasus.

Dari jumlah tersebut, terdiri dari 982.196 orang meninggal dunia dan 23.692.401 pasien telah sembuh.

Melihat data di atas bisa dibayangkan kehebatan makhluk kecil bernama corona itu. Sungguh ada kekuatan luar biasa yang Allah titipkan pada corona. Musuh yang tak tampak oleh mata. Hingga manusia tak bisa menangkis serangannya. Tidak heran jika masih ada yang tidak percaya bahwa corona benar adanya.

Sesuatu yang tidak tampak oleh mata, bukan berarti tidak ada. Jika jumlah korban yang terpapar virus corona sudah demikian dahsyatnya. Lebih dari tiga puluh dua juta. Masihkah tidak percaya jika corona itu benar adanya. Dan sekarang corona masih ada.

Dari jumlah korban yang terpapar, sebagian besar sembuh, dengan pengobatan yang memadai dan istirahat cukup banyak. Namun banyak pula yang tidak terselamatkan karena berbagai alasan. Rumah sakit yang penuh dan jumlah korban tak terkendali. Alat pelindung diri yang terbatas bahkan sangat kurang mencukupi. Pengobatan kurang optimal, gizi kurang bagus, dan banyak lagi alasan lainnya.

Menurut data terbaru, jumlah yang meninggal hampir satu juta orang. Astaghfirullah, banyak sekali korban corona yang meninggal dunia? Musuh tak tampak mata itu bisa membunuh hampir satu juta jiwa nyawa manusia.

Masihkah ada yang belum percaya jika corona itu benar adanya? Jika korban meninggal karena terpapar corona sudah mendekati satu juta jiwa, berarti tak ada penanganan serius untuk melawan virus membahayakan itu.

Pemerintah masing-masing negara  sudah membuat kebijakan demi kebijakan untuk mengatasi paparan corona. Namun kenyataannya corona masih aman dan tidak mempan dengan senjata apapun buatan manusia. Apalagi manusia sombong yang merasa sok kuat mengatasi masalah tanpa melibatkan Allah.

Jika kenyataan yang ada, jumlah korban terpapar semakin meningkat. Dan jumlah korban meninggal juga selalu bertambah. Pertanda pemerintah belum menangani masalah pandemi yang menimpa seluruh negeri ini dengan baik. Bahkan cenderung mengabaikan dan tidak peduli.

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Membiarkan jutaan nyawa melayang karena keteledoran, atau ketidakpedulian pemerintah? Karena kebijakan yang tidak tepat, mengakibatkan banyak korban berjatuhan.

Bagaimana hal itu bisa terjadi, membiarkan jutaan kurban virus corona hingga meninggal dunia? Padahal kehilangan dunia masih lebih ringan daripada kehilangan satu nyawa seorang mukmin?

"Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan al-Albani).

Sungguh, sudah tidak pilihan lagi kecuali taubat mohon ampunan kepada Allah pemilik dan penguasa langit dan bumi ini. Mohon ampunan dan petunjuk terbaik apa yang harus dilakukan. 

Solusi terbaik untuk mengatasi masalah itu ada di sisi Allah. Sudah sewajarnya semua pemimpin dunia kembali ke jalan Allah. Jangan sombong dan sok percaya diri dengan kebijakan yang terus dibanggakan jadi solusi. 

Allah pemilik apapun di muka bumi ini. Allah tak mungkin mendzalimi hamba yang dicintai. Allah hanya ingin hamba yang dicintaiNya kembali ke jalan Allah. 

Sungguh, tidak ada yang sulit bagi Allah untuk membuat semua negeri dalam kondisi aman dan berkah. Jika seluruh umat mau bertaubat dan kembali ke jalanNya.

Namun, jika manusia masih suka membantah, maka hak prerogatif Allah untuk menyelamatkan atau meluluhlantahkan negeri itu. Corona hanyalah hamba ciptaan Allah sebagai pengingat diri. 

Bagaimana bisa makhluk kecil itu dititipkan kekuatan luar biasa hingga sanggup meluluhlantakkan perekonomian seluruh negeri. Mematikan hampir satu juta manusia. Bahkan masih banyak yang menjadi korban paparan virus corona.

"Ada 7.436.896 kasus aktif atau pasien dalam perawatan yang tersebar di berbagai negara."

Bisa dibayangkan, jika manusia yang masih aktif terpapar corona ada lebih tujuh juta jiwa. Dan itu tersebar di seluruh dunia. Maka pilihan di tangan pemimpin negeri. Mau bertaubat dan menjalankan ketaatan dengan aturan Allah, atau membiarkan tujuh juta pasien positip terpapar virus corona itu bertebaran di seluruh negeri?

Sungguh, jika taubatan nasuha tak segera ditunaikan, akankah menunggu hingga seluruh umat di dunia terpapar corona? 

Saatnya kembali pada Allah, dan mengatasi seluruh persoalan negeri hanya dengan ketaatan dan mencari Ridlo Allah. Maka seluruh negeri akan kembali sejahtera dan mendapat ridlo Allah. Wallahu a'lam bishawwab.[]

Oleh: Lilik Yani
(Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban)

Posting Komentar

0 Komentar