TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Kuasa Hukum Keberatan dan akan Ajukan Nota Pembelaan karena Ali Baharsyah Dituntut Setahun

Foto: Ustaz Chandra Purna Irawan didampingi para Ulama seusai menghadiri pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Ali Baharsyah di Pengadilan Negeri Jakarta, Senin (28/9/2020).



TintaSiyasi.com-- Ketua LBH Pelita Umat Chandra Purna Irawan, S.H., M.H., kuasa hukum Ali Baharsyah, keberatan dan akan mengajukan nota pembelaan karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut kliennya selama 1 tahun penjara dan denda 50 juta/subsider 4 bulan penjara.

"Kami keberatan dan akan mengajukan Nota Pembelaan pada hari Kamis, 1 Oktober 2020," tuturnya pada TintaSiyasi.com, Senin (28/9/2020).

Ia mengungkapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah membacakan tuntutannya terhadap Ali Baharsyah di pengadilan negeri Jakarta Pusat, Senin (28/9/2020).

"Jaksa menuntut Ustaz Ali Baharsyah 1 tahun penjara dan denda 50 juta/subsider 4 bulan penjara," jelasnya. 

Menurutnya, di dalam persidangan terungkap berdasarkan keterangan aktivis Islam dan aktivis kemanusiaan Ali Baharsyah, video yang dibuat dilakukan secara spontan setelah membaca berita tentang penderitaan Muslim Uighur dan ditujukan sebagai ungkapan perasaan sedih atas penderitaan yang dialami muslim Uighur. 

Ia memaparkan, video yang dibuat dengan motif dan tujuan dakwah serta tidak mengetahui akan akibat dan/atau tidak sadar maksud dan/atau tidak sadar kemungkinan. 

"Video yang dibuat tidak dilakukan secara terencana atau tidak ada persiapan. Video yang dibuat dengan intonasi datar yang bersifat keluhan, ungkapan perasaan, kekecewaan atas perlakuan yang berbeda dan bersifat mempertanyakan," tambahnya. 

Menurutnya, atas dasar tersebut semestinya tidak dapat dinilai telah memenuhi unsur niat pasal 28 ayat (2).

"Semoga Allah Jalla Jalaluhu menjadikan Penjara sebagai saksi di akhirat atas pembelaan Ustadz Ali Baharsyah terhadap China Muslim, Uyghur. Aamiin Ya Rabb," pungkasnya.[]


Reporter: Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar