TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Korean Wave Bukan Inspirasi Generasi Muslim yang Cemerlang


Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin berharap tren Korean Pop atau K-Pop dapat mendorong munculnya kreativitas anak muda Indonesia. Ia berharap anak muda lebih giat mempromosikan budaya bangsa ke dunia internasional. "Maraknya budaya K-pop diharapkan juga dapat menginspirasi munculnya kreativitas anak muda Indonesia dalam berkreasi dan mengenalkan keragaman budaya Indonesia ke luar negeri," kata Ma'ruf Amin dalam keterangannya untuk peringatan 100 tahun kedatangan orang Korea di Indonesia, Ahad (20/9/2020).

Ajakan Kiai mantan Ketua MUI tersebut seolah sedang menyarankan anak muda untuk berkiblat pada K-Wave. Karena jika kita berbicara K-Wave, bukan hanya berbicara etos kerja semata, melainkan sepaket dengan budaya permisif dan liberal yang menjadi ruh industri mereka. Bahkan etos kerja yang dibanggakannya pun patut dipertanyakan landasan dan kesesuaiannya dengan fitrah manusia.

Diantara tanda baiknya generasi muslim yang cemerlang adalah meninggalkan hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat untuk dunia dan akhiratnya.  Maka benar ungkapan bijak yang mengatakan bahwa "jika seseorang tidak menyibukan diri dalam kebenaran pasti sibuk dalam kebathilan". Boleh jadi sesuatu yang tidak bermanfaat itu mubah tetapi sia-sia.  Waktu, tenaga, pikiran, bahkan harta yang digunakan pun hilang percuma. Agar generasi Muslim tidak terperosok dalam kesia-siaan maka mereka harus disibukkan dengan ketaatan. 

Karakteristik generasi muslim yang cemerlang dapat di lihat dalam Q. S.Ibrahim : 24 - 26. Tidakkah kami perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya menjulang ke langit (ayat 24). Pohon itu memberikan buahnya pada setiap muslim dengan seizin Rabb-nya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat (ayat 25). Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak dapat tetap tegak sedikitpun (ayat 26).

Contoh generasi cemerlang yang dapat memberikan inspirasi bagi generasi yang akan datang:

Pertama, Abu Ali al Husayn Ibn. Abdallah Ibn Hasan Ibn Ali Ibn Sina,  adalah seorang polymath jenius asal Uzbekhistan yang benar-benar mendalami hampir semua ilmu pengetahuan. 

Kedua, Abu Yusuf Ya'wub Ishaq Al Sabbah Al Kindi,  adalah orang yang dipercaya oleh Khalifah Al Ma'mun untuk menjadi ketua tim penerjamah naskah-naskaj fiksafat kuno dari Yunani dan Romawi di Bayth al Hikmah.

Ketiga, Sl Khayyan atau Omar Khayyan,  adalah seorang matematikawan,  astronom,  dan pujangga hebat.

Keempat, Al Khwarizmi dan masih banyak lainnya. 

Semua ini hanya bisa terwujud tatkala kita kembali pada Allah,  terikat dengan hukum-hukum-Nya dan menjadikan Al Qur'an sebagai pedoman hidup.

Saatnya kembali pada Islam dalam bingkai Khilafah, sebab tak ada bentuk pemerintahan lain selain sistem pemerintahan Khilafah yang menjadikan standar baik dan buruk hanyalah dari Allah SWT. Dengan penerapan syariat kafah, negara akan mampu menghalau K-Wave, bahkan menciptakan “Islam Wave” di tengah kehidupan umat manusia.[]

Oleh: Tiara, Pelajar SMA KP 1 Ciparay - Kab. Bandung

Posting Komentar

0 Komentar