TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Kontroversi Khilafah dan Film Khilafah


Khilafah bukan lagi sesuatu hal yang asing dikalangan masyarakat kini. Bahkan jadi trending topic dipenjuru negeri. Bila ditarik 10 atau 20 tahun kembali, rasa-rasanya nyaris tak dengar sama sekali seruan semacam ini. Penolakannya pun bukan sekedar laporan RT sebab melanggar adat setempat. Tapi penolakan juga dilakukan oleh pemerintahan resmi karena merasa terancam dengan statement yang tidak tepat.

Padahal dakwah khilafah berlangsung bukan baru-baru ini. Tapi kenapa penolakannya begitu gencar dihalang-halangi pada rezim ini. Upaya mereduksi ajaran islam jihad dan khilafah pada pelajaran sekolah pun sempat digaungkan oleh penguasa saat ini. Dengan dalih menangkal radikalisme, terorisme dan intoleransi sejak dini.

Khilafah bukan hal yang harus ditakuti, sebab ia punya visi melindungi. Ia datang dibawa oleh orang mulia yang pernah berjalan diatas muka bumi. Mengajarkan islam walau jalannya penuh onak dan duri. Catatan sejarah begitu tegas bahwa khilafah bagian dari islam itu sudah jelas. Namun mereka yang berkuasa sebab nafsu merasa tidak puas, takut perutnya tak kenyang bila khilafah terus-menerus digagas.

"Dalam kontek khilafah, khilafah itu ajaran islam bukan ajaran khayali. Buktinya khilafah diterapkan dan berlangsung sekian lama." Ucap Ust. Ismail Yusanto, Ketua Komunitas Literasi Indonesia kala wawancara pemutaran perdana film "Jejak Khilafah Di Nusantara" atau disingkat JKDN pada kamis (20/08/2020)

Film ini menjadi perbincangan hangat di jadag maya. Dimana tren hastag tentang khilafah dan film JKDN terus bergulir. Diantaranya #jejakkhilafahdinusantara #nobarfilmkhilafah #filmkhilafah #dakwahsyariahkhilafah

Film yang disutradarai oleh Nicko Pandawa, sekaligus seorang sejarahwan ini hendak menjawab pertanyaan yang mengargumentasikan keberadaan khilafah yang dianggap ajaran khayali. Film ini menjadi sorotan menuai banyak pro dan kontra. Bahkan sempat di isukan  film JKDN ditunggangi propaganda HTI yang terus-menerus tanpa henti mendakwahkan khilafah ditengah masyarakat. Isinya pun juga dianggap tak sesuai fakta sejarah.

Prof. Peter Carey, seorang ahli sejarahwan jawa dan perang diponegoro mengatakan bahwa film ini tak sesuai fakta dan cenderung hanya sejarah khayali. Melalui pernyataan tertulisnya yang diterima Suara.com, Prof. Peter Carey menyatakan tidak ada bukti dokumen arsip Turki Utsmani yang menunjukkan adanya hubungan dengan Kesultanan Demak (1475 : 1558) (Suara.com,21/08/2020). Prof. Peter Carey sempat mengajukan keberatan pada tim produksi film Jejak Khilafah Di Nusantara sebab mencatut namaya tak izin kala peluncuran teaser film tersebut.

Terbukti 1300 tahun khilafah menjadi negara super power yang pernah menguasai 2/3 dunia dengan kepemimpinan islam yang mulia. Salah satu bukti peninggalan jejak khilafah di tanah jawa ialah makam-makam para da'i yg dikirim tatkala Kekhilafahan Abbasyiah berkuasa yang sering kita kenal sebagai walisongo. Seseorang yang berinisiasi demi tersebarnya islam ditanah jawa ialah Syaikh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik. Pada pusara batu marmer di makamnya tercantum infomasi bahwa Sunan Gresik punya kedudukan tinggi di lingkup Kesultanan Samudra Pasai. Disebutkan bahwa Sunan Gresik memiliki kedudukan gelar yang politis sekaligus agamis, sebuah gelar yang diberikan oleh Khilafah Abbasyiah bagi para pejabat-pejabat penting daulah.

Tak terkecuali Kesultanan Demak menjadi bukti sekaligus simbol perjuangan elemen-elemen islam di tanah jawa dibawah pimpinan para walingoso yang bangkit berjihad melawan musuh islam yang dipimpin oleh Girindra Wardana juga Patih Udara yang kala itu sempat menguasai Kerajaan Majapahit. Dan berdirilah daulah islam pertama kali di tanah jawa, Kesultanan Demak.

Bukti Kesultanan Sumatera Pasai yang sampai saat ini tetap dijaga pun ialah makam beberapa Bani Abbas yang terkubur di Lhokseumawa, Aceh Utara. Satu makam marmer yang besar dan indah telah ada di Gampong Kuta Kureng di Lhokseunawe. Informasi sang pemilik makam telah terpahat dalam kaligrafi rumit, unik nan antiq. Keberadaan makam keturunan Khalifah Abbasyiah di Pasai ini merupakan bukti jelas bahwa Kesultanan Pasai menjalin hubungan juga dengan Kekhilafahan Abbasyiah kala itu.

Tak sampai pada kontroversi tuduhan film sejarah tak sesuai fakta dan ajaran khayali, penayangan perdana film JKDN ini sempat dibanned oleh banyak pihak tak terkecuali oleh pemerintahan sendiri. Jalankan penayangan perdana, teaser film ini pun sempat dibanned. Alasannya ada keluhan hukum dari pemerintah. "Apa alasan keluhan hukum pemerintah atas video Jejak Khilafah Di Nusantara ? Apa ada hukum negara yang dilanggar ?", bunyi cuitan Ust. Tengku Zulkarnain pada akun twitternya @ustadtengkuzul yang menanggapi pemblokiran atas film tersebut.

Sekian banyak upaya pihak-pihak diluar sana yang hendak menghentikan atau mengisukan negatif film ini, justru ucapan rasa syukur keluar dari sang sutradara pada diskusi malam yang ditayangkan oleh stasiun tv swasta pada acara yang bertajuk "HTI menyelinap di film "Jejak Khilafah" ?" saat closing statement. "Syukur alhamdulillah kepada Allah swt yang telah menjadikan film ini sebagai pemantik, terlepas dari isu pro dan kontra. Tapi kita senang sekali hal ini bisa kita anggap sebagai pemantik dimana disini bisa memiliki kesempatan atau sebuah diskusi yang berilmu..."

Khilafah nyatanya tak bisa ditolak oleh seorang muslim. Semakin banyak diskusi berilmu akan memberikan bukti yang meyakinkan bahwa khilafah bagian dari islam. Seiring berjalannya waktu khilafah kian diperbincangkan. Mau tidak mau, suka maupun tidak suka khilafah akan muncul setelah keterpurukannya. Keterpurukan umat islam yang kini senantiasa disalah-salahkan dan disudutkan.

Padahal kebangkitan umat islam serta kekhilafahannya sudah digambarkan sedemikian gemilang lewat lisan Rasulullah Muhammad, ".......Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan, ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada.  Selanjutnya  akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian." (HR. Ahmad)

Sudah selayaknya seorang muslim menerima apa-apa yang dibawa Rasulullah Muhammad. Bukannya tebang pilih sebagian yang disuka dan pada sebagian lain bersikap bodo amat. Datangnya islam dari pencipta manusia, Yang Maha Tahu detail untuk mengatur makhluk-makhlukNya, yaitu Allah Al Kholiq Al Mudabbir.

Islam yang rahmatan lil 'alamin begitu dirindu atmosfer ketaatannya. Ketaatan dan ketundukan pada-Nya, hidup sesuai tujuan dari penciptaan manusia oleh-Nya. Memang tak ada kata lain selain berjuang, berjuang menegakkan daulah islam. Sebab islam tak bisa kaffah diterapkan bila tak ada daulah yang menaunginya.

Bangkitlah pejuang dakwah penegak kalimah Allah. Angkat panjimu, kobarkan semangatmu. Kemenangan tak datang tanpa ada pahlawan, atas ridho Allah swt pastikan kau bagian dari barisan. Barisan pejuang dakwah yang merindukan jannah. Allahu Akbar![]

Oleh: Ratna Sari

Posting Komentar

0 Komentar