+
YUK JOIN di TINTA INTENS 4

Khilafah Dituding Bubarkan Indonesia, Benarkah?

Buntut panjang dari viralnya film Jejak Khilafah di Nusantara yang menuai berbagai komentar dari tokoh ormas, sejarahwan dan intelektual, Jaringan Gusdurian melakukan pertemuan hingga mengundang insan media. Dianggap perlu untuk menyampaikan opini kepada masyarakat bahwa paham Khilafah tidak sesuai dengan kesepakatan pendiri bangsa yang berlandaskan keberagaman. 

Menurut Alissa Wahid selaku Koordinator Jaringan Gusdurian paham Khilafah dapat membubarkan Indonesia. Ia pun mengakui bahwa penggerak ide Khilafah begitu militansi hingga masuk ke berbagai elemen anak bangsa. Masyarakat diminta untuk menjaga komitmen kebangsaan. 

Alissa juga menuding bahwa Khilafah yang dibawa oleh HTI ialah Khilafah versi nabhani bukan Khilafah yang sejalah dengan Khulafaur Rasyidin setelah Nabi. Harapannya agar BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) berperan untuk mengatasinya. (Jpnn.com, 26/8/2020)

Apakah semua tudingan yang disampaikan Alissa Wahid benar? Apakah Khilafah memang berbahaya bagi negeri ini? Bahkan dapat membubarkan Indonesia? Sebaiknya publik harus memahami dengan benar terlebih dahulu, apa itu Khilafah? Bagaimana jejaknya ada di Nusantara, hingga dapat menilai apakah yang disampaikan Alissa hanya dugaan saja atau benar sesuai dengan fakta? 

Khilafah Pemersatu Bangsa

Tudingan demi tudingan terus saja dilancarkan oleh pihak yang anti Khilafah. Dari mulai Khilafah tidak sesuai dengan kesepakatan pendiri bangsa, dapat membubarkan Indonesia, Khilafah versi HTI tidak sejalan dengan Khulafaur Rasyidin setelah Nabi dan masih banyak lagi tudingan yang ngawur. 

Menuding Khilafah sebagai pemecah belah bangsa hingga dapat membubarkan negeri ini merupakan tudingan yang ngawur juga dungu. Bagaimana mungkin Khilafah membubarkan Indonesia? Secara faktual, Khilafah telah mempersatukan seluruh bangsa Muslim di dunia, lebih dari 2/3 dunia. 

Dalam naungan Khilafah, ribuan bahkan ratusan ribu suku dan kabilah hidup selama 14 abad dengan damai, rukun, dengan toleransi yang luar biasa. Lalu Khilafah dituding memecah belah bangsa dan bubarkan Indonesia? Jelas, dungu luar biasa. 

Perpecahan dunia Islam dan bangsa-bangsa Muslim saat ini justru disebabkan tiadanya Khilafah yang menyatukan mereka. Umat Islam di Dunia termasuk Indonesia tidak dapat bersatu menjadi satu umat karena pemikiran, hukum dan peradaban non-Islam yang meliputi umat. Baik itu nation state, nasionalisme juga primordialisme kesukuan. Semua hal itu yang menghalangi bangsa-bangsa Muslim untuk bersatu.

Lalu mereka mengatakan Khilafah tidak sesuai dengan kesepakatan pendiri bangsa. Menurut Ustaz Hafidz Abdurrahman, kesepakatan itu merupakan masalah politik yang dinamis, tidak statis. Bisa berubah, sesuai dengan tuntutan zaman. Jika ada yang mengatakan Khilafah bertentangan dengan kesepakatan, pertanyaannya, bagaimana kalau sekarang mayoritas umat Islam di negeri ini sepakat dengan Khilafah, lalu ada minoritas yang tidak sepakat, masihkah khilafah dianggap menyalahi kesepakatan? Jelas tidak. (al-waie.id, 20/2/2019)

Khilafah adalah Negara Islam yang dinyatakan oleh Allah, juga dipraktikkan oleh Nabi saw selama berpuluh tahun, kemudian dilanjutkan oleh para sahabat turun-temurun hingga dihancurkan oleh konspirasi kaum kafir (Inggris, Prancis dan Yahudi). Khilafah bukan hanya hukum Islam yang wajib tetapi juga qath’i, baik dari sisi hukum dan fakta. Bagaimana mungkin mereka yang mengaku sebagai Muslim bisa memungkiri hal ini?
Lantas, menyandingkan Khilafah sebagai hukum qath’i lalu membenturkannya dengan kesepakatan politik yang temporer jelas sesuatu yang tidak tepat dan tidak level. 

Sebenarnya tegaknya Khilafah, menjadi suatu perkara yang ditakuti oleh Barat. Kemudian direspon penguasa dunia Islam dengan upaya menjauhkan Islam politik dari kehidupan Muslim. Malangnya, ada di antara kaum Muslimin yang secara sadar ataupun tidak, turut latah menggaungkan strategi ini. 
Kiranya mereka lupa, jika mereka terlibat dalam pusaran permainan kotor yang hendak memadamkan cahaya Allah. Padahal, sehebat apapun upaya itu, cahaya Allah takkan pernah padam. 

Khilafah Pasti Tegak di Tengah Tudingan Ngawur 

Musuh-musuh Islam yang terus merekayasa tuduhan-tuduhan ngawur tak berdasar. Baik dari negara-negara kafir penjajah, agen-agen mereka yang tersebar di dunia Islam, yang berbaju penguasa, politikus, ulama, budayawan, ekonom, organisassi, partai, LSM, maupun media massa. Mereka bekerjasama untuk melanggengkan penjajahan di Dunia Islam.

Secara objektif dan faktual, umat manusia sangat membutuhkan hadirnya Khilafah sebagai jawaban atas kehancuran dunia termasuk Indonesia akibat penerapan sistem kapitalis sekuler. Berbagai alasan yang dapat dikemukakan. Pertama, Dunia termasuk Indonesia membutuhkan sistem global yang dapat menyejahterakan, memberi keadilan dan persaudaran global. 

Sebab kapitalisme yang saat ini menopang dunia, dari sisi ekonomi telah ‘berprestasi’ menciptakan kesenjangan antara Dunia ketiga dengan negara-negara maju, penduduk kota dengan desa, serta menumpuknya kekayaan pada segelintir orang. 

Dari sisi politik, sistem pemerintahan demokrasi bukannya mewujudkan kesejahteraan, tapi menimbulkan problem sosial yang kompleks. Para pemilik modal berkolusi dengan penguasa/politisi menguasai hajat hidup rakyat, perpolitikan begitu tercium aroma uang. Korupsi, kolusi, dan permainan uang menjadi penyakit akut yang mengancam hidup rakyat. 

Kekebasan yang dipuja-puja dalam demokrasi juga hanya menghasilkan seks bebas, dekadensi moral, penggerusan akidah, dan hancurnya keluarga. Sementara di bidang hukum, hukum positif buatan manusia juga menjadi wasilah korporasi raksasa untuk menjajah dan mengeruk kekayaan rakyat. 

Semua fakta di atas yang sebenarnya meresahkan masyarakat. Semua kondisi tersebut yang mengancam keutuhan Indonesia. Selama negeri ini masih mempertahankan penerapan sistem kapitalisme. Maka selama itu pula kesejahteraan, keadilan dan keutuhan negara akan terancam.  

Publik harus memahami bahwa Khilafah janji agung Allah SWT. Allah SWT berjanji memberikan istikhlaf fi al-ardh kepada umat Islam (Q.S an-Nur: 55). Istikhlaf fi al-ardh tidak memiliki makna lain selain penganugerahan kekuasaan dan tugas pengaturan urusan manusia di seluruh dunia. 

Imam al-Qurthubi menyatakan: ”…Allah akan men jadikan di antara mereka para Khalifah (penguasa). Para Sahabat pun bersepakat untuk mengangkat Abu Bakar ra. Setelah terjadi diskusi antara kaum Muhajirin dan Anshar di Saqifah Bani Sa’idah…, (Imam al-Qurthubi, tafsir al-Qurthubi, I/264)

Sementara Ibnu Arabi berkata, “Ayat ini merupakan janji umum dalam masalah nubuwwah, khilafah, tegaknya dakwah dan berlakunya syariah secara umum.” (Imam al-Qurthubi, Tafsir al-Qurthubi, XII/299-202). 

Semua hal di atas menunjukkan bahwa Khilafah merupakan janji Allah yang paling agung bagi kaum Mukmin. Dengan tegaknya Khilafah, agama Allah SWT bisa ditegakkan secara sempurna dan kerahmatan bagi Dunia bisa diwujudkan secara nyata. 

Bagi mereka yang masih memusuhi ajaran Islam yaitu Khilafah, semoga bisa segera menyadari dan memohon ampun pada Illahi Rabbi. Karena memusuhi ajaran Islam (Khilafah), apalagi kembalinya telah dinyatakan oleh wahyu baik al-Quran maupaun as-Sunnah ialah perkara sia-sia. Tegaknya Khilafah merupakan hal yang pasti terjadi, meski para pembenci terus mencoba untuk menghalangi.[]

Oleh: Rindyanti Septiana S.H.I 
(Kontributor Muslimah News & Pemerhati Sosial dan Politik)

Posting Komentar

0 Komentar