TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Kalau Komunis Semakin Berani Terang-Terangan Berarti akan Terjadi Konflik Besar

Foto: Moeflich Hasbullah, Sejarawan


TintaSiyasi.com-- Pemutaran film G30S/PKI kembali menuai pro dan kontra. Seberapa pentingkah film G30S/PKI ditonton oleh generasi saat ini? Apakah ada upaya penguburan sejarah terkait kekejaman PKI? Bagaimana seharusnya sikap umat Islam terhadap masalah ini? Temukan jawabannya dalam wawancara wartawan TintaSiyasi.com Achmad Mu'it dengan Sejarawan UIN SGD Bandung Moeflich H. Hart. Berikut petikannya.

Seberapa penting film G30S/PKI ditonton oleh generasi saat ini? Mengapa?

Jelas, film G30S/PKI wajib ditonton dan sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak penting, sejarah G30S/PKI adalah sejarah torehan pengkhianatan bangsa, yang berdarah-darah, membunuh tujuh jenderal revolusi yang kemudian mengisahkan sejarah kelam Indonesia. 

Sangat wajib ditonton agar masyarakat Indonesia, semua lapisan, semua kelompok, semua agama itu waspada terhadap G30S/PKI atau gerakan komunis yang sekarang cenderung sedang muncul dan menguat lagi akibat keterbukaan yang tidak terkontrol. Akibat dari menguatnya hubungan dengan komunisme Internasional. Jadi, sangat wajib ditonton oleh generasi muda saat ini supaya sadar terhadap sejarah gelap dan sejarah kelam bangsanya.

Ada pro kontra terkait pemutaran kembali film G30S/PKI, apakah ada upaya penguburan sejarah terkait kekejaman PKI?

Kalau ada pro kontra sebetulnya aneh. Mengapa? Karena jelas PKI atau komunis itu musuh bersama bangsa Indonesia, musuh bersama semua agama, musuh bersama semua kelompok masyarakat Indonesia. Jadi, kenapa harus ada pro kontra? Kalau ada pro kontra berarti ada pihak-pihak atau kelompok yang setuju dengan menguatnya PKI. Ini harusnya tidak terjadi.

Negara, undang-undang, kemudian semua masyarakat Indonesia sudah sepakat untuk membendung kembali munculnya PKI. Jadi, kalau ada pro kontra diluar non-PKI, ini aneh. 

Memang, atas nama demokrasi, bisa jadi ada beberapa kelompok politik yang seperti memberikan angin untuk hidupnya kembali komunis sebagai hak asasi, tapi karena sudah dijadikan sebagai musuh bangsa Indonesia, ya gak bisa. Sudah menjadi The common enemy of the nation particularly Muslim society. Dan kalau ada upaya-upaya untuk menutup-nutupi sejarah PKI berarti itu ada usaha penguburan sejarah Indonesia. Ini harus dilawan.

Bagaimana seharusnya sikap umat Islam terhadap masalah ini?

Kalau sikap umat Islam, tidak ada kompromi dan tidak ada kontroversi, komunisme harus diwaspadai, harus diantisipasi, dan harus dilawan. Mereka merusak bangsa Indonesia, merusak negara ini, merusak masyarakat yang sudah terbangun secara mapan, merusak struktur negara bahkan  akan berusaha merubah Pancasila. Ini kan bahaya sekali. 

Sikap umat Islam sebetulnya karena sudah mengenal sekali bagaimana kejahatan komunis. Umat Islam menunggu saja. Dan kalau mereka semakin berani terang-terangan, bisa jadi akan ada konflik besar karena bangsa Indonesia, TNI, masyarakat dan umat Islam tak akan diam. 

Tapi, bagi saya, gak yakin komunis akan menguat lagi di Indonesia karena banyak gejala yang menunjukkan komunisme di dunia itu sebenarnya sudah makin lemah, hanya bersisa di Cina dan Korea Utara. Tapi, menurut sosiolog Peter L. Berger, abad ke-21 itu abad kebangkitan agama, komunisme yang anti tuhan itu bertentangan dengan fitrah manusia, dan otomatis Islam yang paling menonjol, yang paling kuat yang akan menghadapi komunisme karena keyakinan ketuhanan yang paling kuat dari semua agama itu adalah Islam, paling kuat konsep ketuhanannya. []

Posting Komentar

1 Komentar

  1. liat film G30S/PKI apa yang ingat terlebih dahulu? devide et impera ? komunisme itu mengerikan ? trik bisnis menjadi satu-satunya kapitalis(kepala negara) dengan mendoktrin rakyat dengan komunisme? atau kapitalisme itu mengerikan?

    BalasHapus