TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

K-Pop Pembodohan Generasi Tanpa Disadari



Jika sudah memiliki idola sendiri, mengapa harus silau dengan prestasi luar negeri? Maksimalkan potensi anak negeri dengan idola yang diyakini.

"Dan pada diri Rasulullah saw terdapat suri teladan yang baik."

*

Akhir-akhir ini terjadi berita santer yang membuat terpana umat. Betapa tidak, dalam kondisi pandemi, umat sedang berduka dengan kurangnya pendapatan keluarga. Perekonomian turun drastis, hingga umat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dalam kondisi seperti ini justru pemimpin negeri sedang menjalin hubungan mesra dua negara dalam rangka kerjasama mengatasi masalah negeri yang dialami.

Seperti dilansir TEMPO.CO, Wakil Presiden Ma'rif Amin berharap tren Korean Pop atau K-Pop dapat mendorong munculnya kreativitas anak muda indonesia untuk lebih giat mempromosikan budaya bangsa ke dunia Internasional. Minggu, 20 September 2020.

Kebanyakan generasi negeri kita hanya sebagai penikmat musik K-Pop maupun Drama Korea. Kemudian meniru gayanya para artis Korea tersebut. Mereka lupa bahwa di negeri sendiri sudah memiliki idola. Banyak artis Indonesia yang sudah hijrah menuju ajaran Islam mulia hingga bisa menjadi idola atau panutan remaja.

Sedangkan pengamatan wapres cenderung di bidang perekononian negeri yang rendah ini bisa diatasi dengan bekerjasama dengan Korea. Di mana anak-anak generasi muda bisa belajar kreativitas kepada generasi muda dari Korea. Diharapkan bisa mengatasi masalah bangsa terutama dalam bidang ekonomi

Sebelumnya, Wapres Ma'ruf menilai banyaknya produk Korea yang diproduksi di Indonesia dapat menjadi momentum pembelajaran bagi anak-anak bangsa untuk menciptakan produk berkualitas baik dan berdaya saing sehingga dalam jangka panjang diharapkan dapat mendorong proses industrialisasi Indonesia.

Wapres berfikir selain mengatasi masalah ekonomi, kedekatan Indonesia Korea bisa jadi sarana untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke seluruh dunia 

Dalam hal ini, Ma'ruf Amin melihat hubungan sosial budaya antara Korea dan Indonesia sekarang ini memiliki daya tarik yang tinggi bagi generasi Korea. Menurutnya, budaya Korea yang didiseminasi di Indonesia melalui K-Pop (musik pop Korea) dan K-Drama (film drama Korea) memiliki potensi meningkatkan kreativitas generasi muda Indonesia dalam membawa budaya RI 'go international'.

Ada sebuah kebanggaan bagi wapres dalam menyikapi kedekatan generasi negeri tercinta terhadap kreativitas generasi Korea.

"Saat ini anak muda di berbagai pelosok Indonesia juga mulai mengenal artis K-Pop dan gemar menonton drama Korea. Maraknya budaya K-Pop diharapkan juga dapat menginspirasi munculnya kreativitas anak muda Indonesia dalam berkreasi dan mengenalkan keragaman budaya Indonesia ke luar negeri," kata Ma'ruf Amin di acara Peringatan 100 Tahun Kedatangan Warga Korea di Indonesia melalui konferensi video, dalam keterangan tertulisnya.

Melihat fakta yang ada, sebuah keprihatinan mendalam. Seorang pemimpin negeri yang disegani umat, memiliki sikap yang menjerumuskan generasi negeri tercinta.

Bagaimana tidak? Anak-anak muda yang masih labil pikirannya, disuruh menjalin kedekatan dengan artis Korea generasi K-Pop demi belajar kreativitas, agar bisa menghasilkan produk ampuh bertehnogi seperti yang dihasilkan oleh Korea. Dengan harapan bisa memperbaiki perekonomian negeri.

Rasanya berat dan sulit untuk mencapainya. Apakah semudah itu pemuda Korea mengajarkan kreativitasnya dalam bidang investasi maupun tehnologi. Tak semudah itu mereka berbagi ilmu dan prestasi. 

Mereka memiliki visi besar untuk mengalihkan perhatian generasi muda Indonesia agar tidak memikirkan masalah negeri. Melainkan ikut berhura-hura dengan aneka budaya yang ditawarkan generasi Korea.

Korea lebih menonjolkan masalah budaya dalam rangka mempengaruhi generasi muda Indonesia. Agar pikiran mengarah kepada urusan-urusan materi dan urusan keduniawian. Hingga tak ada kemajuan signifikan. Sebenarnya ini sebuah tindak kebodohan generasi negeri, tapi tidak disadari. 

Apalagi ada hal penting yang harus dijadikan benteng kekuatan bagi para muda generasi bangsa. Apakah iman mereka sudah kuat hingga bisa menangkis serangan yang bisa kapan saja terjadi. Aqidah atau keimanan yang harus disiapkan sejak kecil terhadap generasi bangsa.

Jika tidak ada keyakinan kuat yang menancap pada diri para pemuda. Maka dikhawatirkan generasi kita akan terbawa derasnya arus  K-Pop. Apalagi pergaulan bebas, tidak menjaga jarak antar sesama artis idola K-Pop. Tidak menunjukkan ketundukan pada aturan Allah dalam menjalankan aktivitas setiap harinya.

Maka tidak sadarkah jika K-Pop harus diwaspadai gerak langkahnya. Jika ada penyimpangan hukum syara, maka tugas kita mengingatkan para muda generasi bangsa yang sudah terlalu dekat menjalin hubungan dengan generasi Korea..

Kita tidak tahu apa yang akan menimpa generasi negeri kita. Namun kita bisa bersikap waspada terhadap siapa saja yang akan merusak generasi bangsa. Bukannya dilepas bebas pergi ke angkasa bersama semakin tenarnya K-Pop. Namun kita bisa memantau perkembangan dengan pertanda banyak hukum syara yang ditinggalkan.

Pergaulan bebas, tidak ada jarak percampuran laki perempuan. begadang hingga malam. Sementara nasib negeri diinjak-injak, terabaikan, kurang perhatian pemimpin negara.

Hingga adanya perjajahan tersebut tidak kita sadari. Mengapa tidak mengandalkan hukum syara saja untuk mengatur negeri beserta para generasi mudanya.

Ada Rasulullah saw sang teladan. Maka alihkan generasi K-Pop kembali dalam ketaatan. Tunjukkan ada idoal terbaik yaitu Rasulullah. Jadi tak perlu mencari idola lain di luar. Belum lagi masalah ibadah, pergaulan, pakaian, juga semua masalah lain, harus dikembalikan pada hukum syara aturan Allah. 

Jadi jangan melepas begitu saja generasi muda bergaul bebas dengan artis Korea. Kembali pada aturan yang diciptakan Allah jika kita mau selamat hidupnya hingga berujung pada kemenangan Islam.

Banyaknya masalah negeri tak bisa diatasi oleh pribadi. Perlu ada sistem yang bisa mengatur dan mengendalikan seluruh negeri. Hingga memastikan seluruh kebutuhan umat terpenuhi. 

Ketika pemimpin adil peduli umat itu tidak ada, maka seluruh muslim di negeriku harus segera bangkit berjuang mewujudkannya. Hanya dengan sistem dan pemimpin Islamlah segala masalah negeri ada solusi. Termasuk generasi muda, calon pemimpin masa depan, maka mereka akan mendapat perhatian oleh negara. Wallahu a'lam bish shawwab.[]

Oleh : Lilik Yani ( Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban)


Posting Komentar

0 Komentar