TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Iwan Januar: Kebijakan Sertifikasi Penceramah itu Absurd

Foto: Ustaz Iwan Januar pada Cinta Quran Channel 


TintaSiyasi.com-- Rencana Program Da'i Bersertifikat yang digagas oleh Kemenag (Kementerian Agama) mendapat kritikan dari berbagai pihak termasuk pengamat sosial politik Iwan Januar. 

"Kebijakan itu absurd, tidak sesuai dengan hukum dakwah dan amar makruf nahi mungkar," ujarnya kepada TintaSiyasi.com, Senin (7/9/2020).

Ia menuturkan bahwa Menag tidak paham hukum kewajiban berdakwah dan amar makruf nahi mungkar yang wajib atas setiap Muslim/Muslimah. Hukum berdakwah berlaku baik untuk Muslim yang awam apalagi yang alim. 

"Sampaikan dariku walau satu ayat, kan begitu pesan Nabi," tegasnya.

Selanjutnya, Iwan menjelaskan bahwa dalam Al-Qur'an surah al-Ashr, amal yang bisa menyelamatkan manusia dari kerugian adalah saling memberi tausiah dalam kesabaran dan kebenaran.

"Sertifikasi itu berarti akan mengebiri dan mengacak-acak hukum yang sudah jelas wajib atas setiap Muslim," ujarnya.

Iwan setuju jika sertifikasi diberlakukan pada guru, dosen atau motivator agama, namun dia menolak jika hal tersebut ditujukan pada dai atau penceramah.

"Kalau yang dimaksud sertifikasi untuk guru pelajaran agama, dosen agama, trainer atau motivator agama, bolehlah. Bahkan untuk tenaga pengajar seperti dosen dan guru sekolah jelas harus memenuhi kualifikasi sebagai tenaga pendidik. Ada jenjang pendidikan yang harus ditempuh dan ada kapasitas ilmu yang harus dimiliki," terangnya.

"Tapi kalau ceramah dalam arti berdakwah, itu kewajiban setiap Muslim. Muslim yang sudah tahu haq dan bathil, wajib menyampaikannya pada siapa pun. Begitu pula khutbah Jumat bebas selama memenuhi rukun khutbah," tegasnya.[]

Reporter: Achmad Mu'it

Posting Komentar

0 Komentar