TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Ibroh Penayangan JKDN



Kamis, 20 Agustus 2020 adalah sejarah perfilman baru di tanah air. Film JKDN alias Jejak Khilafah di Nusantara tayang perdana. 250 ribu lebih viewer menyaksikannya. Namun sayang, di tengah keseruan penayangannya ada gangguan terjadi. 

Film tiba-tiba terhenti, yang keluar dari link penayangan sulit untuk masuk kembali, pengalaman penulis sendiri yang ikut menyaksikan film ini, berkali-kali keluar masuk untuk terus menyaksikan sejarah peradaban Islam ini.

Belakangan diketahui bahwa penayangan film ini dijegal oleh mereka yang tidak suka dengan sejarah kekhilafahan, yang katanya sudah dilarang & tidak sesuai dengan keindonesiaan. Padahal, fakta sejarah menunjukkan negeri ini sangat erat berkaitan dengan kekhilafahan khususnya khilafah Turki Utsmani.

Sesungguhnya film ini bukanlah sekedar film, karena di dalamnya penuh dengan keyakinan atas janji Allah Swt. & bisyaroh Rasulullah Saw yaitu kemenangan atas kaum muslimin di atas bumi ini.

Setidaknya ada beberapa Ibroh yang dapat kita ambil dari apa yang terjadi.
1. Umat mengenal sejarah Din nya
Fakta belajar sejarah membosankan hilang sudah ketika menonton film ini. Pengetahuan tentang sejarah khususnya khilafah Islam menjadi pembangkit kesadaran umat terhadap kejayaan yang pernah diraih. 

Umat jadi mengetahui bahwa agama mereka benar-benar sempurna. Dengan penerapan aturannya secara kaffah dalam naungan institusi yang dicontohkan Rasulullah Saw.

Pada faktanya saat ini, mungkin masih ada yang menganggap sejarah bukan sesuatu yang menarik, karena harus menggambarkan kejadian yang sudah berlangsung, banyak menceritakan nama-nama orang, tempat dan tahun terjadinya peristiwa. Sehingga pelajaran ini selalu menggunakan metode hafalan yang notabene monoton dan membosankan.

Dibalik membosankannya sejarah dan sulitnya menghafal, ternyata ada hal yang lebih penting, yaitu adanya upaya menghilangkan jejak sejarah khilafah dari benak kaum muslimin.

Upaya ini sudah lama terjadi, sejak zaman Rasulullah Saw menyebarkan agamanya. Ketakutan pihak-pihak yang takut akan bangkitnya Islam ini akan terus menerus terjadi. Termasuk diantaranya adalah mengubur fakta sejarah khilafah. Penguburan ini dilakukan agar umat Islam berpaling dari fakta sejarah yang sebenarnya

2. Menegakkan Islam pasti dihalangi
Fakta penayangan film JKDN dihalangi adalah hal wajar. Hal ini pun terjadi pada Rasulullah Saw. Ketika beliau menyebarkan dakwah di tengah-tengah umat. Lihatlah bagaimana beliau Saw dikatai gila, tukang sihir, bahkan nyawa beliau pun terancam.
Penyampaian fakta yang disertai sumber valid dalam film JKDN menguak kecemerlangan Islam dan membongkar kebusukan propaganda para pembenci Islam. Bahkan mereka berani menyerang Al-Qur'an, sebagaimana disampaikan Allah SWT dalam firmanNya:

"Dan orang-orang kafir berkata, Alquran ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu oleh kaum yang lain. Maka sesungguhnya mereka telah berbuat kezaliman dan dusta yang besar. " (TQS. Al-Furqon : 4)

Pernah juga terjadi pada Rasulullah Saw yang dituduh sebagai pembawa cerita dongeng orang terdahulu (lihat QS. Al-Furqon : 5). 

Adapun sekarang pejuang khilafah juga mendapat tuduhan sebagai orang-orang yang dimabuk romantisme sejarah. Bahkan dikatakan film JKDN mendekati sebuah khayalan untuk kepentingan tertentu ketimbang dokumenter. Namun, hal itu sirna dengan melihat keinginan masyarakat yang sangat antusias menyaksikan film ini. MaasyaaAllaah.

3. Semangat dan keyakinan para pengemban dakwah menjadi salah satu kunci kesuksesan

Dalam menjawab berbagai rintangan ini harus dengan penuh keyakinan bahwa Allah SWT mempunyai rencana untuk menjaga syariatNya.
"Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai" (TQS. At-taubah: 32).

Terkait ayat ini, Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa orang-orang kafir -yaitu musyrikin dan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani)- ingin memadamkan cahaya (agama) Allah, artinya (ingin memadamkan) apa yang dibawa utusan Allah, petunjuk dan agama yang lurus ingin mereka padamkan dengan bantahan-bantahan dan kebohongan-kebohongan mereka.

Maka, perumpamaan upaya orang-orang kafir itu seperti orang yang ingin memadamkan sinar matahari atau cahaya rembulan dengan cara meniupnya. Ini tidak mungkin.

Ketika mendapatkan fakta yang benar, umat akan tertunjuki, mereka akan sadar siapa pihak yang berada dalam kebenaran dan layak diikuti, serta mana pihak yang anti-Islam yang akan menjerumuskan mereka pada kesesatan. 

Alhamdulillah keikhlasan, keyakinan, dan kegigihan para pengemban dakwah, mampu meyakinkan masyarakat akan pentingnya film ini. Terbukti film ini tetap dinanti walaupun dalam tayangan perdananya beberapa kali mendapat penjegalan.

4. Gambaran kondisi umat.
Media yang ada sekarang, dipenuhi berita-berita yang dibuat untuk mendongkrak keuntungan pihak tertentu. Jika ada informasi sejarah, penyampaiannya seringkali dibumbui cerita cinta atau kisah-kisah khayalan dan kosong dari visi misi yang ingin diraih.

Jadilah kisah sejarah hanya hiburan belaka yang akan dilupakan ketika tayangan tersebut berakhir. Karenanya, kehadiran film JKdN dianggap bisa melepas dahaga mereka dan merupakan secercah harapan hadirnya informasi terpercaya. Umat haus akan informasi yang bermutu dan terpercaya. Dalam situasi saat ini, berita berfaedah adalah barang langka.

Demikianlah beberapa Ibroh yang bisa kita ambil dari penayangan premier film dokumenter Jejak Khilafah di Nusantara (JKDN). Semoga film ini menjadi salah satu rujukan dalam melihat informasi sejarah kejayaan Islam. Wallahu'alam bi ash-shawwab.[]

Oleh: Yuliana, S.Pd. M.Pd. 
Dosen Agama Islam

Posting Komentar

0 Komentar