Larangan ASN Berpikir tentang Khilafah Menghalangi Kebebasan Berpendapat

Foto: Dr. Ahmad Sastra, M.M.


TintaSiyasi.com-- Pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi yang melarang calon ASN atau ASN berpikir tentang Khilafah dinilai menghalangi kebebasan berpendapat. 

“Ini adalah bagian dari menghalangi kebebasan pendapat yang telah dijamin oleh konstitusi negeri ini. Selain itu juga adalah hak setiap Muslim untuk mendiskusikan dan membincangkan ajaran agamanya. Tidak ada salahnya seorang Muslim meyakini agama dan ajarannya sendiri,” tutur Dosen Filsafat dan Ketua Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa. (FDMPB) Ahmad Sastra kepada TintaSiyasi.com, Kamis (3/9/2020). 

Menurutnya, pengekangan pikiran umat tersebut akan merugikan pemerintah sendiri, sebab akan dianggap diktator dan terlalu ikut campur urusan agama.

"Maka teruslah berdakwah kepada penguasa agar mereka sadar bahwa khilafah adalah ajaran Islam yang justru akan membawa kebaikan bagi bangsa ini. Islam adalah rahmat bagi alam semesta," pintanya.

Lebih dalam ia menerangkan, khilafah adalah ajaran Islam yang telah ditulis oleh para ulama terdahulu maupun ulama kontemporer dalam kitab-kitab fikih. Salah satu contohnya adalah yang ditulis oleh Haji Sulaiman Rasjid dalam buku Fikih Islam bab 15 tentang khilafah yang hukum mendirikannya fardhu kifayah. 

"Hal ini senada dengan pendapat para ulama terdahulu. Masyarakat juga jangan sampai mengalami fobia Islam, padahal Islam adalah agama mulia dan penuh kebaikan," pungkasnya.[]

Reporter: Liza Burhan

Posting Komentar

0 Komentar