TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Direktur Pamong Institute Ungkap Alasan Pemerintah Ngotot Laksanakan Pilkada




TintaSiyasi.com-- Keputusan Pemerintah dan DPR tetap melaksanakan Pilkada 2020 dinilai Direktur Pamong Institute Wahyudi al Maroky syarat kepentingan politik.

"Ini kan keputusan politik, itu ada kompromi dari kepentingan-kepentingan politik yang ada di dalamnya," ujarnya dalam Kajian Online Pilkada Maut: Syahwat Politik atau Nyawa Rakyat, Ahad (27/9/2020) di Youtube Fokus Khilafah Channel.

Menurutnya, Pemerintah dan DPR sebagai lembaga eksekutif dan legislatif ngotot untuk laksanakan Pilkada 2020 karena sebenarnya mereka terbelenggu kepentingan-kepentingan besar di balik pelaksanaan Pilkada 2020.

Ia mengungkapkan beberapa kepentingan yang membuat pemerintah ngotot laksanakan Pilkada. Pertama, kepentingan para petahana. Menurutnya, ini kepentingan yang sangat kuat karena para petahana yang berkuasa ingin melanjutkan kekuasaan di periode kedua.

Kedua, kepentingan para pebisnis yang menyokong petahana. Ia menuturkan calon kepala daerah di Pilkada ini, menurut data KPK 82% didanai para pebisnis atau cukong. 

"Oleh karenanya para cukong punya kepentingan yang besar di situ. Kenapa? Karena bisnis mereka bisa terganggu kalau Pilkada ditunda sementara biaya-biaya sebagian sudah dikeluarkan untuk mendukung calon yang mereka dorong itu," bebernya.

Ketiga, kepentingan partai politik. Ia memaparkan, partai politik inilah yang memberi setifikat hingga rekomendasi kepada para calon kepala daerah  yang mendaftar Pilkada.

"Itu kan tidak ada yang gratis (no free lunch). Jadi, partai ada dananya. Nah, kalau itu diundur kemudian tidak jelas kapan mulainya, kemudian para calon ini minta kembali biayanya, itukan repot buat parpol," pungkasnya.[]

Reporter: Rasman

Posting Komentar

0 Komentar