Demokrasi Gagal, Umat Butuh Sistem Islam


Dilansir dari Republika.co.id,  Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( Menteri PANRB ) Tjahjo Komolo telah mengungkapkan saat memberikan sambutan di acara peresmian Mall Pelayanan Publik di jalan Jenderal Sudirman, Solo, Jawa Tengah, Jum'at (28/8/2020) bahwa adanya fenomena baru terkait dengan kasus poliandri yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN). Dan tentu saja hal ini ramai diperbincangkan oleh masyarakat luas.

Kasus poliandri hanya merupakan salah satu dari problematika hidup yang terjadi di negeri yang kita cintai. Begitu kompleks problematika kehidupan yang sedang dialami umat saat ini, terutama kaum muslimin.Dan telah terbukti bahwa sistem demokrasi-kapitalis-sekuler telah gagal hadir di tengah - tengah masyarakat sebagai sistem yang mampu memberi solusi terbaik dalam menyelesaikan problematika kehidupan. Alih - alih memberi solusi, dengan adanya tindak kriminalisasi ulama yang mengusung ide khilafah, ajaran islam yang benar dan juga para pengembannya yang lain. Ini merupakan salah satu penyebab terjadinya problematika hidup termasuk terjadinya poliandri di kalangan perempuan. 

Seharusnya melalui lisan para ulama yang memiliki pemahaman dan pemikiran yang lurus tersebut umat akan terpahamkan wajibnya terikat dengan hukum syara'. Sehingga masyarakat menjadi lebih terarah tingkah lakunya dengan bimbingan ulama  yang lurus tersebut. Terlebih lagi dengan dukungan negara yang mau menerapkan aturan Sang Pencipta.Tentunya akan tercipta suasana yang berbanding terbalik dengan kondisi umat saat ini.Dan pada faktanya ulama yang rakus akan jabatan dan uanglah yang dianggap sebagai ulama yang benar.Ditambah lagi negara yang tidak menerapkan aturan Sang Pencipta dalam menjalankan kehidupan dari segala aspek. 

Wajar saja jika dari variasi permasalahan hidup yang makin beragam tentu akan menyebabkan tingkat kompleksitas penyelesaian yang semakin berat. Bahkan akan semakin bertambah permasalahan baru yang dialami umat/ masyarakat. 

Dan tentu saja yang menjadi penyebab terjadinya berbagai persoalan hidup pada saat ini adalah diterapkannya sistem demokrasi - kapitalis - sekulerisme dan bukan karena sistem islam. 
Sistem sekuler yang mengungkung masyarakat saat ini dan membuat kehidupan serba sempit lagi sulit. Terlebih pada masa sebagai dampak pandemi yang belum juga usai sampai sekarang ini. Sehingga berbagai krisis terus mewarnai kehidupan masyarakat mulai dari krisis aqidah, moral, ekonomi, politik, sosial, budaya dan lain sebagainya.

Ditambah lagi dengan adanya benturan - benturan nilai akibat berkembangnya pemikiran yang bertentangan dengan islam. Sehingga berdampak terjadinya kriminalisasi terhadap ulama dengan pemahaman islam yang benar dan para pengembannya. Yang pada akhirnya masyarakat,pejabat maupun para intelektual menjadi pelaku kemaksiatan akibat minimnya pemahaman islam yang sesungguhnya. Umat menjadi abai akan kewajibannya sebagai hamba bagi Sang Pencipta dalam menjalani kehidupan sebagai warga negara yang harus terikat dengan aturan Allah, bukan aturan manusia. 

Bagaimana mungkin negara yang kita cintai ini mampu menyelesaikan setiap permasalahan yang ada, jika tidak memahami akar permasalahan dengan benar ?

Penerapan sistem kapitalis - sekuler merupakan akar dari problematika kehidupan bagi manusia, sebab tidak bersumber dari Allah Sang Pencipta dan Sang Pengatur langit dan bumi beserta isinya.  Adapun satu - satunya sistem yang berasal dari Allah hanyalah sistem Islam. Jadi, merupakan kesalahan besar bagi siapapun yang mengkriminalisasi ajaran islam termasuk ide khilafah begitu pun para pengembannya. Dengan begitu, sama saja telah mengkriminalisasikan sumber ajaran - ajaran islam.Yaitu Allah Sang Pencipta dan Sang Pengatur. 

Padahal dengan islam maka rahmat ke seluruh alam akan kita dapatkan. Muslim maupun non muslim akan turut merasakan kesejahteraan, keadilan, kedamaian. Seluruh hak dan kewajiban akan berjalan sebagaimana mestinya. Antara kepala negara dan warga negara, masing - masing akan menjalankan tugas sesuai tuntunan Allah. 

Dengan sistem islam juga segala bentuk krisis, dari krisis aqidah, moral, ekonomi, politik, sisial, budaya dll akan mampu diselesaikan. Termasuk kasus poliandri. 
Dengan kata lain, kaum perempuan dan seluruh kaum muslimin membutuhkan islam sebagai solusi terbaik bagi permasalahan kehidupan. 

Saatnya umat bangkit dan berjuang bahu - membahu demi terwujudnya penerapan syariat islam di bumi Allah dalam bingkai khilafah yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para khalifah (khulafaurrasyidiin). Wallahu'alam.[]

Oleh: Atika Kurniawarni

Posting Komentar

0 Komentar